Bro. Suhendra Sulistyo,
Buddha menginginkan kita meninjau atau melihat sesuatu dengan bijaksana, bila seseorang belum mencapai kebijaksanaannya akan sulit baginya untuk membedakan yang benar dan yang salah, yang baik dan yang jahat, yang hitam dan yang putih dan lain sebagainya.
 
Perlu anda tinjau kata [Faith] itu dalam Agama, bukan dalam bahasa umum seperti halnya saya percaya padamu, dia yakin pada ucapannya dan lain sejenisnya, tidak hanya sebatas itu saja, tetapi lebih dari itu.
 
Perlu juga anda ketahui juga bahwa Buddha tidak pernah mencampuri urusan politik, malahan Beliau melepaskan jabatannya yang sebagai pangeran, meninggalkan kehidupan duniawi dan mencari penerangan suci agar bisa menolong semua makhluk yang menderita.
 
Maka kesimpulan saya, anda benar dalam sebatas kejahatan dan kekacauan kehidupan duniawi, karena contoh yang anda berikan itu bernuansa politik, sehingga tidak relevan dengan ajaran Buddha. Dengan perkataan lain, tidak cocok dihubung-hubungkan dalam ajaran Buddha.
 
Sehubungan dengan patung Buddha atau Bodhisattva dijadikan hiasan di kebun ataupun yang lainnya, perlu anda tinjau dari ajaran bukan penampilannya. Buddha mengajarkan untuk tidak terikat (melekat) pada segala sesuatu, dan bila anda meninjau pada ajaran yang lebih mendalam, kita menjalani ajaran Buddha bukan patungNya.
 
Saya yakin anda juga seorang yang beriman, tetapi anda belum bertemu orang yang tepat untuk memberikanmu guidance (dalam bahasa Hokkian "Kui rin").
 
Semoga yang saya uraikan bermanfaat dan membuka wawasan anda.
 
Namo Buddhaya,
 
 
Peng Qinghe (Hartoyo)
 


Tsukudu <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
inilah yang disebut org bodoh bilang pembodohan orang orang.

Inggeris masih Engelis tapi sudah merasa pandai.

Di Africa Mobil rusak = "My car was gracak Grodok Grodok"

Faith apa itu Faith ? Didalam tulisan Master Hsing Yun tidak
ada pengertian percaya. Dalam kamus ya Faith = Percaya.
Anda benar secara dictionary.

Faith yang dimaksud dengan master Hsing Yun berhubungan
dengan Confindence atau percaya diri.

Seseorang datang melangkah ke vihara juga bisa dikategorikan
dengan Faith. Seseorang bernamaskara didepan Rupang Buddha
juga boleh dikatakan Faith.

2. Vihara mana yang telah anda kunjungi kelompok asuhan artikel ?
yang anda katakan
You Wrote :
"Saya sudah mengunjungi vihara2 organisasi kelompok asuhan penulis
artikel"

Perlu diketahui. Artikel ini saya ambil dari Fo Guang shan Taiwan.
Fo Guang shan mempunyai cabang di seluruh dunia. tapi tidak ada
cabang di Indonesia. Fo Guang Shan mana yang anda kunjungi ?

Akhir kata, Belajar dulu deh bahasa inggeris yang benar.
Inggeris anda masih pake kamus.
waktu naik mobil dengan Bule. ngomong sama bule , "Ganti Gigi biar
bisa cepat !" Gigi diartikan ke inggeris teeth. alhasil orang
Bule itu ngakak. So stupid this guy !

Tsukudu

--- In [email protected], "Suhendra Sulistyo"
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> Yah beginilah salah satu proses pembodohan orang-orang.
> Selalu menekankan "FAITH" dengan embel2 faith ke ajaran buddha
supaya
> kelihatan lebih halus.
> 
> Coba diperhatikan lebih konsentrasi ke kata2 dibawah ini yang saya
kutip
> dari artikel tsb:
> "To have faith is to uphold and observe the truth. To have faith is
to
> practice the teachings of the Buddha without doubt. By having
faith, our
> body and mind will be purified. By having faith, we will have
unlimited
> strength."
> 
> Mari kita pikirkan apa itu hubugannya kalau punya keyakinan/percaya
pasti
> kita menjalankan kebenaran, kalau punya keyakinan pasti kita
menjalankan
> ajaran Buddha tanpa ragu, kalau punya keyakinan badan dan pikiran
kita akan
> disucikan.
> 
> Orang-orang yang bunuh diri dengan mengajak orang lain (suicide
bomber) itu
> keyakinannya tinggi sekali bahwa mereka berbakti ke agama mereka,
sehingga
> mereka bisa dibodohi untuk membunuh orang lain apakah mereka badan
dan
> pikirannya menjadi suci?. Keyakinan itu juga adalah pisau bermata
dua,
> sayang sisi satunya tidak dijelaskan di artikel dibawah ini dengan
baik
> (sama sekali tidak). Bedanya kalau artikel ini seperti pada umumnya
> tujuannya memang tidak semulia (menurut yang percaya/yakin) para
pem bom
> bunuh-diri itu, melainkan Dana (uang/materi). Saya tidak pernah
membaca
> dimana sang Buddha meminta murid-muridnya supaya mempunyai keyakinan
> terhadap ajarannya sendiri. Malah selalu ditanamkan konsep
ehipassiko dan
> kalama sutta. Konsep "Keyakinan" inilah yang selalu dipakai oleh
para
> penjaring umat sebagai cara terampuh menakuti orang-orang supaya
ikut jalan
> yang benar (maksudnya jalannya dia sendiri, yang lain itu sesat).
> 
> Saya sudah mengunjungi vihara2 organisasi kelompok asuhan penulis
artikel
> ini dan yang saya temukan adalah kebanyakan intinya  anjuran berdana
> (tersedia daftar tarifnya) dan poster akibat karma baik/buruknya
(yang
> mereka akui sendiri bukan bagian dari sutra Buddha setelah saya
tanya secara
> detail) berdana ditempel dikotak dana yang tersedia dimana-mana.
Kalau kita
> lihat patung sang Buddha/bodhisatva dipajang di hotel2 berbintang
sebagai
> tempat sabun atau sebagai penghias suasana di bar, mungkin kita
tidak heran
> karena ketidak mengertian mereka. Tetapi kalau di suatu vihara kita
lihat
> patung bodhisatva difungsikan sebagai penghias kebun seperti yang
telah
> mereka terapkan, apakah kita merasa terjamin bahwa mereka mengerti
apa yang
> mereka ajarkan sendiri.
> 
> Jangan mudah percaya/yakin terhadap apapun termasuk terhadap
tulisan saya
> ini. lihat dan buktikan sendiri. itulah yang sebaiknya kita
jalankan
> 
> 
> 
>   _____ 
>
> From: [email protected]
[mailto:[EMAIL PROTECTED] On
> Behalf Of TSUKUDU -
> Sent: Monday, June 20, 2005 2:26 PM
> To: [EMAIL PROTECTED]; [email protected];
> [email protected]; [EMAIL PROTECTED]
> Subject: [Dharmajala] Faith is Treasure - Ven Master Hsing Yun
> 
>
> Faith is Treasure
> 
> Once upon a time, a philosopher was swimming in a lake when all of
a sudden,
> a current pulled him under. As he frantically struggled to stay
afloat, a
> thought entered his mind: "I am a philosopher, so I should not
panic when
> faced with a life and death situation." When he began to relax his
body and
> mind, the water's buoyancy pushed him to the surface and he was
able to swim
> back to shore under his own power. This story shows that when one
has faith
> in oneself, one will have infinite strength.
> Faith and confidence are our inner treasures. If we have belief, we
will
> have faith. If we have faith, we will have unlimited resources. The
problem
> with today's society is that people have limited themselves by
searching for
> resources from without. Even if there were an abundance of material
supplies
> in our world, they would eventually run out. The energy shortage
has become
> a crisis for many countries, which forces them to send experts into
> undeveloped areas in search of a solution. In actuality, we are all
experts
> in excavating new resources, as long as we are able to look within
instead
> of without. If we are willing to uncover our inner treasure, our
lives will
> be enriched indefinitely by our faith.
> To have faith is to have unwavering confidence. To have faith is to
uphold
> and observe the truth. To have faith is to practice the teachings
of the
> Buddha without doubt. By having faith, our body and mind will be
purified.
> By having faith, we will have unlimited strength. In chanting the
> six-syllable dharani, "Om Mani Padme Hum," mispronunciation will
not alter
> the effect of the dharani, if the chanter is sincere and focused.
This is so
> because of the power that is inherent in the chanter's
unquestionable faith.
>
> In addition to confidence, credibility is a very important human
> characteristic. A person who is confident and credible will be
successful in
> whatever he does. In order to eliminate conflict, contradiction,
> discrimination, and the illusion of gains and losses, one must have
faith.
> The Avatamsaka Sutra says, "Faith is the foundation of the right
path, the
> mother of all merit. It nourishes the root of all that is good."
Without
> faith, one would not set foot on the path to enlightenment. By being
> skeptical and doubtful, one will not have a glimpse of the ultimate
Truth.
> Faith is like a ray of light that will show us the way when we are
lost in
> darkness. Faith is like sunshine that will brighten our day when we
are
> feeling down and out. Faith will rekindle our hopes when we have
failed
> miserably. The Song of Faith reminds us, "One should acquire
worldly wealth
> with the hand of faith. One should cross the vast ocean with the
boat of
> faith. One should grow plenty of fruit with the root of faith. One
should
> receive unlimited treasure by entering the gate of faith. To have
faith is
> to have hope; to have confidence is to have strength. Faith is the
source of
> all virtues, the caregiver of wisdom. There is unlimited treasure
in faith
> and confidence."
> We are our own worst enemy. When we lack self-confidence, we are
doomed to
> failure. However, if we have faith in ourselves, we will not only be
> successful in our worldly endeavors, we will also acquire the
worldly karma
> necessary for enlightenment. Therefore, in this world, there is
nothing more
> precious and valuable than faith and confidence.
> 
>
**********************************************************************
**
> DISCOVERING THE DHARMA. By : Master Hsing Yun
> Some People believe dharma to be profound, Something has to
> incomprehensible.
> This is not the case at all. The Dharma is something we all can
understand
> and use.
> The Dharma is a guiding light which can help us to better evalute
the
> material, Social,
> and spiritual aspects of life
> __________________________________________________
> Do You Yahoo!?
> Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around
> http://mail.yahoo.com
>
> ** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam
diri
> saya maupun di luar diri saya **
>
> ** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk
menanami
> taman hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi
pengertian dan
> cinta kasih yang kokoh **
>
> ** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan
memahami
> secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga
terbebas
> dari belenggu kelahiran dan kematian **
>
> ** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi
penuh welas
> asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore
hari,
> membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama
melepaskan
> kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan
orang tua,
> para guru, serta sahabat-sahabat kami **
>
>
>
>   _____ 
>
> Yahoo! Groups Links
> *      To visit your group on the web, go to:
> http://groups.yahoo.com/group/Dharmajala/
>  
> *      To unsubscribe from this group, send an email to:
> [EMAIL PROTECTED]
> <mailto:[EMAIL PROTECTED]>
>  
> *      Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of
Service
> <http://docs.yahoo.com/info/terms/> .




** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya maupun di luar diri saya **

** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh **

** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian **

** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari,  membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta sahabat-sahabat kami **



Yahoo! Sports
Rekindle the Rivalries. Sign up for Fantasy Football

** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya maupun di luar diri saya **

** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh **

** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian **

** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari,  membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta sahabat-sahabat kami **




Yahoo! Groups Links

Kirim email ke