Sdr. Giri
 
 
Saya ngga mau Anda dgn Sdr. Gunawan menjadi jubirnya Sdr. Pelayan Buddha.
Sudah jelas bagi saya kepada Sdr. Pelayan Buddha, ketika beliau meminta penjalasan saya: saya ajukan suatu pertanyaan yg menjadi tolak ukur bagi saya utk menindaklanjuti diskusi tersebut. Ketika Sdr. Pelayan Buddha tidak memberikan jawaban, maka saya juga memenuhi keinginan dia utk tdk close the case [jika saya tidak berkomentar]. Lha mengapa Sdr. Giri & Sdr. Gunawan mementahkannya lagi??? Mengapa tidak tanya Sdr. Pelayan Buddha yg tidak menjawab pertanyaan yg saya ajukan ttg pandangannya tentang karakter dr Buddhisme? Bahkan Sdr. Pelayan Buddha sendiri tidak berkeberatan ketika saya memilih close the case. Bahkan kita saling memberikan sekuntum teratai [saya malah kirim 2 saat itu]... Lha koq? Kalian tahulah pertanyaannya apa; kalo ngga tahu, just forget it [maksudku kalimat tanya terakhir ini.]
 
Pis yah...
 

===============================
----- Original Message -----
From: Giri
Sent: Wednesday, June 22, 2005 14:49
Subject: Re: [Dharmajala] Ramal meramal?

Bro ECS,
 
Anda nampaknya tidak mau menjawab pertanyaan sebelumnya, jadi saya to the point saja deh. Dikarenakan Bro Gunawan sibuk berat, maka ia berharap saya mendiskusikannya dengan anda. Saya copy paste lagi tulisan anda tanggal 16 Juni 2005 :
 
" Dari beberapa terjemahan maupun editan dr Sdr. Jimmy Lominto ini ; tidak
sedikit bagian yang saya nilai adanya embrio yg bisa mengakibatkan nantinya
[ dalam kehidupan akan datang ] dia akan sulit berjodoh / bertemu dengan
Dharma
."
 
 
Mohon penjelasannya apa maksud tulisan biru tersebut? Apakah anda berhak memvonis seseorang seperti itu karena perbedaan pandangan?
 
Pertanyaan saya dan Bro Gunawan cuma ini saja, gak jauh2. Dan saya rasa, moderator di sini tidak akan melakukan hal yang macam2 dengan melakukan pemblokan pada email seseorang tanpa alasan yang jelas. Kalau anda sudah menjawab, sayapun dengan senang hati menutup diskusi ini.
 
 
 
peace
 
 
Giri
 
 
 
 
----- Original Message -----
Sent: Wednesday, June 22, 2005 2:08 PM
Subject: Re: [Dharmajala] Ramal meramal?

Sdr. Giri...
 
 
Sesuai penjelasannya, saya bisa tanggapi begini: tentunya referensi saya dengan Sdr. Pelayan Buddha yg berbeda. Jika sama, maka Sdr. Pelayan Buddha tidak akan menterjemahakan atau mengedit atau terlibat dalam tulisan yg tendensius. Nah, ketika saya bertanya kepada Sdr. Pelayan Buddha ttg: apakaha Sdr. Pelayan Buddha menilai Buddhisme sebagai institusi yg independen atau demokratis; semata2 sebagai introduksi utk melihat kita bisa berdiskusi lebih jauh. Jika hal di muka ini saja sudah tidak ada kesepakatan, maka akan sulit bagi kita berdikusi [mengutip Sdr. Pelayan Buddha: "wong kusir aja tdk berdebat"]. Lantas Sdr. Pelayan Buddha tidak memberikan tanggapan atas pertanyaan saya & minta saya langsung memberikan penjelasan ~ jika tdk berkenan, maka sebaiknya case di-close saja... Nah, ini bagi bagi saya cukup jelas; bahwa kami memiliki persepsi yg pasti berbeda & saya setuju utk close the case...
 
Saya juga mohon maaf jika ada kata yg salah.
 
Pis juga...
 
===============================
----- Original Message -----
From: Giri
Sent: Tuesday, June 21, 2005 14:18
Subject: [Dharmajala] Ramal meramal?

Begini Bro ECS,
 
Untuk jelasnya anda baca dulu tulisan anda  yang dicopy paste lagi oleh GK. Mungkin Bro Gunawan perlu memperjelas lagi pertanyaannya. Atau coba saya bantu menterjemahkannya. :p
 
Bro ECS,
dari tulisan kamu tanggal 16 Juni tersebut, anda nampaknya sudah "memvonis" bahwa bro Jimmy itu akan sulit berjodoh dengan buddha dhamma. Nah maksud Bro Gunawan ini, apakah ini disebabkan referensi anda dan bro Jimmy itu berbeda? Atau memang referensi Anda itu lebih valid dari Bro Jimmy sehingga anda bisa memvonis demikian?
 
Nah, mungkin bro Gunawan berharap anda mau menjelaskan kenapa sampai bisa menilai (tafsir) seperti itu. Kalau benar, saya juga mau diramal.. hahahaha... tapi yang bagus2 loh. :D
 
Bukan begitu Bro Gunawan?
 
Mohon maaf kalau ada kesalahan kata.
 
 
peace
 
 
 
Giri
----- Original Message -----
 
----- Original Message -----

GK :(IA)
Saya kutip lagi kalimat itu dengan lengkap.
" Dari beberapa terjemahan maupun editan dr Sdr. Jimmy Lominto ini ; tidak
sedikit bagian yang saya nilai adanya embrio yg bisa mengakibatkan nantinya
[ dalam kehidupan akan datang ] dia akan sulit berjodoh / bertemu dengan
Dharma."

Menurut Bro EasyCoolSmart, dengan kalimat tersebut Bro EasyCoolSmart tidak
bertafsir, melainkan Bro EasyCoolSmart melakukan penilaian melalui
perbandingan antara tulisan terjemahan Bro Jimmy dengan referensi yang Bro
EasyCoolSmart punya.
Bro EasyCoolSmart, apakah benar pemahaman ( atau malah tafsiran ? ;) saya
tersebut terhadap jawaban Bro EasyCoolSmart ?
ECS (IIA):

=> Sorry, saya sudah baca ulang beberapa kali tapi kurang nangkap point pertanyaannya.



** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya maupun di luar diri saya **

** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh **

** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian **

** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari,  membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta sahabat-sahabat kami **




** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya maupun di luar diri saya **

** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh **

** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian **

** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari,  membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta sahabat-sahabat kami **




Yahoo! Groups Links

Kirim email ke