Sdr. Surya ngajar di SLB mana? Saya suka dengan dunia pendidikan; mungkin nanti saya bisa tanya2 jika butuh informasi.
 
OK, mengenai topik di bawah, saya coba rangkai balik. Awal topiknya adalah: pengusaha Buddhis yg peduli dgn Buddhisme bla3.
Kemudian berlanjut kepada selebriti2 yg Buddhis & campur2 kepada praktek onum Bhikshu.
Kemudian saya serempetkan Steven Seagal, idolaku dr film laga barat. Karena idola, saya saya sering kumpulkan data tentang dia.
Data itulah yg saya sharing ke milis ini; datanya dr web-site resminya.
 
Tibetan Buddhisme? Saya tidak pernah dengan sengaja ingin mempelajarinya, dengan kata lain saya belum tertarik sementara ini [bukan berarti tidak].
Yang paling komplit saya baca yah, Alkitab. Tripitaka saja banyak versi, Dharmapada saja belum selesai2, gimana mo tambah versi ini-itu?
 
Tentang ngeres, Sdr. Surya ini sepertinya tendensius kesal dgn saya yah? Ketika saya lihat gambar itu, saya baca keterangannya. Sudah lebih dr 7 tahun & saya tidak hafal kata2nya; namun artinya jelas tentang Adhibuddha yg bersenggama & itulah praktek meditasi dr sekte tersebut. Kemudian saya konfirmasikan kepada wanita yg jual buku tersebut & ia mengiyakan. Bahkan dia melanjutkan bahwa memang di sana [Tibet] ada "monk" yg boleh berkeluarga.
Ngeres itu artinya apa sih? Apakah kaget = neges? Lha wong ketika saya ngelihat gambar itu, saya kaget koq & langsung minta penjelasan si penjual. Kalo saya ngelihat gambar itu, lantas saya mikir yg syurrr, itu baru namanya ngeres! Sdr. Surya saya harap berdiskusi dengan data tulisan saya; jangan asumsi & konklusi suka2 saja.
Perkara itu buku keliru, gimana sih logikanya minta saya milih2? Lha saya cuma kebetulan ketemu penjualnya di vihara koq.
Perkara wanita itu keliru, gimana suruh2 dia jangan keliru? Bisa2 saya diceramahi masih ilmu cetek, pikiran belum terbuka, terkungkung, kaku, dll.
Perkara apakah yg wanita itu bilang "monk" adalah bhiksu berjubah bhiksu atau umat berjubah bhiksu; mana saya tahu? Yang pasti, ketika saya juga terkaget2 ketika dia bilang gitu [ttg "monk" yg boleh berkeluarga]; saya tanya lagi "Lho, koq "monk" boleh berkeluarga???" Dia jawab, yah memang di aliran kami, boleh demikian. Kira2 menurut Sdr. Surya, wanita tersebut menterjemahkan "monk" yg saya bilang sebagai umat atau bhiksu? Lha sudah jelas dia datang berkunjung ke vihara yg mana bhiksu-nya tdk berkeluarga koq.
Perkara sekarang ini banyak aliran yg menyalahgunakan Tibetan Buddhisme atau Tantra; koq saya yg dapet info yg disinisin sih? Sdr. Surya sendiri yg kelihatannya lebih ngerti dr saya saja mengaku tidak berkompeten. Cendikiawan & rohaniwan Tibetan Buddhisme lah yg harus menyelesaikan semua kendala ini. Masa saya sebegitu kebetulannya selalu saja berjodoh dengan Tibetan Buddhisme yg "tdk original"?
 
Pada point ke-8 di bawah, saya bisa melihat sebuah fakta yg membuktikan Sdr. Surya keliru membaca. Makanya diskusinya kita sering slip; mungkin yg sebelumnya juga begitu. Mana pernah saya bilang ada Lama Amerika ke sini jual buku? Saya bilang ada wanita Amerika yg sdh berdomisili cukup lama [anonim dr "sebentar] di Tibet datang ke vihara utk jual buku2 ttg Tibetan Buddhisme. Lagi pula, jika ada org yg secara kebetulan gitu bertemu & ditawari buku; harus berhati2 gimana sih? Lha saya belum ada referensi ttg wanita tersebut & sekte/ajaran yg dia bawa koq? Sdr. Surya jangan kritik saya yg waktu itu tdk tahu apa2, dengan kondisi Sdr.Surya yg sekarang ini, sy sudah sering mendengar khotbah Tibetan Buddhisme, bahkan dalam Bahasa Inggris yah?
Saya menuliskan apa saya saya peroleh; bukan ngarang. Jika ada yg tahu lebih baik di milis ini & ingin membetulkan, lha akan sangat baik. Ini lah fungsinya milis ini bukan? Point pertama malah: Menyingkap Tabir Ketidaktahuan
Namun janganlah ada tendensius seakan2 saya ini ngomong sembarangan. Dan saran saya, mohon baca dengan teliti.
 
Cheers

===============================
----- Original Message -----
Sent: Saturday, June 18, 2005 20:18
Subject: [Dharmajala] Re: Lama=Monk?

1. ya memang 'Sekolah Luar Biasa', karena saya ngajar di  'sekolah'
di mana murid2nya hanay belajar 1 bidang studi selama 3 bulan dari
jem 8 sampe jem 5 sore

2. Mas, makanya kalo pilih bahan bacaan, ati2 donk
Saat ini sangat banyak sekali 'junk book' tentang tibetan/tantra yg
beredar di pasaran. Ini menurut pendapat para senior saya lho

3. saya belum kompeten utk menjelaskan tentang tantra di forum ini,
karena saya bukanlah praktisi tantra

4. jika anda ingin belajar/mengetahui lebih jauh tentang tibetan
buddhism dan tantra, silakan datang ke bandung.
saya punya ribuan buku tentang tibetan buddhism dan juga dari
tradisi buddhis lainnya
namun 90% berbahasa inggris

5. mengenai gambar laki2 dan perempuan yg berpelukan. itu ada
penjelasan nya. secara singkat adalah sbb:
gambar/patung Dua 'makhluk'itu disebut 'Yab Yum' artinya ayah dan
ibu. Seperti halnya perpaduan antara ayah dan ibu akan menghasilkan
seorang anak, maka perpaduan antara kebijaksanaan (ibu) dan cinta
kasih (ayah) akan 'menghasilkan' seorang Buddha. Jadi jangan ngeres
dulu, membayangkan bahwa untuk meditasi tantra maka harus
berhubungan seks!

6. Bhikshu dalam tibetan buddhisme itu selibat. Ya kalo bhikshu tsb
berhubngan seks, secara otomatis, ikrar nya patah, walaupun ia tetep
pake jubah bhikshu. jadilah dia bhikshu gadungan

7. meditasi/praktik tantra ada banyak macam. Ada yg memang
berhubungan dgn seks, namun itu jelas BUKAN untuk BHIKSHU! Dan juga
bukan berarti praktisi tantra boleh berhubungan seks dgn siapaun dan
di manapun. Ada 'aturan main' yg amat sangat ketat. tidak sembarang
orang boleh dan kompeten melakukan tantric sex!

amat sangat banyak praktisi tantra yg tidak mempraktikkan tantric
sex namun berhasil mencapai berbagai realisasi/pencerahan.

tantric sex yg dipraktikkan sembarangan terbukti menjadi salah satu
penyebab kemunduran buddhisme di tibetan. Terjadi dua kali reformasi
yg terkenal utk kembali menerapkan atuarn main yg ketat tsb. Kedua
orang reformis itu adalahj YM Atisha Dipamkara dan YM Jey Tsongkhapa

8. Ada Lama AMereika yg datang ke indo buat jual buku?? heyueue,
aneh bener.....
kan saya udah bilang mas, ati2, saat ini banyak guru gadungan.....
jika anda tertarik, boleh baca website berikut

1. www.lamrim.com
2. www.berzinarchives.com
3. www.lamayeshe.com
4. www.thubtenchodron.com

9. aliran mayoritas yg dianut? apakah aliran gelugpa yg anda maksud?
asal anda tau saja, justru di gelugpa itu amat sangat jarang
praktisi yg melakukan tantric sex. Mayoritas Lama/ Rinpoche dalam
tradisi ini adalah Bhikshu, ya jadi selibat lah. Jey Tsongkhapa,
pendiri tradisi ini mengatakan bahwa pencerahan dapat dicapai tanpa
melalui tantric sex. jadi nampaknya nara sumber anda itu ngawur dan
ngaco. Dia cuman mau jualan buku aja kali, hehehe

10. Steven Seagal itu konon adalah seorang Tulku, artinya seseorang
yg dikenali sebagai reinkarnasi seorang guru besar buddhisme. Apakah
dia bhiksu? saya tidak tau. yg tau, mungkin hanya dia sendiri

11. mas, mengenai, berbagai kontradiksi, hal itu adalah sangat
lumrah. ada yg bilang boleh A, ada yg bilang boleh B. kita harus
liat konteksnya donk.
ya, gunakan akal sehat kita masing2 aja.....

cheers
surya
===========================================================








--- In [email protected], "EasyCoolSmart"
<[EMAIL PROTECTED]...> wrote:
>
>   ----- Original Message -----
>   From: Surya Wijaya
>   To: [email protected]
>   Sent: Saturday, June 11, 2005 21:17
>   Subject: [Dharmajala] Lama=Monk?
>
>
>   Malam minggu sendirian di warnet, terbebas sebentar dari murid2
yg crazy. Ngajar di SLB?
> Saya sih jarang baca Tibetan Buddhis, tapi setiap baca, pasti
ketemu kata "monk", begitu juga Lama & Rinpoche.
>
>   Seorang Lama itu bisa bhikshu/bhikshuni bisa juga hanya
Upasaka/'Upasika. Jadi, cara tahunya gimana? Lha ditulisnya monk,
koq? Bukan layman, koq. Saya tidak mengerti banyak ttg Tibetan
Buddhism & thanks Sdr. Surya telah berbagi info ke saya. Namun,
pengertian saya sangat tergantung dari bacaan yg saya peroleh.
>
>   Ada Lama dan Rinpoche yg bukan bhiksu namun pake Jubah. Namun
jubah yg mereka pakai adalah BUKAN jubah BHIKSHU. Jadi, menurut Sdr.
Surya; Steven S. tuh umat biasa yg berjubah [bukan jubah bhiksu],
Lama [umat awam], Rinpoche [umat awam], Lama [bhiksu], atau Rinpoche
[bhiksu]?
>
>   Saya sudah cukup lama mengikuti ceramah dan seminar tentang
Tibetan Buddhisme, baik di Singapore maupun di Indonesia, baik yg
bersifat terbuka maupun 'tertutup' (utuk kalangan sendiri), tidak
ada satupun yg mengajarkan tentang 'meditasi senggama'. Walaupun
saya belum menjadi praktisi Tantra, namun saya punya banayk teman
praktisi Tantra, as far as I know, mereka tidak ada tuh yg praktek
Tantric Sex
>
>   Tantric sex itu memang ada, namun banyak sekali aturan2 dan
syarat2 sebelum seseorang mempraktikkan tantric sex. Silakan anda
cari buku2 tentang tibetan buddhisme dan atau Tantra yg 'resmi',
tidak ada satupun yg mengenai tantric sex. Agak bingung saja, alinea
di atas dgn yg ini agak kontradiktif yah? Saya tahu ini dari buku yg
dijual oleh seorang warga negara AS yg sudah lama tinggal di Tibet &
datang ke Indonesia utk khusus menjual buku2 Dharma. Dari dia saya
tahu bahwa "monk" [ini ucapannya lho] sangat fleksibel di aliran yg
dia anut [aliran mayoritas di Tibet]. Dari dia pula saya dapat
gambar dari buku meditasi aliran mereka: Adhibuddha dengan postur
duduk bermeditasi & didepannya duduk berpangku dengan posisi
hadap2an seorang wanita; [maaf] bersenggama. Karena gambarnya versi
lukisan & pertama aku kirain ilustrasi apa [teringat, dewa berwajah
4, dewi seribu tangan, dll], aku tanya saja wanita itu. So, dia
jelasin memang itulah salah satu cara latihan meditasinya,
bersenggama.
>
>   Btw, anda tau bedanya antara Tantra dan Tibetan Buddhisme? Tidak.
>
>   Asal tau aja, saat ini banyak aliran sesat yg memakai simbol2
Tantra dan atau tibetan buddhisme. Yah berarti Sdr. Surya harus
memberikan masukan kepada Tantra atau Tibetan Buddhism yg benar utk
segera ambil tindakan. Sehingga kesalahpahaman yg terjadi kepara org
seperti saya tidak terjadi lagi. Sama halnya ketika kerusuhan Mei,
beberapa tahun lalu. Harusnya yg paling berang akan kejadian itu
siapa? Umat Islam dong, lha nama mereka digunakan utk tulisan di
ruko2, nama Tuhan mereka diteriak2in saat melakukan kejahana.
Reporter dr LN khan tidak mengerti, mereka hanya menulis sesuai dgn
yg mereka saksikan apa adanya. Mengapa pemuka Agama Islam marah2
dengan pemberitaan itu? Harusnya mereka yg meluruskan & bila perlu
membersihkan reputasi mereka dr "oknum2" tsb. Sama halnya dengan
topik kita, jangan kelirukan kami yg baca... SUMBER PEMBERITAAN &
PROPAGANDANYA...
>
>   Contoh lain ketika ada umat non-Buddhis & simpatisan yg
mengkritik ceramah di Radio Cakrawala=> "Koq ada yg mengkhotbahkan
vegetarian, kemudian ada juga yg mengkhotbahkan boleh makan
daging??? Sesungguhnya mana yg benar?" Kemudian, suatu ketika mereka
berkomentar "Agama Buddha membingungkan; kadang mengajarkan
vegetarian, kadang katanya boleh makan daging..." Nah, kita yg
ngakunya Buddhis lantas berkomentar, "Lha umat itu khan tidak
mengerti, salah paham, bla3..." Kalo menurut saya, yg patut
dikoreksi adalah sumber infonya! Lha kalo sudah gado2, pantas lah yg
dengar juga bingung. Kalo mo ngajarkan vegetarian, yah udah, itu
terus yg dipropagandakan.
>
>   Kita juga sering kritik Islam & Kristen, mengaku memiliki Tuhan
yg sama; namun ajarannya berbeda2. Satunya boleh makan babi, satunya
lagi tidak boleh ~ Yg satu boleh poligami, yg satunya lagi tidak
boleh poligami ~ Satunya tidak boleh minum bir, satunya lagi boleh
minum bir. Membingungkan khan? Tuhannya sama atau beda? Ini yg kita
gunakan utk berargumen dgn pihak lain; di kita sendiri juga ada.
Salahkan pihak luar yg belum mengerti? ATAU MEMANG KITA SENDIRI YG
MEMBINGUNGKAN MEREKA???
>
>   cheers
>
>   surya
>
>   ==================================================
>
>
>
>
>




** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya maupun di luar diri saya **

** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh **

** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian **

** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari,  membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta sahabat-sahabat kami **
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/Dharmajala/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya maupun di luar diri saya **

** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh **

** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian **

** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari,  membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta sahabat-sahabat kami **




Yahoo! Groups Links

Kirim email ke