Namo Buddaya, Memang benar untuk menjadi seorang Buddhist kita tidak harus beragama Buddha. Tapi kita juga harus bijaksana dalam berpikir, dlm dunia ini kalau semua orang berpikir seperti itu wow ..... gue kaga tahu dah ...., apakah menjadi lebih baik atau lebih buruk. Mungkin ini pula yg menyebabkan Buddhis selalu minoritas dan yg berkualitas juga tidak banyak. He he he .....
Menurutku, paman si X itu memberhalakan uang dengan dalih keagamaan. Klo, kita pindah agama hanya karena diiming-imingi uang, jabatan, status, dll. Maka Bagiku itu merupakan mental yang rendah. Aku juga lahir dari keluarga yg kurang mampu, ayahku juga sudah meninggal dan adikku terlibat narkoba,Ibuku juga sakit sakitan, rumah tak punya cuma kontrak tapi hal ini tidak dapat mengoyahkan keyakinanku terhadap Buddhism. 4 th, aku didera model seperti yg anda sebutkan tp jenisnya lebih bervariasi. Orang terkadang suka MERASA yakin klo aku yakin loh terhadap Buddhism, aku paham terhadap ajaran Sang Buddha tapi jika dihadapkan masalah seperti ini langsung saja " dilema ". Maka dari itu aku sebut itu bukan keyakinan tapi merasa yakin saja. Siapa yg tidak ingin maju dan sukses. Saya rasa tidak ada kali. Semua orang ingin maju dan sukses, tapi proses menuju kesuksesan yg sedang aku kerjakan tidak dpt kutukarkan dg keyakinanku. Aku ingin menunjukkan kepada orang bahwa tidak perlu berpura pura dengan balutan "K" diluar dan " B" didalam. Itu hampir hampir pekerjaan yg sulit dipertahankan. Kenapa ?. Krn mempertahankan "B" diluar saja sdh tidak mampu, bagaimana mempertahankan " (Buddhism) " didalam. Mungkin ada tapi jarang dan biasanya itu terjadi bukan krn UANG, JABATAN ATAU STATUS. Ada beberapa masukkan dariku untuk si X : 1. Kita ajak dia berkonsultasi dengan Bhante. 2. Renungkan kembali apa yang diajarkan oleh Sang Buddha tentang hidup dan kehidupan ini. 3. Hrsnya teman teman si X yg Buddhist peduli & memberi dukungan. Berat sama dipikul dan ringan sama dijinjing. 4. Sebagai seorg Buddhis yg baik, setelah si X merenungkan hal tsb dan memilih, maka kita akan menghargai keputusannya Dibawah ini ada beberapa kalimat motivasi dari Bp. Andre Wongso yg dpt dipraktekkan jika ingin sukses dalam hal materi : Dalam mengejar materi, kita harus punya keteguhan hati dan harus dilakukan secara terus menerus. Jangan pernah takut untuk menderita krn sesungguhnya kualitas kematangan mental seseorang dibangun dari fondasi banyaknya hambatan, masalah, kelemahan dan probelem kesulitan yg mampu diatasi. Dengan bekal kegigihan, ulet dan sabar, usaha yg konsisten maka kesuksesan yg kita peroleh akan berkualitas dan pasti kita dapat. Inilah realitas hidup menurutku krn kita berani menghadapi masalah. Salam Metta, dan maaf bila ada kata kata yg tidak berkenan dihati, SL --- Rida Waty <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Dear all, > > Sekuntum teratai untuk anda semua, Para calon > Buddha. > > saya mempunyai sebuah cerita yang ingin di bagi ke > bro > & sis > dan saya ingin minta solusi dari bro & sis. > > Sebut saja namanya si "X". > Si X ini kira-kira berumur 15 thn. > Si X adalah salah satu anak asuh di lingkungan > buddhis. > dan mempunyai keyakinan tinggi kepada Buddha Dharma. > Si X ini mempunyai seorang paman yang tinggal > serumah > dengannya. > dan paman dari si X ini adalah seorang "K". > Paman si X ini sering mengajak si X untuk pindah ke > agamanya > dengan tawaran bahwa jika si X pindah agama, maka > si X akan mendapatkan tunjangan sekolah 2 kali lipat > dari tunjangan yang di dapat dari anak asuh sekarang > ini. > Nah, sekarang ini, si X lagi dilema. > Apa yang harus diperbuatnya? > Apakah harus mengambil tawaran dari paman, dengan > pura-pura > pindah agama tapi dia masih berkeyakinan pada Buddha > Dharma? > atau malah melepaskan tawaran pamannya dan tetap > menjadi anak asuh yang sekarang ini? > karena kita tahu bahwa hidup haruslah relaistis. > > Solusi dari bro & sis mungkin bisa membantunya. > > Thanks... > > RIDA > > > > > ____________________________________________________ > > Yahoo! Sports > Rekindle the Rivalries. Sign up for Fantasy Football > > http://football.fantasysports.yahoo.com > ____________________________________________________ Yahoo! Sports Rekindle the Rivalries. Sign up for Fantasy Football http://football.fantasysports.yahoo.com ** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya maupun di luar diri saya ** ** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh ** ** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian ** ** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari, membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta sahabat-sahabat kami ** Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/Dharmajala/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
