Bertemu dengan ajaran Buddha adalah suatu berkah. Tidak banyak orang yang punya kesempatan ini. Ingat perumpamaan kura-kura di samudra.
 
Orang miskin bisa jadi kaya, orang kaya bisa jadi miskin. Sekarang soal duit teratasi, tapi apakah di masa depan juga akan demikian?
 
Tapi jika hati tetap kukuh pada Buddha, maka selalu ada jalan. Mereka yang teguh pada Dharma, dari awal hingga akhir, tidak akan mati kelaparan. Hukum karma itu berlaku!!
 
salam,
Harryson
 


chingik2003 <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Dalam hal ini hanya ada 2 pilihan:
1. Menerima duit, dan menjadi "K", konsekuensinya: segi ekonomi jadi
teratasi (untuk sementara), disayangi paman, taat pada ajaran J*s*s,
mati mungkin masuk surga, tapii.....semua ini masih merupakan
pencarian duniawi, pencarian duniawi adalah pencarian yang setelah
di dapat tetap tidak dapat mengakhiri Samsara. Singkatnya:
kebahagiaan dapat diraih tetapi bersifat temporer (1 kehidupan, 2
kehidupan, 100 kehidupan). Intinya: masih dalam lautan Samsara, jadi
alangkah sayangnya..

2. Menolak duit, kembali pada jalan Buddha, konsekuensi: segi
ekonomi menjadi masalah (akan menderita dari segi ekonomi untuk
sementara), tidak disukai paman, tapi mempraktekkan jalan Buddha
dengan benar, kesempatan mencapai nirvana sangat terbuka. Intinya:
menderita beberapa waktu, tetapi jika berhasil menjalan dhamma, maka
akan lebih cepat meraih nirvana, terbebas dari lautan Samsara dan
menjadi guru para dewa dan manusia.

Silahkah pilih
Saya pilih nomor 2 !! ayo mari pilih ...

Jadi anda setuju pada tanggapan mana?




** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya maupun di luar diri saya **

** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh **

** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian **

** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari,  membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta sahabat-sahabat kami **




SPONSORED LINKS
Religion and spirituality Spirituality Dan

__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around
http://mail.yahoo.com

** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya maupun di luar diri saya **

** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh **

** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian **

** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari,  membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta sahabat-sahabat kami **




YAHOO! GROUPS LINKS




Kirim email ke