Panca Sila yang Menakjubkan
Y.A. Maha Biksu Thich Nhat Hanh
Diterjemahkan oleh: Jimmy Lominto

** bagian 13 **

Sila (Latihan Perhatian Penuh) Kelima: Diet Untuk Masyarakat yang 
Berkesadaran

Sadar akan penderitaan yang disebabkan oleh konsumsi yang tidak 
berkesadaran, aku berkomitmen untuk mengolah kesehatan fisik dan 
mental yang baik, demi diriku, keluargaku, dan masyarakatku, dengan 
mempraktikkan makan, minum, dan konsumsi yang berkesadaran. Aku 
hanya akan memasukkan barang-barang yang melestarikan kedamaian, 
kesejahteraan, dan suka cita dalam tubuhku, kesadaranku, dan dalam 
tubuh maupun kesadaran kolektif keluarga dan masyarakatku. Aku 
bertekad untuk tidak menggunakan alkohol atau intoksikan lain, atau 
memasukkan makanan atau barang-barang lain yang mengandung racun 
seperti program-program TV tertentu, majalah, buku, film, dan 
percakapan. Aku sadar  bahwa merusak tubuh atau kesadaranku dengan 
racun-racun ini adalah mengkhianati leluhurku, orang tuaku, 
masyarakatku, serta generasi yang akan datang. Aku akan berusaha 
untuk merubah kekerasan, ketakutan, kemarahan, dan kebingungan yang 
ada dalam diriku dan  masyarakatku dengan menjalankan diet untuk 
diriku dan masyarakatku. Aku paham diet yang tepat sangatlah krusial 
untuk  transformasi diri maupun transformasi masyarakat. 

Setiap kali mandi, kita bisa perhatikan tubuh kita sendiri dan 
melihat bahwa tubuh ini merupakan  pemberian orang tua kita dan juga 
orang tua mereka. Meskipun banyak dari kita yang tak ingin banyak 
berurusan dengan orang tua kita   karena mereka mungkin telah begitu 
menyakiti kita   tetapi, kala kita melihat secara mendalam, kita 
akan melihat bahwa kita tidak bisa membuang semua identifikasi 
dengan mereka. Saat membersihkan setiap bagian tubuh ini, kita bisa 
menanyakan diri kita sendiri, "Milik siapakah tubuh ini? Siapakah 
yang telah menurunkannya kepadaku? Apa yang telah diturunkan?" 
Memeditasikan dalam cara ini, kita akan menemukan tiga komponen: 
yang menurunkan, yang diturunkan, dan yang menerima transmisi 
tersebut. Pihak yang menurunkan adalah orang tua kita. Kita adalah 
kelanjutan dari orang tua dan leluhur mereka. Obyek transmisi itu 
adalah tubuh kita sendiri. Dan yang menerima transmisi itu adalah 
diri kita sendiri. Jika kita lanjut memeditasikan hal ini, kita akan 
melihat dengan sangat jelas bahwa ternyata yang menurunkan, obyek 
yang diturunkan, dan yang menerima manunggal adanya. Ketiganya hadir 
dalam tubuh kita. Kala kita bersentuhan secara mendalam dengan 
kekinian, kita akan dapat melihat bahwa seluruh leluhur dan 
generasi  kita yang akan datang ada dalam diri kita. Melihat hal 
ini, kita akan tahu apa yang seharusnya dilakukan dan apa yang tidak 
seharusnya dilakukan   untuk diri kita, leluhur kita, anak-anak 
kita, dan anak-anak mereka.

Awalnya, tatkala anda melihat ayah anda, kemungkinan anda belum 
melihat bahwa diri anda dan dia manunggal adanya. Anda mungkin marah 
kepadanya karena banyak hal. Namun, di saat anda memahami dan 
mencintai ayah anda, anda akan menyadari kekosongan transmisi. Anda 
akan menyadari bahwa mengasihi diri anda sama dengan mengasihi ayah 
anda dan mengasihi ayah anda adalah mengasihi diri anda sendiri. 
Menjaga tubuh dan kesadaran anda agar tetap sehat adalah 
melakukannya untuk leluhur, orang tua, dan generasi mendatang anda 
sendiri. Anda melakukannya untuk masyarakat anda dan semua orang, 
bukan hanya untuk diri anda sendiri. Hal pertama yang perlu anda 
camkan adalah anda mempraktikkan ini bukan sebagai suatu entitas 
yang terpisah. Apa pun yang anda masukkan ke dalam diri anda, anda 
melakukannya untuk semua orang. Semua leluhur dan generasi mendatang 
anda juga melakukannya bersama anda. Inilah makna sejati kekosongan 
transmisi. Sila Kelima seharusnya dilatih dalam semangat  ini.

Ada orang-orang yang minum-minuman beralkohol dan menjadi mabuk, 
orang-orang yang menghancurkan tubuh, keluarga, dan masyarakat 
mereka sendiri. Mereka seharusnya menahan diri untuk minum-minum. 
Tapi bagi anda yang telah selama tiga puluh tahun terakhir ini 
mengonsumsi segelas anggur setiap minggu tanpa merusak diri anda, 
mengapa anda sebaiknya menghentikannya? Untuk apa mempraktikkan sila 
ini jika minum minuman beralkohol tokh tidak merusak diri anda 
ataupun orang lain?  Walaupun dalam tiga puluh tahun terakhir ini 
anda tidak merusak diri anda dengan minum segelas atau dua gelas 
anggur setiap minggu, faktanya adalah mungkin ini akan berdampak 
pada anak-anak, cucu-cucu, dan masyarakat anda. Kita hanya perlu 
melihat secara mendalam untuk melihat hal ini. Anda mempraktikkan 
bukan hanya untuk diri anda sendiri, melainkan juga untuk semua 
orang. Anak-anak anda mungkin memiliki kecenderungan untuk terjerat 
ke dalam alkoholisme dan dengan melihat anda minum anggur setiap 
minggu, salah satu dari mereka bisa jadi alkoholik di kemudian hari. 
Jika anda melepaskan dua gelas anggur anda, ini dilakukan untuk 
menunjukkan kepada anak-anak, para sahabat, dan masyarakat anda 
bahwa hidup anda bukan hanya untuk diri anda sendiri saja. Hidup 
anda adalah untuk leluhur, generasi mendatang, dan juga untuk 
masyarakat anda. Menghentikan minum dua gelas anggur setiap minggu 
adalah suatu praktik yang sangat mendalam, walaupun minum hingga 
sejauh ini belum merugikan diri anda sendiri. Inilah insight seorang 
bodhisatwa yang tahu bahwa segala yang ia lakukan adalah untuk 
leluhur dan generasi mendatangnya. Kekosongan transmisi adalah basis 
dari Sila Kelima. Pemakaian narkoba yang dilakukan oleh begitu 
banyak orang muda seharusnya juga dihentikan dengan insight yang 
serupa. 

Dalam kehidupan modern, orang-orang berpikir tubuh mereka adalah 
milik mereka sendiri dan mereka boleh melakukan apa saja yang mereka 
inginkan padanya. "Kami berhak untuk menjalani kehidupan kami 
sendiri." Tatkala anda melakukan deklarasi macam ini, hukum 
mendukung anda. Ini adalah salah satu manifestasi dari 
individualisme. Tetapi, menurut ajaran tentang kekosongan, tubuh 
anda bukanlah milik anda sendiri. Tubuh anda adalah milik leluhur, 
orang tua, dan generasi mendatang anda. Tubuh anda juga merupakan 
milik masyarakat dan semua makhluk hidup. Mereka semua datang 
berkumpul untuk menghadirkan tubuh ini   pepohonan, awan, segala 
sesuatu. Menjaga tubuh anda agar tetap sehat adalah mengekspresikan 
rasa terima kasih anda pada segenap jagad raya, seluruh leluhur, dan 
juga tidak mengkhianati generasi mendatang. Kita praktikkan sila ini 
untuk seluruh jagat raya, seluruh masyarakat. Jika kita sehat, semua 
orang  akan memperoleh manfaatnya   bukan hanya setiap insan dalam 
masyarakat pria dan wanita, tapi juga setiap makhluk dalam 
masyarakat binatang, tumbuhan, dan mineral. Inilah sila bodhisatwa. 
Kala kita praktikkan Panca Sila, kita sudah berada di jalur 
bodhisatwa.

Manakala kita mampu keluar dari cangkang diri kecil kita ini dan 
melihat kita saling terkait dengan semua insan dan segala sesuatu, 
kita akan melihat bahwa setiap tindakan kita terkait dengan seluruh 
umat manusia, dengan seluruh alam semesta. Menjaga diri anda agar 
tetap sehat adalah menjadi bajik terhadap leluhur, orang tua, 
generasi mendatang, dan masyarakat anda. Kesehatan bukan hanya 
mencakup kesehatan fisik saja, melainkan juga kesehatan mental. Sila 
Kelima adalah mengenai kesehatan dan penyembuhan.

"Sadar akan penderitaan yang disebabkan oleh konsumsi yang tidak 
berkesadaran, aku berkomitmen untuk mengolah kesehatan fisik dan 
mental yang baik, demi diriku, keluargaku, dan masyarakatku…"  
Karena anda melakukannya bukan hanya untuk diri anda sendiri, 
menghentikan minum satu atau dua gelas anggur setiap minggu sungguh 
merupakan tindakan seorang bodhisatwa. Anda melakukannya untuk semua 
makhluk. Saat berada di sebuah resepsi, kala orang menawarkan anda 
segelas anggur, anda dapat tersenyum dan menolaknya dengan 
halus,"Terima kasih. Saya tidak minum minuman beralkohol. Saya akan 
senang sekali jika anda membawakan saya segelas jus atau air putih." 
Anda melakukannya dengan lembut, dengan senyum. Ini akan sangat 
membantu. Anda memberikan teladan kepada banyak sahabat, termasuk 
banyak anak-anak yang hadir di sana.  Walaupun hal itu dapat 
dilakukan dengan cara yang sangat sopan dan halus, itu sungguh 
merupakan tindakan seorang bodhisatwa, memberikan teladan melalui 
kehidupan anda sendiri. 

Segala sesuatu yang dimakan, diminum, dicemaskan, atau ditakutkan 
oleh seorang calon ibu akan berdampak kepada bayi dalam 
kandungannya. Meskipun bayi itu masih sangat kecil, tapi, segala 
sesuatu telah ada di dalam dirinya. Jika si calon ibu muda itu tidak 
menyadari hakikat interbeing, dia mungkin akan menyebabkan kerusakan 
kepada dirinya dan juga anaknya pada saat yang bersamaan. Jika dia 
meminum minuman beralkohol, dia akan merusak sel-sel otak bayinya 
itu hingga batas-batas tertentu. Riset modern telah membuktikan hal 
ini.

Konsumsi yang berkesadaran adalah obyek dari sila ini. Kita adalah 
apa yang kita konsumsi. Jika kita melihat barang-barang yang kita 
konsumsi setiap harinya,  kita akan dapat mengenali sifat dasar kita 
dengan baik. Memang kita harus makan, minum, mengonsumsi, namun, 
jika kita melakukannya secara tidak berkesadaran, kita akan 
menghancurkan tubuh dan kesadaran kita, tidak menunjukkan rasa 
terima kasih terhadap para leluhur, orang tua, dan generasi 
mendatang kita.

Sewaktu kita makan secara penuh kesadaran, kita bersentuhan dekat 
dengan makanan itu. Makanan yang kita makan berasal dari alam, dari 
berbagai makhluk hidup, dan dari segenap jagad raya. Menyentuhnya 
dengan penuh kesadaran adalah menunjukkan rasa terima kasih kita. 
Makan dengan penuh kesadaran dapat menjadi suka cita besar. Kita 
mengambil makanan dengan garpu, memerhatikannya sejenak sebelum 
memasukkannya ke dalam mulut kita, lalu mengunyahnya secara hati-
hati dan penuh kesadaran, paling tidak 50 kali. Jika kita melatih 
ini, kita akan mampu menyentuh seluruh alam semesta.

Bersentuhan juga berarti mengetahui apakah ada racun atau tidak 
dalam makanan kita. Berkat kesadaran kita, kita dapat mengenali 
apakah makanan sehat atau tidak. Sebelum makan, para anggota 
keluarga dapat mempraktikkan bernafas masuk dan keluar, dan melihat 
makanan yang terhidang di atas meja. Satu orang dapat menyebutkan 
nama dari setiap sajian, "kentang," "salad," dsbnya. Menyebut 
sesuatu dengan namanya membantu kita untuk menyentuhnya secara 
mendalam dan melihat sifat dasarnya. Pada saat yang bersamaan, 
perhatian penuh mengungkapkan kepada kita ada racun atau tidak dalam 
setiap hidangan tersebut. Anak-anak menikmati melakukan hal ini jika 
kita menunjukkan mereka caranya. Makan berkesadaran adalah suatu 
pendidikan yang baik. Jika anda latih ini untuk suatu jangka waktu, 
anda akan temukan anda akan makan secara lebih hati-hati dan latihan 
makan berkesadaran anda akan menjadi teladan bagi orang lain. Makan 
dalam cara yang dapat membawa kesadaran masuk ke dalam kehidupan 
kita merupakan sebuah seni.... [bersambung]..






** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya 
maupun di luar diri saya **

** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman 
hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta 
kasih yang kokoh **

** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami 
secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas 
dari belenggu kelahiran dan kematian **

** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas 
asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari,  
membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan 
kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, 
para guru, serta sahabat-sahabat kami ** 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/Dharmajala/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke