| Kamis, 14 Juli 2005 |
|
Perhutani Selalu Merugi
Semarang, Kompas - Perum Perhutani harus merugi lebih dari Rp 1 triliun per tahun akibat rendahnya harga kayu, penjarahan, serta lemahnya pengamanan. Hal tersebut disampaikan oleh Direktur Utama Perum Perhutani Transtoto Handadhari di sela- sela acara sosialisasi kebijakan perusahaan terkait dengan adanya direksi baru di Rimba Graha, Semarang, Rabu (13/7). Transtoto Handadhari mengakui, ulah orang dalam dari level atas hingga level bawah adalah salah satu faktor hingga lenyapnya potensi keuntungan Perum Perhutani senilai lebih dari Rp 1 triliun per tahun tersebut. Mau tak mau Perhutani harus berani mengatakan ada orang dalam yang ikut bermain. Saya tidak mengatakan otaknya, namun ikut bermain, kata Transtoto Handadhari. Dijelaskannya, tiap tahun Perum Perhutani memproduksi 800.000 kubik kayu. Dari sisi harga saja, ternyata dijual dengan harga sangat murah. Akibatnya terjadi kehilangan potensi keuntungan Perum Perhutani senilai kurang lebih Rp 400 miliar. Katanya, kerugian itu belum termasuk hilangnya potensi keuntungan yang seharusnya bisa didapat jika pengamanan kawasan hutan berjalan ketat. Atau bila kawasan hutan Indonesia terbebas pencurian kayu serta tindakan negatif lainnya. Transtoto juga mensinyalir rendahnya harga kayu akibat permainan yang dilakukan oleh mafia pedagang kayu. Katanya, mafia dimaksud terutama terkait jenis kayu jati yang omzetnya mencapai 80 persen dari seluruh nilai aset Perhutani. Ia memberi contoh, harga lelang kayu sebesar Rp 6 juta per meter kubik dijual menjadi Rp 10 juta per meter kubik. Sementara harga lelang tidak bisa naik karena ada sistem ho. Ketika lelang terjadi, pedagang mengatakan ho sehingga lelang batal terus. Terjadi pula upaya penurunan kualitas kayu dari A2-A3 yang bagus menjadi A1 yang jelek, diameter kayu 30 sentimeter diakukan 28 sentimeter. Padahal selisih satu sentimeter bernilai Rp 1 juta. Permainan ini tentu sepengetahuan pelaku internal dan ini berlaku di semua tingkatan, kata Transtoto. Restrukturisasi Di lain pihak, lanjut Transtoto, konsumen langsung tidak mampu melakukan transaksi dengan Perhutani karena sistemnya tidak dibangun dengan baik. âRestrukturisasi Perhutani sedang kami lakukan, satu bulan ini akan tampak, mudah-mudahan bulan Agustus saya bisa tampilkan wajah baru Perum Perhutani,â tandas Transtoto. Terkait illegal logging, Trastoto mengatakan, bukan orang Perhutani yang melakukannya. Meski begitu, ia tidak membantah kemungkinan adanya orang dalam yang ikut terkait, baik langsung maupun tidak langsung dalam kasus illegal logging itu. Perhutani di tangan direksi baru sepakat untuk membersihkan praktik-praktik kotor, termasuk praktik memperkaya diri. Menerima uang yang bisa menjadi keuntungan perusahaan pun kita cegah, apalagi nyolong, tandas Transtoto. Sementara itu, keterangan dari Rencana Jangka Panjang (RJP) Perum Perhutani dengan catatan nilai kerugian agak berbeda. Disebutkan, Perum Perhutani selama lima tahun ini telah mengalami kerugian sekitar Rp 1,7 triliun. Kerugian itu bersumber antara lain dari kerusakan sekitar 1 juta hektar hutan selama lima tahun terakhir. Sumber kerugian lainnya dari pencurian kayu melalui penebangan liar serta kebakaran kawasan hutan. Catatan kerugian Perum Perhutani, menurut Transtoto, nilainya jauh lebih tinggi. Itu terjadi karena Transtoto memasukkan berbagai potensi lainnya yang ikut merugikan Perum Perhutani. Desebutkan antara lain masih adanya lahan nganggur atau lahan pasih. |
__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around
http://mail.yahoo.com
** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya maupun di luar diri saya **
** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh **
** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian **
** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari, membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta sahabat-sahabat kami **
---- LSpots keywords ?>
---- HM ADS ?>
YAHOO! GROUPS LINKS
- Visit your group "Dharmajala" on the web.
- To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
- Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.
