Pahlawan Lingkungan Hidup
Siapapun bisa mengumpulkan sampah untuk didaur ulang. Niat untuk
melestarikan lingkungan hidup sekaligus membantu orang lain, itulah
hal yang paling utama. Ibu Eva dan Ibu Kristin merupakan contoh insan
Tzu Chi yang bersedia menampung sampah di rumahnya untuk disumbangkan
ke pusat daur ulang Tzu Chi.
Ibu Eva merupakan satu dari segelintir pengusaha sukses yang bersedia
turun tangan sendiri untuk mengumpulkan sampah. Ibu dari 4 orang anak
ini tadinya tidak percaya bahwa sampah bisa menolong orang. Beliau
mendengar tentang daur ulang sampah saat menjadi relawan Tzu Chi.
Bite: Ibu Eva
"Pertama-tama saya masuk di Yayasan Tzu Chi, Yayasan Tzu Chi ya, saya
kan training saya denger ini sampah bisa daur ulang"
Setelah mendengar bahwa sampah daur ulang bisa manghasilkan dana
untuk menolong orang yang tidak mampu, ibu yang energik ini menjadi
pelopor daur ulang di lingkungan tempat tinggalnya dibilangan Melawai
Jakarta pusat,dan ia lakukan saat sedang mengikuti senam pagi.
Bite: Ibu Eva
"Saya kan seminggu dua kali senam pagi di depan kelurahan Melawai
ini, nah pertama-tama tuh si ibu-ibu, kan si pak lurah kan sediain
air minum satu dus setiap kali senam pagi, nah ibu-ibu bapak-bapak
abis minum suka buang sembarangan, sembarangan saya pungut, pungut
pada heran kok pungut sampah buat apa mungut gituan, trus saya
ceritain, ini bisa buat daur ulang, supaya kita mengurangi sampah
juga di lingkungan kita."
Sejak saat itu setiap kali ada senam pagi, para tetangga yang salut
dengan ketekunannya selalu membawakan sampah untuk ditampung di
rumahnya. Sampah ini terdiri dari sampah plastik, kertas dan
sebagainya.
Kini bukan hanya tetangga, sanak saudara, relasi bisnis, karyawan dan
pembantu pun dimintai tolong untuk mengumpulkan sampah. Sampah ini
dikumpulkannya di tokonya yang terletak di Plasa Indonesia untuk
kemudian diangkut ke rumah. Pada mulanya, relasi bisnis dan karyawan
Ibu Eva merasa heran kenapa pengusaha seperti beliau mau mengumpulkan
sampah. Setelah dijelaskan bahwa sampah itu bisa dijual lagi dan
hasilnya digunakan untuk menolong orang, mereka justru merasa salut
dan turut berpartisipasi mengumpulkan sampah.
Ibu Kristin Wang juga aktif menyumbangkan sampah untuk pusat daur
ulang Tzu Chi. Insan Tzu Chi yang satu ini memiliki kebiasaan yang
unik. Beliau suka jalan-jalan pagi bersama anjing kesayangannya.
Setiap kali menemukan sampah di jalan, ibu yang ramah ini tidak segan-
segan memungut sampah tersebut untuk dijadikan satu dengan sampah
yang ditampung di rumahnya untuk kemudian disumbangkan ke pusat daur
ulang Tzu Chi.
Para tetangganya juga dimintai tolong untuk mengumpulkan sampah.
Beberapa tetangganya bahkan datang secara berkala untuk mengantarkan
sampah ke rumahnya.
Itulah sedikit gambaran dari dua insan Tzu Chi yang bersedia membantu
menampung dan menyumbangkan sampah demi misi kemanusian. Sikap penuh
cinta kasih ini juga membantu melestarikan lingkungan hidup.
sumber : www.tzuchi.or.id
** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya
maupun di luar diri saya **
** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman
hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta
kasih yang kokoh **
** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami
secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas
dari belenggu kelahiran dan kematian **
** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas
asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari,
membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan
kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua,
para guru, serta sahabat-sahabat kami **
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/Dharmajala/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/