Syair Untuk Meditasi
 
24. Mengikuti Nafas
 
Ketika menarik nafas,saya menenangkan tubuh saya.
Ketika mengeluarkan nafas, saya tersenyum.
Ketika berdiam di saat ini,
Saya mengetahui inilah waktu yang luar biasa!
 
 
     Dalam masyarakat kita yang sibuk, untuk bisa bernafas dengan kesadaran dari waktu ke waktu adalah suatu keberuntungan besar. Tubuh dan pikiran kita menjadi tenang dan terkonsentrasi, serta membawa kebahagiaan, kedamaian, dan ketenangan. Kita dapat bernafas dengan kesadaran ketika duduk bermeditasi atau kapan saja sepanjang hari. Ketika bernafas, kita dapat melafal gatha ini.
     "Ketika menarik nafas,saya menenangkan tubuh saya."Syair ini seperti minum segelas air dingin. Anda merasa menarik nafas dan melafal syair ini, saya benar-benar merasakan nafas tersebut menenangkan tubuh dan pikiran saya."Ketika mengeluarkan nafas, saya tersenyum."Sebuah senyuman akan mengendurkan ratusan otot wajah, dan membuat Anda menguasai diri Anda sendiri. Inilah sebabnya para Buddha dan Bodhisattva selalu tersenyum.
     "Ketika berdiam pada saat ini."Ketika saya duduk disini, saya tidak memikirkan yang lain. Saya duduk disini,dan saya tahu dimana saya berada."Saya tahu ini adalah waktu yang luar biasa."Duduk dengan stabil dan tenang adalah kebahagiaan, dan akan mengembalikan kita kepada diri kita sendiri yaitu pernafasan kita,senyuman, dan sifat kita yang sejati. Kita dapat menghargai saat ini. Kita dapat menanyakan pada diri sendiri,"Jika saya tidak memiliki kedamaian dan kebahagiaan saat ini, kapan saya akan memilikinya - besok atau lusa? Apa yang mencegah saya untuk bahagia saat ini? Ketika kita mengikuti pernafasan kita, kita dapat mengatakan "tenanglah,tersenyumlah,saat ini adalah saat yang luar biasa."
     Latihan ini tidak hanya untuk pemula. Banyak dari kita yang telah mempraktekkan selama empat puluh atau lima puluh tahun dengan cara yang sama,karena hal ini begitu vital. Dalam sutra "Bernafas dalam Kesadaran Penuh (Anapassati)", Buddha memberikan enam belas latihan untuk membantu kita bernafas dengan kesadaran. Gatha ini adalah kondensasi dari banyak latihan tersebut. Kondensasi lainnya adalah di dalam syair ini :
 
Ketika menarik nafas,saya tahu saya sedang menarik nafas.
Ketika mengeluarkan nafas, saya tahu
Sebagaimana tarikan nafas yang semakin  dalam,
Nafas keluar semakin perlahan.
Ketika menarik nafas membuat saya tenang.
Ketika mengeluarkan nafas membuat saya terkendali.
Dengan masuknya nafas, saya tersenyum.
Dengan keluarnya nafas, saya lega.
Ketika menarik nafas,hanya ada saat ini.
Ketika mengeluarkan nafas, ini adalah saat yang luar biasa.
 
Syair ini dapat diringkas menjadi delapan kata dalam dua frasa:
Masuk, dan keluar; semakin dalam, dan perlahan;
Tenang, dan terkendali; senyum dan lega;
Saat ini adalah saat yang luar biasa.
 
     Ketika duduk,berjalan,berdiri atau melakukan aktifitas - ini adalah praktek yang sangat mudah.
     Pertama-tama, kita mempraktekkan "Masuk, dan keluar." Menarik nafas, dapat kita katakan "Masuk", dengan tenang untuk menjaga kesadaran ketika kita menarik nafas. Ketika mengeluarkan nafas, kita mengatakan,"Keluar", sambil menyadari bahwa kita sedang mengeluarkan nafas. Masing-masing kata merupakan pedoman yang membantu kita untuk kembali pada pernafasan masuk di saat ini. Kita dapat mengulangi "Masuk,dan keluar" sampai kita menemukan konsentrasi kita penuh kedamaian dan solid. Yang paling penting dari semuanya adalah kita menikmati apa yang sedang kita lakukan.
     Selanjutnya kita katakan "Dalam" dan "Perlahan" pada pernafasan berikutnya. Ketika kita bernafas dengan sadar, pernafasan kita semakin dalam dan perlahan. Kita tidak melakukan usaha yang khusus, akan tetapi hanya memperhatikannya semakin dalam dan perlahan, lebih damai,dan menyenangkan. Kita dapat terus bernafas,"Dalam,Perlahan,Dalam,Perlahan," sampai kita pindah ke frasa lain,yaitu,"Tenang,Terkendali."
     Kata "Tenang" berasal dari latihan dalam sutra yang menyatakan,"Saya menarik nafas dan melakukan aktifitas seluruh tubuh saya tenang dan damai. Saya mengeluarkan nafas dan melakukan aktifitas seluruh tubuh saya tenang dan damai." Kata "Tubuh" disini juga berarti "Pikiran", karena selama praktek,tubuh dan pikiran menjadi satu.
     Ketika kita mengeluarkan nafas, kita katakn, "Terkendali." Terkendali berarti perasaan tidak tertekan dan bebas. Waktu kita hanya untuk bernafas dan menikmati pernafasan tersebut. Kita merasakan ringan dan bebas dengan terkendali. Kita mengetahui bahwa bernafas adalah hal paling penting saat ini, sehingga kita hendaknya menikmati praktek bernafas ini. Perasaan terkendali ini adalah satu dari tujuh faktor penerangan dalam Buddhisme.
     Setelah menguasai "Tenang, dan Terkendali", kita beralih pada "Senyum, dan Lega". Ketika kita menarik nafas, bahkan jika kita tidak merasa kebahagiaan saat ini, kita masih dapat tersenyum. Walau faktanya tidak seperti itu, karena setelah mempraktekkan bernafas dengan cara ini, kita sudah merasakan kebahagiaan dan kedamaian. Ketika kita tersenyum,kebahagiaan dan kedamaian akan lebih dapat diatasi, dan tekanan pun akan lenyap. Ini adalah sejenis "Yoga Mulut". Kita tersenyum untuk setiap orang.
     Ketika kita mengeluarkan nafas, kita katakan "Lega".Setiap orang merasakan sakit dan penderitaan. Kita hendaknya dapat melepaskannya dan tersenyum pada penderitaan kita. Kita hanya dapat melakukannya jika kita mengetahui bahwa saat ini adalah saat dimana kita hidup. "Saat ini adalah saat yang luar biasa". Alangkah luar biasanya kita dapat hidup !
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
    
Maha Bikhsu Y.A. Thich Nhat Hanh
"Saat ini Saat Terindah"


Ketika Bangun Pagi ini, Saya tersenyum
Dua puluh empat jam baru ada di depanku
Saya berjanji untuk hidup secara penuh perhatian dan berkesadaran pada setiap saatnya
Dan memandang semua makhluk dengan mata welas asih
 
Sekuntum teratai untuk anda, seorang calon Buddha .

__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around
http://mail.yahoo.com

** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya maupun di luar diri saya **

** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh **

** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian **

** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari,  membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta sahabat-sahabat kami **




SPONSORED LINKS
Religion and spirituality Spirituality


YAHOO! GROUPS LINKS




Kirim email ke