Dear Romo Kreshna and all,

Sekuntum teratai untuk anda semua, para calon Buddha.

Apa yang kita lihat, dengar, dan alami saat ini tidak bisa lepas dari
apa yang telah terjadi di masa lalu.

Apa yang akan kita lihat, dengar, dan alami di masa yang akan datang
tidak bisa lepas dari apa yang kita perbuat hari ini.

Mengharapkan perubahan positif dalam komunitas Buddhis akan terjadi
dengan sendirinya adalah bagaikan mengharapkan flu burung akan lenyap
dengan sendirinya.

Sudah jelas jika kita ingin ada perubahan yang lebih positif, kita
harus bekerja secara aktif untuk mengondisikannya.

Boleh saja mayoritas dari kita, duduk manis, diam menunggu mayoritas
pemegang kekuasaan dalam organisasi-organisasi Buddhis untuk
mengadakan perubahan yang kontekstual. Tapi tepatkah kita memilih
langkah ini? 

Bagaimana kalau kita memilih untuk senantiasa menggugah dan mengajak
muda-mudi Buddhis untuk bersama-sama dengan kita Belajar, Berlatih,
dan Berbagi Hidup Berkesadaran dan SEB, dengan harapan beberapa tahun
mendatang akan muncul lapisan pemimpin muda Buddhis yang akan memiliki
fondasi spiritual, leadership, manajerial, disiplin ilmu kontemporer,
dan skills dan terutama komitmen dan konsistensi yang jauh lebih
memadai daripada kebanyakan "leader" Buddhis yang sekarang, sehingga
harapan dan aksi untuk mengondisikan perubahan yang lebih positif
menjadi lebih nyata dan membumi?   


Lebih baik mencoba walau gagal, daripada gagal untuk mencoba.


Salam Perjuangan

JL

 
--- In [email protected], kreshna amurwabumi 

<[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> 
> Rekan-rekan Dharmajala,
> 
>  
> 
> Seperti pernah saya lontarkan di millist ini bahwa dalam era
berkembangnya agama Budha maka membangun vihara merupakan karma yang
sangat tinggi, tapi di dalam era penurunan agama Budha maka usaha
mempertahankan dan menambah orang yang mengakui pentingnya kebenaran
yang diajarkan Sang Budha menjadi karma yang sangat tinggi (disini
tentunya mendirikan sekolah Budhist, , dana sosial , bakti sosial
untuk memberi contoh konkrit dalam praktek Dhamma termasuk bagian
kedua). Akan tetapi di kalangan umat Budha masih banyak yang
beranggapan berdana membangun vihara di tempat yang viharanya sudah
banyak merupakan berdana yang pakling tepat. Memang betul di
daerah-daerah tertentu yang viharanya sudah reot, mau ambruk dan
kondisi-kondisi buruk lainnya, berdana membangun, memperbaiki vihara
merupakan usaha yang sangat tinggi manfaatnya karena vihara semacam
ini akan memberi tempat bagi oang yang mencari kebenaran. Karakter
semacam ini rasanya memerlukan waktu yang lama untuk mengubahnya (tentunya
>  perlun kita ubah, tidak boleh berputus asa karenanya). Karena hal
ini saya mempunyai pemikiran lain yang akan saya kemukaakan dibawah
ini, tapi untuk itu saya ingin memberi latar belakang pemikiran
tersebut. Alasan saya begini:





** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya 
maupun di luar diri saya **

** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman 
hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta 
kasih yang kokoh **

** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami 
secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas 
dari belenggu kelahiran dan kematian **

** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas 
asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari,  
membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan 
kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, 
para guru, serta sahabat-sahabat kami ** 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/Dharmajala/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke