Yah, sementara Einsten bilang agama Buddha adalah Agama yang sangat
tepat untuk masa mendatang (kira-kira bahasanya seperti ini ya)
tapi cara berjalan kita masih sangat primitif..yah *tetangga* kita
sudah mengantisipasi, sudah merubah cara pendekatan
sementara kita masih itu-itu saja...karena *kalau mau adakan perubahan
menuju ke perkembangan rada sensitif*
bisa-bisa banyak aturan yg dilanggar (katanya)
Oh ya untuk game hehehe (kebetulan sedikit banyak saya tukang main game)
ada beberapa game seperti
-TS Online
-Fairyland
-Nexon (dulu di Indonesia Nexia)
memiliki sistem Karma dalam setiap karakter yg dimainkan...
jadi si pemain tidak boleh sembarangan melakukan kejahatan atau point
karmanya akan merosot...jika karma merosot maka terdapat hukuman/pinalty
(tidak bisa melakukan quest atau hal2 lain)
Anak-anak juga harus memiliki masa kanak-kanak....
kalau saya diawasin dengan pecut suruh meditasi/ belajar suatu saat saya
pasti akan memberontak...
lain halnya kalau saya diberi pengertian.... nah cara menanamkan
pengertian ini yg harus dikembangkan
sorry rada menyimpan dari Subject...
with metta,
yamin
pelayan_buddha wrote:
> --- In [EMAIL PROTECTED], Moggalana by way of <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> Dari: "Moggalana" <[EMAIL PROTECTED]>
>
> Ikutan Nimbrung ya,
>
> Saya mau berbagi pengalaman dikit aja, ketika saya mencoba ingin
> mengajarkan meditasi kepada putri saya yang kala itu berusia 12
> tahun, kenapa saya ingin meencoba mengajarkannya, karena sebelumnya
> dia sudah senang membaca bacaan tentang Buddha, riwayat Sidharta,
> cerita Jataka dsb...kelihatannya dia sepertinya mulai tertarik ke
> agama Buddha, lain sekali dengan Putra saya satunya yang tidak
> tertarik sama sekali.
>
> Mula-mula saya memberikan sedikit pengetahuan mengenai meditasi,
> tentunya yang sangat basic aja...dia pun tertarik, ketika saya ajak
> berlatih, dia pun mau...tapi begitu berselang sekian menit aja, dia
> pun mulai mengeluh, " bosen pa..., jenuh pa...enakan ini..itu..."
> segala teori maupun kesabaran saya telah coba untuk mengajaknya
> kembali berlatih...lama-lama bukan dia makin tertarik, malah
> akhirnya dia sudah tidak mau mebaca buku-buku Buddha lagi, sambil
> mengeluh, " membosankan, menjemukan, tidak menarik sama sekali,
> enakan di sekolah( katholik ) ada ini, itu.. dst..dst.."
>
** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya
maupun di luar diri saya **
** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman
hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta
kasih yang kokoh **
** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami
secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas
dari belenggu kelahiran dan kematian **
** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas
asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari,
membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan
kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua,
para guru, serta sahabat-sahabat kami **
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/Dharmajala/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/