knp di medan gak boleh ke vihara? saya ga pernah dgr
tuh..(blm kali ya), saya jg medan lang koq :)
metta,
gunasena
--- Yamin Prabudy <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> zentao ba wrote:
>
> > Saya menanyakan satu persatu orang dalam komunitas
> kristen tersebut
> > bagaimana latar belakang mereka sebelum menjadi
> Kristen.
> > Kebanyakan memang ke klenteng dan vihara,
> sembahyang lalu pulang, dan
> > mereka memang tidak mengetahui bahkan kulit-kulit
> luar ajaran Buddha.
> > Masalahnya kalo mereka mengaku mantan Buddhist
> meskipun mereka sama
> > sekali tidak mengerti dan memahami Buddhisme,
> apakah kita bisa
> > menyalahkan mereka?
> >
> Apakah saya bisa disebut anak lulusan (mantan) SMA
> kalau 1x1 aja saya
> jawab 5 duduk di bangku SMU aja ngak pernah
> tapi saya (mantan) pemakai seragam SMA (naik kelas
> SD dan SMP lagi) ??
> maksud saya...koq belum punya modal (pemahaman
> dasar) sudah bisa
> mengatakan pernah mempelajari ???
>
> > Tentang yang broken home, katanya sich dia ikut
> retret Kristen, trus
> > dia mengalami Tuhan di sana sehingga depresinya
> hilang. Menurut saya
> > wajar aja, karena sewaktu retret banyak orang yang
> care dan peduli
> > dengan dia.sementara teman-teman viharanya tidak
> ada yang mau
> > menyokong dan peduli pada dia. Wajar donk kalo dia
> pindah ke kristen...
>
> Kalau itu wajar,...saya jg mantan orang yang kecewa
> dengan orang yang
> menyebutkan dirinya *Buddhist* tapi yang diurus dan
> dipikirkan adalah
> melulu dirinya sendiri...lingkungan sekitar dan
> orang sekitar tidak
> diperdulikan sama sekali.....
> tapi sepertinya Andapun hanya seorang *mantan*
>
> kalau Anda masih ragu..saran saya yuk ikutan retret
> untuk pemula 1 kali
> aja...
> memang waktunya singkat cuman 3 hari...tapi lumayan
> setidaknya tempat
> *berjinjit* (belum berdiri sempurna) bisa di
> dapatkan
>
> >
> > Semoga saja, kaum Buddhist bisa lebih aktif lagi
> dalam melakukan
> > kegiatan kemanusiaan dan pendidikan Buddhist
> melalui pendirian
> > sekolah-sekolah.
> >
> > Saya sendiri pada awalnya juga Buddhist cung cung
> cep cep. Belasan
> > tahun sekolah Katolik dan ketika di jakarta, saya
> memasuki organisasi
> > Buddhist di universitas saya dan saya sangat
> kecewa karena orang-orang
> > Buddhist yang saya temui di sana pengetahuan dan
> pemahaman
> > Buddhismenya sangat rendah. Kebanyakan hanya
> mengagungkan dan selalu
> > membicarakan konsep karma dalam Buddhisme.
>
> Karena konsep karmalah yang selalu diangkat....
> kebanyakan mengangkat konsep karma dengan tujuan
> untuk menakut-nakuti
> (setidaknya ini menurut saya)...supaya pada berbuat
> baik..tidak berbuat
> jahat dll dll dll
> sama seperti dengan konsep surga dan neraka...ngak
> beda jauh koq
> saya sendiri, tidak begitu suka pembicaraan mengenai
> karma...apalagi
> yang pegang kalkulator karma (semua dihitung untung
> rugi buat karmanya)
> menurut saya dengan pemahaman mengenai karma yg
> berlebihan maka kita
> bertindak tanduk bukan lagi alami..tapi karena kita
> ketakutan....
> dan selalu mengharapkan pahala untuk setiap
> perbuatan baik...
> tapi karena kita masih manusia biasa yang baru
> belajar, maka konsep
> karma kadang bisa membantu kita dan kadang itulah
> yang diharapkan...
> sama seperti apa yang Anda katakan di atas
> "Masalahnya kalo mereka mengaku mantan Buddhist
> meskipun mereka sama
> sekali tidak mengerti dan memahami Buddhisme, apakah
> kita bisa
> menyalahkan mereka?"
> jadi bisakah kita menyalahkan mereka yang belum
> memahami ?? saya
> rasa...kita tidak bisa menyalahkan mereka...
> harusnya kita menyalahkan diri kita sendiri..karena
> kita sudah tahu dan
> tidak memberikan pemahaman yang benar...
> Buddha aja tidak pelit memberikan DhammaNya bagi
> kita...harusnya kita
> sebagai umatnya juga tidak boleh pelit
> memberikan apa yang kita ketahui kepada orang lain
> yg bersumber dari Beliau.
>
>
> hehehe, saya juga sama seperti Anda dulu....
> tapi apakah kita bisa meyalahkan orang yang NATO
> yang tidak mau mencari
> pemahaman dan belajar ?
> harusnya kita menyalahkan diri kita tidak berusaha
> mengajak orang yang
> NATO untuk mencari pemahaman dan belajar.....
>
>
> >
> > Padahal inti dari ajaran Buddhisme bukan lah
> mengenai karma.
> >
> > Beruntung ada media internet tempat saya untuk
> mendalami Buddhisme.
> > Saya juga menemukan guru meditasi dan mengikuti
> retret vipassana di
> > sini. Jika tidak, mungkin saja saya sekarang bukan
> seorang Buddhis
> > karena tawaran dari tetangga tentu lebih menarik (
> percaya aja,semua
> > karma buruk saya langsung ditebus, asyik ga ? ).
> >
> memang jadinya asik banget...tapi apakah benar semua
> karma buruk kita di
> tebus ??? sudah ada buktinya belum ???
> saya butuhkan bukti, bukan kata-kata janji yang
> belum pasti....kecuali
> yang janjiin itu Tuhan langsung yg ngomong sama
> saya....
> ini yang ngomong pendeta juga bukan koq...dan lagian
> masak sih pastur
> bisa menjanjikan sesuatu yang dia sendiri juga belum
> buktikan
> kembali lagi..sepertinya Anda jg sudah menemukan
> jawab yang tepat
> heheheheheh
>
> > Kasih kesaksian donk gimana ceritanya anda yang
> semula Kristen and ga
> > boleh ke vihara, tiba-tiba bisa mengenal dan
> tertarik kepada agama Buddha.
> > saya menemukan bahwa bagi orang -orang Kristen,
> membaca buku Buddhist
> > dan ke vihara sangat dilarang. Saya yakin anda
> dulu pun antipati
> > terhadap Buddhis, Bagaimana ceritanya kok bisa
> tiba-tiba tertarik
> > dengan Buddhisme?
> >
> > With metta,
> >
> > Feri
>
> saya bukan Kristen, memang saya tidak boleh ke
> vihara...apa mau di kata
> saya dari Medan...dan teman2 yang berasal dari sana
> juga kemungkinan
> besar tahu kenapa.....
> sebaiknya kita tidak menggunakan kata *kesaksian*,
> *sharring* sepertinya
> lebih tepat...karena kita tidak bisa memberikan
> kesaksian, hanya bisa
> berbagi pengalaman saja....
> saya tidak antipati terhadap ajaranNya, hanya karena
> kebodohan saya maka
> saya tidak mengetahui ajaranNya (skr juga masih
> belum koq) dan kesulitan
> mencari jalur ke sana (skr sudah menemukan jalur)
> pada suatu ketika ada muncul pertanyaan....
> kapan saya menolong diri saya sendiri kalau saya
> hanya menolong orang lain ?
> apakah benar dengan menolong orang lain saya juga
> menolong diri saya
> sendiri ?
> apakah bisa dalam proses menolong orang lain saya
> juga menolong diri
> saya sendiri?
>
> btw,
> menjadi seorang yg disebut Buddhist gampang koq...
> 1. ke vihara tung tung chep sudah dipandang orang
> lain sebagai Buddhist
> 2. ikut program meditasi,...trus kita belajar
> meditasi dengan berbagai
> metoda...jadi deh Buddhist
> 3. datang saja ke vihara pas ada Waisak, Asadha,
> Kathina dll dll trus
>
=== message truncated ===
____________________________________________________
Start your day with Yahoo! - make it your home page
http://www.yahoo.com/r/hs
** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya
maupun di luar diri saya **
** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman
hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta
kasih yang kokoh **
** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami
secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas
dari belenggu kelahiran dan kematian **
** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas
asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari,
membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan
kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua,
para guru, serta sahabat-sahabat kami **
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/Dharmajala/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/