Kompas, Rabu, 10 Agustus 2005
Utopia Solidaritas
Oleh: MUTIARA ANDALAS
Di mana orang miskin akan hidup pada abad ke-21? Kemiskinan merupakan fakta dan problem paling serius manusia abad ke-21. Kawasan Asia Pasifik menyimpan ironi karena maju secara ekonomi, namun rakyatnya hidup miskin.
Dua pertiga penduduk termiskin dunia ada di Asia Pasifik. Di kawasan ini ada 14 negara berpredikat terbelakang. Selain kemiskinan, kawasan juga menghadapi aneka masalah tambahan, seperti flu burung, demam berdarah dengue, malaria, polio, gempa, banjir, kekeringan siklon, dan tsunami. Lingkungan hidup mengalami penghancuran. Sebanyak 52,4 persen warga Indonesia hidup dalam kemiskinan.
Pada abad ke-21, dunia dihadapkan ancaman perang dan konflik. Sekitar 40,1 juta penduduk dunia menderita AIDS, sekitar 30 juta penduduk kecanduan narkoba. Jutaan lainnya kekurangan air sehat dan akses pendidikan. Sekitar 700 juta warga hidup dengan biaya kurang dari satu dollar AS per hari (Kompas, 4/8/2005). Manusiawikah dunia saat ini? Apakah dunia memberi ruang hidup bagi orang miskin?
Globalisasi kemiskinan
Fakta obyektif kawasan Asia Pasifik dan dunia menunjukkan realitas dunia yang ditandai globalized poverty. Kemiskinan adalah realitas primer dunia kita kini. Fakta obyektif ini sekaligus membuka mata kita pada kesadaran, dunia masih dikuasai peradaban kekayaan (civilization of riches) milik minoritas warga dunia.
Peradaban kekayaan, selain selalu berpaling dari realitas kemiskinan dan kematian prematur orang miskin, juga terus mengabaikan eksistensi orang miskin. Menyebarnya berbagai penyakit menunjukkan peradaban kekayaan mengarah kematian prematur orang miskin.
Jon Sobrino dalam Where is God?: Earthquake, Terrorism, Barbarity and Hope (2004) menyebut dunia kita sebagai dunia kriminal karena menutup mata dan nurani terhadap realitas kemiskinan dan kematian prematur orang miskin.
Kemiskinan merupakan sinar X untuk menyatakan inquitous inequality dari dunia kita. Tiadanya solusi efektif terhadap realitas kemiskinan merefleksikan defisit solidaritas dan perhatian objektif terhadap orang miskin dan terhadap keadilan. Meminjam istilah Fukuyama, akhir sejarah (the end of history) terjadi ketika tatanan historis mengabaikan eksistensi orang miskin.
Peradaban kemiskinan
PBB telah mencanangkan Millennium Development Goals (MDGs) pada tahun 2015. Menurut Kofi Annan, komunitas internasional tidak akan menikmati pembangunan tanpa keamanan, tidak akan menikmati keamanan tanpa pembangunan, dan tidak menikmati apa pun tanpa penghargaan pada hak-hak manusia.
Tuntutan primordial kepada dunia adalah jujur melihat realitas, bukan berpaling dari realitas. Secara implisit, program PBB mengundang komunitas dunia untuk berpaling dan solider pada kawasan Asia Pasifik.
Solidaritas mulai dengan kejujuran melihat realitas dunia. Kemiskinan menyatakan non-eksistensi. Kemiskinan menghancurkan humanitas. Solidaritas mulai dengan kesadaran akan eksistensi orang miskin. Solider dengan mereka yang miskin berarti mencintai, membela, dan berkonfrontasi dengan struktur kejahatan yang menciptakan kematian prematur orang miskin. Jika ingin mengentaskan orang miskin, program-program MDGs harus membongkar struktur ketidakadilan sosial yang meminggirkan, bahkan meniadakan orang miskin.
Solidaritas berikhtiar membangun tatanan dunia baru yang kian meniadakan fragmentasi yang diciptakan peradaban kekayaan. Utopia solidaritas adalah keluarga manusia sebagai kesatuan yang memberi ruang hidup kepada orang miskin sebagai subyek sejarah. Utopia solidaritas mengganti peradaban kekayaan (civilization of the riches) dengan peradaban kemiskinan (civilization of poverty).
Seperti diungkapkan Sobrino, solidaritas membangun kembali humanitas yang telah dihancurkan struktur ketidakadilan sosial. Solidaritas tidak hanya membangun rumah, tetapi pribadi, masyarakat, dunia manusia baru. Solidaritas tidak sekadar memperbaiki jalan rusak, tetapi membantu menemukan arah untuk penziarahan peradaban kita.
MUTIARA ANDALAS Campus Minister Universitas Sanata Dharma Yogyakarta
__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around
http://mail.yahoo.com
** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya maupun di luar diri saya **
** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh **
** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian **
** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari, membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta sahabat-sahabat kami **
YAHOO! GROUPS LINKS
- Visit your group "Dharmajala" on the web.
- To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
- Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.
