Syair Makan dengan Perhatian Penuh
 
     Beberapa tahun yang lalu, saya menanyakan beberapa anak, "Apa tujuan kita makan pagi?" Salah seorang anak laki-laki menjawab,"Untuk mendapatkan energi satu hari". Yang lain menjawab,"Tujuan makan pagi adalah makan pagi". Saya berpikir jawaban anak kedua lebih benar. Tujuan makan adalah makan.
     Makan dengan perhatian penuh adalah praktek yang penting. Kita dapat mematikan televisi, meletakkan surat kabar, dan mempersiapkan makan bersama selama lima atau sepuluh menit, mengatur meja dan menyelesaikan berbagai kebutuhan. Selama beberapa menit ini, kita dapat merasa bahagia. Ketika makanan ada diatas meja dan setiap orang sudah duduk (ingat gatha untuk duduk), kita mempraktekkan bernafas: "Ketika menarik nafas, saya menenangkan tubuh saya. Ketika mengeluarkan nafas, saya tersenyum," sebanyak tiga kali. Kita dapat menyembuhkan diri kita sendiri setelah bernafas tiga kali seperti ini.
    
 
30. Melihat Pada Piring Anda yang Kosong
 
Piringku, yang sekarang kosong,
Akan segera terisi
Dengan makanan yang berharga.
 
     Saya menyadari bahwa ketika banyak orang di bumi ini melihat ke piring yang kosong,dan piring tersebut kosong seterusnya dalam jangka waktu yang lama. Saya berterima kasih mempunyai makanan untuk dimakan, dan saya berjanji menemukan cara membantu mereka yang kelaparan.
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
    
Maha Bikhsu Y.A. Thich Nhat Hanh
"Saat ini Saat Terindah"


Ketika Bangun Pagi ini, Saya tersenyum
Dua puluh empat jam baru ada di depanku
Saya berjanji untuk hidup secara penuh perhatian dan berkesadaran pada setiap saatnya
Dan memandang semua makhluk dengan mata welas asih
 
Sekuntum teratai untuk anda, seorang calon Buddha .


Start your day with Yahoo! - make it your home page

** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya maupun di luar diri saya **

** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh **

** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian **

** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari,  membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta sahabat-sahabat kami **




SPONSORED LINKS
Religion and spirituality Spirituality


YAHOO! GROUPS LINKS




Kirim email ke