Dari buku: 15 Wisdom SUccess, Andire Wongso

Ombak Besar Dan Ombak Kecil

Alkisah, di tengah samudra yang maha luas, tampaklah ombak besar sedang 
bergulung-gulung dengan suaranya yang menggelegar, tampak bersuka ria 
menikmati kedasyatan kekuatannya, seakan-akan menyatakan keberadaan dirinya 
yang besar dan gagah perkasa.

Sementara itu, jauh di belakang gelombang ombak besar, tampak sang ombak 
kecil bersusah payah mengikuti. Ia terlihat lemah, tertatih-tatih, tak 
berdaya, dan jauh tersisih di belakang. Akhirnya, ombak kecil hanya bias 
menyerah dan mengekor ke mana pun ombak besar pergi. Tetapi, di benaknya 
selalu muncul pertanyaan, mengapa dirinya begitu lebih lemah dan tak 
berdaya?

Suatu kali, ombak kecil bermaksud mengadu kepada ombak besar. Sambil 
tertaih-tatih ombak kecil berteriak: “Hai ombak besar… Tungu…!”

Sayup-sayup suara ombak kecil didengar juga oleh ombak besar. Lalu sang 
ombak besar sedikit memperlambat gerakannya dan berputar-putar mendekati 
arah datangnya suara. “Ada apa sahabat?” Jawab ombak besar dengan suara 
menggelegar hebat.

“Aih…pelankan suaramu. Dengarlah, mengapa engkau bias begitu besar? Begitu 
kuat, gagah, dan perkasa? Sementara diriku… ah… begitu kecil, lemah dan tak 
berdaya. Apa sesungguhnya yang membuat kita begitu berbeda, wahai ombak 
besar?”

Ombak besar pun menjawab, “Sahabatku, kamu menganggap dirimu sendiri kecil 
dan tidak berdaya, sementara kamu menganggap aku begitu hebat dan luar 
biasa, anggapanmu itu muncul karena kamu belum sadar dan belum mengerti jati 
dirimu yang sebenarnya, hakikat dirimu snediri”. “Jati diri? Hakikat diri? 
Kalau jati diriku bukan ombak kecil, lalu aku ini apa?” Tanya ombak kecil, 
“Tolong jelaskan, aku semakin bingung dan tidak mengerti.”

Ombak besar meneruskan, “Memang di antara kita terasa berbeda tetapi 
sebenarnya jati diri kita adalah sama, kamu bukan ombak kecil, aku pun juga 
bukan ombak besar. Ombak besar dan ombak kecil adalah sifat kita yang 
sementara. Jati diri kita yang sejati sama, kita adalah air. Bila kamu 
menyadari bahwa kita sama-sama air, maka kamu tidak akan menderita lagi, 
kamu adalah air, setiap waktu kamu bias menikmati menjadi ombak besar 
seperti aku, kuat gagah dan perkasa.”

Mendengar kata-kata bijak sang ombak besar, mendadak timbul kesadaran dalam 
diri ombak kecil. “Ya, benar, aku bukan ombak kecil. Jati diriku adalah air, 
tidak perlu aku berkecil hati dan menderita.”

Dan, sejak saat itu, si ombak kecil pun menyadari dan menemukan potensi 
dirinya yang maha dasyat. Dengan ketekunan dan keuletannya, ia berhasil 
menemukan cara-cara untuk menjadikan dirinya semakin besar, kuat, dan 
perkasa, sebagaimana sahabatnya yang dulu dianggapnya besar. Akhirnya, 
mereka hidup bersama dalam keharmonisan alam. Ada kalanya yang satu lebih 
besar dan yang lain kecil. Kadang yang satu lebih kuat dan yang lain lemah. 
Begitulah, mereka menikmati siklus kehidupan dengan penuh hikmat dan 
kesadaran.
Sebagai manusia, sering kalikita terjebak dalam kebimbangan akibat situasi 
sulit yang kita hadapi, yang sesungguhnya itu hanyalah pernak-pernik atau 
tahapan dalam perjalanan kehidupan. Sering kali kita memvonis keadaan itu 
sebagai suratan takdir, lalu muncullah mitos-mitos: aku tidak beruntung, 
nasibku jelek, aku orang gagal, dan lebih parah lagi menganggap kondisi 
tersebut sebagai bentuk “ketidakadilan” Tuhan.

Dengan memahami bahwa jati diri kita adalah sama-sama manusia, tidak ada 
alasan untuk merasa kecil dan kerdil dibandingkan dengan orang lain. Karena 
sesungguhnya kesuksesan, kesejahteraan dan kebahagiaan bukan monopoli 
orang-orang tertentu, jika orang lain bias sukses, kita pun juga bias 
sukses! Kesadaran tentang jati diri bila telah mampu kita temukan, maka di 
dalam diri kita akan timbul daya dorong dan semangat hidup yang penuh gairah 
sedahsyat ombak besar di samudra nan luas. Siap menghadapi setiap tantangan 
dengan mental yang optimis aktif, dan siap mengembangkan potensi terbaik 
demi menapaki puncak tangga kesuksesan.

“Jati diri kita adalah sama-sama manusia! Tidak ada alasan untuk merasa 
kecil dan kerdil dibandingkan dengan orang lain. Jika orang lain bias 
sukses, kita pun bisa sukses!”

_________________________________________________________________
Sell your car for $9 on carpoint.com.au   
http://www.carpoint.com.au/sellyourcar





------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
<font face=arial size=-1><a 
href="http://us.ard.yahoo.com/SIG=12hd9n9kh/M=364397.6958316.7892810.4764722/D=groups/S=1705077076:TM/Y=YAHOO/EXP=1123686351/A=2915264/R=0/SIG=11t7isiiv/*http://us.rd.yahoo.com/evt=34443/*http://www.yahoo.com/r/hs";>Get
 fast access to your favorite Yahoo! Groups. Make Yahoo! your home 
page</a></font>
--------------------------------------------------------------------~-> 

** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya 
maupun di luar diri saya **

** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman 
hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta 
kasih yang kokoh **

** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami 
secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas 
dari belenggu kelahiran dan kematian **

** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas 
asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari,  
membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan 
kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, 
para guru, serta sahabat-sahabat kami ** 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/Dharmajala/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke