Buddhavacana Maitreya Bodhisattva Sutra (Sutra Tentang Maitreya Bodhisattva Mencapai Buddha)
Demikian yang kudengar: Ketika itu Buddha Sakyamuni berdiam di Kerajaan Magadha setelah Beliau menjelajah ke suatu tempat suci yang bernama: Gunung Pasa. Pada masa silam tempat ini selalu dihuni Mara jahat yang sering mengganggu serta menyerang para Buddha yang hidup pada zaman itu, namun setiap serangan Mara jahat dapat dikalahkan oleh para Buddha yang berada di atas gunung tersebut! Ketika musim panas tiba, sebagian besar dari Bhikshu yang berada di dalam Vihara sedang mengadakan liburan Varsa-Vasana dan mereka jarang bepergian ke tempat yang jauh. Pada saat itu, Hyang Buddha bersama dengan murid-Nya, Arya Sariputra, sedang berjalan-jalan di puncak gunung Pasa, tiba-tiba Beliau terkenang kembali akan masa silam, yakni gambaran para Buddha, dan Beliau sangat mengagumi-Nya karena para Buddha pada masa silam memiliki tenaga batin (Rddhibala) yang demikian kuat dapat menaklukkan para Mara jahat di tempat suci ini! Kemudian Hyang Buddha juga mengenang dan memuji kebijaksanaan serta kewibawaan dari seorang Buddha baru yang akan muncul di dunia ini pada masa yang akan datang. Kemudian Beliau mengucapkan Gatha memuji-Nya: "Dengarlah baik-baik, O, Arya Sariputra! Terdapat satu Samadhi yang disebut Maharasmiprabhasa; Seorang Arya yang memiliki pahala yang tak terhingga. Dan yang akan mengunjungi ke dunia Jambudvipa! Dan yang akan mengkhotbahkan Saddharma-Nya pada masa mendatang. Siapa yang mendengar atau menghayati Dharma-Nya, Pasti mencapai Kesempurnaan! Bagaikan orang haus yang menemukan air suci Amrta (minuman Dewa); Setelah meminum airnya ia akan segera bebas dari kesengsaraan!" Setelah kabar baik dari tempat suci ini diketahui oleh keempat kelompok siswa Buddha Sakyamuni yakni para Bhiksu, Bhiksuni, Upasaka, Upasika serta rombongan dari para umat awam, mereka datang berbondong-bondong, dan di antara mereka banyak yang membawa perkakas-perkakas menuju ke tempat suci ini. Dengan gembira mereka melebarkan atau meratakan jalan dengan perkakasnya, membersihkan tempat suci itu dengan sapu dan alat-alat lain. Kemudian mereka menyalakan dupa wangi, menyiramkan air wangi serta menaburkan bunga-bunga di depan Hyang Buddha. Bahkan banyak peserta yang menyajikan sajian-sajian suci kepada Hyang Buddha serta para Bhiksu Sangha. Mereka dengan khidmat dan gembira menatap wajah Buddha Sakyamuni, seperti seorang anak yang memiliki rasa sayang kepada orang tuanya! Mereka seperti orang yang kehausan dan ingin memperoleh minuman segar. Sungguh, mereka menginginkan 'Bapak-Dharma'-nya sudi mlindungi dan membimbing mereka. Maka dari itu, para hadirin bertekad dan bersatu hati ingin meminta kepada Raja Dhamma untuk memutarkan Roda Dharma kepada mereka! Kini mereka telah memanunggalkan pikirannya, dan hati nuraninya pun seperti aliran air yang terus mengalir ke hati Hyang Buddha. Dengan serentak para Bhikshu, Bhikshuni, Upasaka, Upasika, Dewa, Naga, Gandharva, Asura, Garuda, Kimnara, Mahoraga, manusia, serta bukan manusia, semua bangkit dari tempat duduknya, lalu mengelilingi Hyang Buddha dari kanan ke kiri sebanyak 3 kali, kemudian bernamaskara di depan Hyang Buddha dengan mencucurkan air mata dan mengeluarkan tangisan tersedu-sedu di tempat suci tersebut. Waktu itu, Yang Mahajna Sang Arya Sariputra...... (bersambung) ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Get fast access to your favorite Yahoo! Groups. Make Yahoo! your home page http://us.click.yahoo.com/dpRU5A/wUILAA/yQLSAA/UlWolB/TM --------------------------------------------------------------------~-> ** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya maupun di luar diri saya ** ** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh ** ** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian ** ** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari, membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta sahabat-sahabat kami ** Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/Dharmajala/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
