Saya adalah sekian dari segelintir orang tua yang senang sekali mendengar tentang sekolah Narada. Dalam hati kecil saya berharap, semoga mereka yang punya niat baik mengembangkan sekolah ini, diberikan semangat yang tinggi dan support dari berbagai pihak agar tetap exist sampai berpuluh-puluh tahun mendatang.
(Tempat saya sekolah saya dulu yang juga Sekolah Buddhis, SD-SMP Sariputra di Jambi, sasarannya menengah, sekarang mayoritas siswanya beragama non-buddhis, sedangkan masyarakat menengah ke atas, semuanya pindah ke SD-SMP Xaverius yang Katholik)
Sudah saatnya kita punya sekolah yang punya daya saing dan memiliki fasilitas lengkap.
Well, mungkin tidak semua pihak mampu menyekolahkan anaknya di Sekolah Narada, tetapi Sekolah Narada itupun juga tidak mungkin menampung semua murid Buddhis yang ada di wilayah Jakarta Barat.
Didaerah tempat saya tinggal, semuanya sekolah-sekolah yang bagus adalah sekolah Kristen dan Katholik yang anak muridnya sebelum belajar harus berdoa dulu dan dengan lingkungan teman-teman yang semuanya ke gereja.
Walau anak saya baru 2 tahun dan belum masuk usia sekolah; tapi bila sudah saatnya sekolah nanti, akan saya sekolahkan dia di sekolah buddhis.
Bukan karena saya antipati dengan agama lain atau apapun, tapi saya hanya ingin support sekolah buddhis agar mereka tetap exist. Caranya? Ya dengan tetap memiliki murid yang ingin bersekolah disana.
Di daerah BSD-Gading Serpong-Lippo Karawaci; ada 2 nursery and kindergarten Buddhis; BodhiCita dan Ehipassiko.
__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around
http://mail.yahoo.com
** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya maupun di luar diri saya **
** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh **
** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian **
** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari, membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta sahabat-sahabat kami **
SPONSORED LINKS
YAHOO! GROUPS LINKS