Sumber: Buletin Dharma Mangala Edisi 09 September 2005
Petunjuk berlangganan : Dapat mengirim email kosong ke
:[EMAIL PROTECTED]


---------------------

Sebuah pertanyaan yang ada dalam pikiran orang banyak adalah: apakah anda
menemukan pencerahan atau apakah itu hanyalah membuang waktu saja?
"Jika pencerahan yang dimaksud adalah kebuddhaan, maka jawabannya adalah
tidak. Dan apakah itu hanyalah membuang waktu? Jawabannya, sekali lagi,
adalah tidak. Meskipun saya tidak memenuhi tujuan tersebut, paling tidak
telah melakukan [memulai] perjalanan [spiritual] dan saya mempunyai
masa-masa yang terbaik dari kehidupan saya di gunung."  - Tenzin Palmo



Apa yang anda rasakan ketika anda pertama kali mendengar suara manusia lain
setelah sekian lama?
"Anda tahu, saya tidak mengingatnya dan saya rasa itu bukanlah sesuatu yang
penting." -Tenzin Palmo


-----------------------




Tenzin Palmo merupakan wanita dari barat yang pertama kali di tahbiskan
menjadi Bhiksuni [dalam tradisi] Tibet. Tetapi beliau lebih dikenal akan
kepergiannya ke sebuah gua di Himalaya dan bermeditasi [di dalamnya] selama
12 tahun. Beliau berbicara kepada  Judith Tan [dalam sebuah wawancara].

Apa yang membuat anda untuk meninggalkan Inggris untuk mencapai penerangan
di dalam hutan belantara?
Saya sebenarnya pergi ke India untuk mencari seorang guru untuk membantu
saya mencapai penerangan. Saat itu tahun 1960-an dan tidak banyak guru-guru
yang benar-benar fasih dalam Buddhisme di barat sehingga saya harus pergi ke
daerah tempat guru-guru [Buddhis] berada.

Bagaimana anda mengatasi "keinginan/hasrat" kepada hal-hal keduniawian?
Saya hanya sekedar tidak tertarik. Saat ulang tahun saya yang ke 21 saya
menemukan guru Buddhisme dan itulah yang terpenting.

Anda sendirian, kedinginan dan hidup dalam tempat yang sempit(1) dengan
ketersedian kebutuhan sehari-hari yang minim. Apa yang membuat anda tetap
bertahan?
Kenyataannya adalah saya tidak tahu kemana lagi tempat yang lebih baik untuk
pergi, yang membuat saya bertahan. Saya ingin melatih meditasi, saya ingin
menggabungkan kehidupan dengan latihan dharma dan itu merupakan tempat
terbaik untuk melakukan hal ini.

Selama 6 hingga 8 bulan dalam setahun, tempat tersebut ditutupi salju dan
saya tidak melihat ada seorang pun pada masa itu. Gunung kelihatan sebagai
tempat yang sangat suci dan orang-orang yang tinggal di sekitarnya sangat
ramah. Saya merasa aman.

Apakah anda merasa takut?
Sama sekali tidak. Saya sempat merasa kuatir pada awalnya. Salju itu turun
beberapa hari ketika saya pertama kali kesana dan pintu masuk gua tersebut
sama sekali tertutup salju. Saya berpikir saya tidak dapat keluar dan  bakal
mati kehabisan nafas.
Tetapi cara apa yang lebih baik untuk mati dari pada di dalam gua dan dalam
pelatihan. Oleh karena itu, saya tidak lagi kuatir. Saya tidak pernah takut.

Apakah anda mulai berbicara kepada diri sendiri setalah beberapa saat?
Saya harus berhati-hati pada hal tersebut dan tidak terperangkap dalam
hiburan atau khayalan yang di mainkan oleh pikiran. Yang saya lakukan adalah
dengan membiarkan pikiran sejernih dan sekosong(2) mungkin dan meditasi
sangat membantu. Kita biasanya tidak sadar akan hal tersebut ketika ada
stimulasi dari luar atau kebisingan.

Tidakkah anda mengidamkan ikan dan kentang goreng atau minuman ringan?
Saya hidup dengan mengkonsumsi lobak cina dan kentang dan mengembangkan
selera terhadap makanan tersebut.

Apa yang menyebabkan anda kembali dari kehidupan yang tenang ke dunia ini?
Polisi. Pada suatu hari mereka datang dan mengatakan bahwa saya telah berada
di Negara ini secara tidak sah selama tiga tahun dan saya lebih baik turun
gunung untuk menjelaskannya. Saya telah menghabiskan 24 tahun di India maka
tibalah saatnya untuk saya kembali ke dunia barat. Maka saya pun tinggal di
Itali.

Mengapa Itali?
Itali merupakan jantung dari budaya barat. Saya kembali belajar musik, seni
dan budaya barat dan hidup di tengah-tengah hal tersebut.

Sekarang anda telah kembali ke masyarakat, apa yang akan anda lakukan
selanjutnya?
Dalam Buddhisme Tibet, semua Bhiksu memiliki akses pada ajaran dan
pengetahuan.
Secara tradisionil, para Bhiksuni tidak di ijinkan untuk memiliki hak
tersebut khususnya pada teks-teks filsafat. Banyak Bhiksuni yang tulus dan
juga praktisi yang mumpuni, tetapi kekurangan latar belakang pendidikan yang
menyebabkan mereka tidak dapat menjadi guru atau menulis buku.
Apa yang ingin saya lakukan adalah membangun institusi yang menyediakan dan
memberi para Bhiksuni akses yang sama untuk memperoleh pengajaran;
memberikan mereka [kesempatan] bersuara.
Telah ada 40 Bhiksuni yang mendaftar dan kami akan melatih mereka sehingga
di masa depan mereka bisa menjadi guru untuk menyampaikan pengetahuan mereka
kepada  Bhiksuni lainnya. Saya sekarang sedang mengumpulkan dana untuk upaya
tersebut.

Ketika "Cave In the Snow" pertama kali diterbitkan, anda berkata anda
berharap anda telah membaca catatan dengan hati-hati. Mengapa anda berkata
demikian?
Ada beberapa hal yang tidak tepat, komentar tertentu yang orang-orang
berharap tidak tertera. Saya tidak menyadarai bahwa orang akan membaca buku
tersebut sehingga saya agak ceroboh dalam hal membaca catatan tersebut.
Tetapi, Vicki Mackenzie melakukan pekerjaan yang bagus membuat cerita saya
menjadi buku yang menarik. Jika saya yang menulisnya sendiri, mungkin tidak
akan semenarik ini..

Pelajaran apa yang anda bawa dari pengalaman tersebut dan terapkan pada buku
kedua ini?
Sekarang jika ada orang yang mengirimkan naskah kepada saya, saya akan
sangat berhati-hati [Jawab beliau sambil tertawa]

Selama bertahun-tahun anda berada di gunung, bagaimana cara anda memelihara
kesehatan baik fisik maupun mental? Bagaimana dengan sekarang?
Saya rasa sangat baik untuk melakukan sejenis gerak badan maka saya mencoba
melakukan yoga. Hidup di India sangatlah sehat dan makanan di sana juga
sehat dan bergizi.

Sekarang anda berada di Asia dalam sebuat tur pengajaran. Apa yang anda
harapkan untuk ditanamkan?
Para pemirsanya terdiri dari orang-orang biasa yang sering sibuk dengan
kehidupan mereka - pekerjaan, keluarga, dan kewajiban sosial.
Satu hal utama untuk mereka adalah bahwa mereka ingin mengetahui bagaimana
belajar Dharma dan untuk menjembatani jurang perbedaan antara meditasi dan
kesibukan dalam kehidupan mereka setiap hari. Hal yang sama terjadi di
setiap kota - Singapura, New York, Taipei, Sydney - tetapi saya akan mencoba
yang terbaik untuk menanamkan pengetahuan tersebut.

Kelihatannya anda tidak takut hidup sendirian selama 12 tahun ini. Apa yang
menjadi ketakutan terbesar anda?
Laba-laba - yang sangat besar. Tetapi saya dengan perlahan telah mengatasi
ketakutan tersebut.

Apa yang anda tidak bisa hidup tanpanya?
Dharma. Kehidupan akan menjadi tidak berarti tanpanya.


Catatan kaki:

(1)    Selama penyunyian, Tenzin Palmo tinggal di dalam ruangan yang sempit.
Lebih jelasnya dapat merefer pada buku 'Snow in The Cave'
(2)    Kosong ini mestinya bukan pikiran melompong, mungkin tepatnya adalah
kosong dari pikiran melamun/khayal



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Get fast access to your favorite Yahoo! Groups. Make Yahoo! your home page
http://us.click.yahoo.com/dpRU5A/wUILAA/yQLSAA/UlWolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya 
maupun di luar diri saya **

** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman 
hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta 
kasih yang kokoh **

** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami 
secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas 
dari belenggu kelahiran dan kematian **

** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas 
asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari,  
membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan 
kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, 
para guru, serta sahabat-sahabat kami ** 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/Dharmajala/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke