Note: forwarded message attached.

Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com 

------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Get fast access to your favorite Yahoo! Groups. Make Yahoo! your home page
http://us.click.yahoo.com/dpRU5A/wUILAA/yQLSAA/UlWolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya 
maupun di luar diri saya **

** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman 
hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta 
kasih yang kokoh **

** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami 
secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas 
dari belenggu kelahiran dan kematian **

** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas 
asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari,  
membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan 
kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, 
para guru, serta sahabat-sahabat kami ** 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/Dharmajala/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 
--- Begin Message ---


Note: forwarded message attached.

__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around
http://mail.yahoo.com

--- Begin Message ---
Note: forwarded message attached.



                
__________________________________ 
Yahoo! Mail - PC Magazine Editors' Choice 2005 
http://mail.yahoo.com
--- Begin Message ---


Sudihyono <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Subject: FW: RACUN
Date: Tue, 6 Sep 2005 15:19:41 +0700
From: "Sudihyono" <[EMAIL PROTECTED]>
To: "Lisa" <[EMAIL PROTECTED]>,
"Ellen" <[EMAIL PROTECTED]>,
"Fitri" <[EMAIL PROTECTED]>,
"Kartika" <[EMAIL PROTECTED]>,
"Augustine Bakungsanti" <[EMAIL PROTECTED]>,
"gunchan" <[EMAIL PROTECTED]>,
"Christine" <[EMAIL PROTECTED]>,
"Hendra Haksap" <[EMAIL PROTECTED]>,
"Rinnaldy" <[EMAIL PROTECTED]>,
"Gatut" <[EMAIL PROTECTED]>,
"dewi sintawati" <[EMAIL PROTECTED]>,
"Agustinus Hermawan" <[EMAIL PROTECTED]>,
"Fauzi M. Siahaan" <[EMAIL PROTECTED]>,
"Grace Penina" <[EMAIL PROTECTED]>,
"David Setyadarma" <[EMAIL PROTECTED]>

 

 

-----Original Message-----
From: Dian Juliantine [mailto:[EMAIL PROTECTED]
Sent:
Tuesday, August 30, 2005 2:54 PM
To: [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]
Subject: RACUN

 

Dulu sekali di negeri Cina, hiduplah seorang gadis bernama Li-Li yang
menikah dan tinggal di wisma mertua indah. Dalam tempo singkat, Li-Li
tahu
bahwa ia tidak cocok sama sekali dengan ibu mertuanya. Karakter mereka
jauh berbeda, dan Li-Li sangat berang terhadap banyak kebiasaan ibu
mertuanya.
Juga, mertuanya itu terus menerus mengritiknya. Hari berganti hari,
begitu
pula bulan berganti bulan. Li-Li dan ibu mertuanya tidak pernah
berhenti
berdebat dan bertengkar. Yang memperburuk suasana ialah adat kuno Cina
di
mana Li-Li dituntut harus selalu menundukkan kepala untuk menghormati
mertuanya dan mentaati semua kemauannya. Semua kemarahan dan
ketidakbahagiaan di dalam rumah itu menyebabkan kesedihan yang mendalam
pada hati suami Li-Li, seorang yang berjiwa sangat sederhana.

Akhirnya, Li-Li tidak bisa tahan lagi terhadap sifat buruk dan
kesewenang-wenangan ibu mertuanya, dan ia benar-benar telah bertekad
untuk
melakukan sesuatu. Li-Li pergi menjumpai seorang teman ayahnya yaitu
tuan
Wang yang mempunyai Toko Obat Cina. Ia menceritakan situasinya dan
minta
diberikan ramuan racun untuk dapat menuntaskan masalahnya dalam sekali
pukul.

Sinshe Wang berpikir keras sejenak dan akhirnya berkata: "Li-Li saya
mau
membantu kamu menyelesaikan masalahmu, tetapi kamu harus mendengarkan
saya
dan mentaati apa yang saya sarankan."  Li-Li berkata, "OK pak Wang,
saya
akan mengikuti apa saja yang bapak katakan yang harus saya perbuat."

Sinshe Wang masuk ke ruang belakang, dan kembali beberapa menit
kemudian
dengan sebungkus ramuan obat. Ia berkata kepada Li-Li, "Kamu tidak bisa
memakai racun keras yang mematikan seketika untuk meyingkirkan ibu
mertuamu, karena hal  itu akan membuat semua orang menjadi curiga. Oleh
karena itu, saya memberi kamu ramuan beberapa jenis tanaman obat yang
secara perlahan-lahan akan menjadi racun di dalam tubuhnya. Setiap hari
sediakan makanan yang enak-enak dan masukkan sedikit ramuan obat ini ke
dalamnya. Maka, supaya tidak ada yang curiga saat ia mati nanti, kamu
harus hati-hati sekali dan bersikap sangat bersahabat dengannya. Jangan
berdebat dengannya, taati semua kehendaknya, dan perlakukan dia seperti
seorang ratu."

Li-Li sangat bahagia. Ia berterima kasih kepada tuan Huang dan
buru-buru
pulang ke rumah untuk memulai rencananya untuk membunuh ibu mertuanya.
Minggu demi minggu, bulan demi bulan telah lewat, dan setiap hari Li-Li
melayani mertuanya dengan makanan yang sudah "dibumbuinya".  Ia 
mengingat
semua petunjuk tuan Wang tentang hal mencegah kecurigaan, maka
mengendalikan amarahnya, mentaati ibu mertuanya dan memperlakukannya
seperti ibunya sendiri.

Setelah enam bulan lewat, suasana di dalam keluarga itu berubah secara
drastis. Li-Li sudah mampu mempraktekkan pengendalian amarahnya
sedemikian
rupa sehingga ia menemukan dirinya tidak pernah lagi marah atau
kesal.Ia
tidak pernah berdebat dengan ibu mertuanya selama enam bulan terakhir
karena ia menemukan bahwa ibu mertuanya kini tampaknya lebih ramah dan
lebih mudah untuk diajak hidup bersama.

Sikap ibu mertua terhadap Li-Li telah berubah, dan ia mulai mencintai
Li-Li seperti puterinya sendiri.  Ia terus menceritakan kepada
kawan-kawan
dan sanak familinya bahwa Li-Li adalah menantu yang paling baik yang
mungkin ia peroleh.
Li-Li dan mertuanya saling memperlakukan satu sama lain seperti
layaknya
seorang ibu dan anak yang sesungguhnya. Suami Li-Li sangat bahagia
menyaksikan semua yang terjadi ini.

Suatu hari, Li-Li pergi menjumpai sinshe Wang dan meminta bantuannya
sekali lagi. Ia berkata, "Pak Wang yang baik, tolong saya untuk
mencegah
supaya racun yang saya berikan kepada ibu mertua saya jangan sampai
membunuhnya!  Ia telah berubah menjadi seorang wanita yang begitu baik,
sehingga saya mencintainya seperti kepada ibu saya sendiri. Saya tidak
mau
ia sampai mati karena racun yang pernah saya berikan kepadanya."

Tuan Wang tersenyum dan mengangguk-anggukkan kepalanya.  "Li-Li tidak
ada
yang perlu kamu khawatirkan. Saya tidak pernah memberi kamu racun.
Ramuan
yang saya berikan kepadamu itu hanyalah ramuan penguat badan untuk
memperbaiki kondisi kesehatan beliau. Satu-satunya racun yang ada ialah
yang terdapat di dalam pikiranmu sendiri dan di dalam sikapmu
terhadapnya,
tetapi semuanya itu telah disapu bersih dengan cinta yang kamu berikan
kepadanya."


*   *   *   *   *

Sadarkah anda bahwa sebagaimana anda memperlakukan orang lain maka
demikianlah persis bagaimana mereka akan memperlakukan anda? 
Ada
pepatah
Cina kuno yang berkata:  "Orang yang mencintai orang lain akan dicintai
juga sebagai balasannya."


Start your day with Yahoo! - make it your home page

__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around
http://mail.yahoo.com
--- End Message ---


--- End Message ---

--- End Message ---

Kirim email ke