|
Kali ini Sang Raja berkenan untuk meninjau kondisi rakyatnya langsung. Ini benar-benar berita besar. Tapi Raja yang baik ini tidak mau menggembor-gemborkan ‘sidak’-nya. Ia ingin mengetahui kehidupan rakyatnya langsung apa adanya, tanpa ada rekayasa. Dan perjalanan-pun dimulai.... Tapi tunggu dulu ! Raja sangat terganggu dengan jalanan yang berbatu-batu. Ia tidak terbiasa berjalan yang jalan yang begitu berbatu dan membuat telapak kakinya sakit. Sidak berjalan sangat singkat karena Raja ingin kembali ke Istana secepatnya. Tiba di istana, Raja memerintahkan menterinya untuk melapisi seluruh jalanan di negerinya dengan kulit sapi agar ia dapat melakukan perjalanan lagi tanpa menusuk kakinya. Para menteri terbegong-begong dengan perintah Raja tersebut. Berapa banyak sapi yang harus dipotong ? Berapa banyak harta negeri yang akan terkuras ? Akhirnya, Perdana Menteri nan bijaksana mengajukan usul : mengapa bukan kaki raja saja yang dibungkus kulit sapi saat berjalan ? Usul ini diterima dengan senang hati oleh semua pihak. Kini, Raja bisa melakukan kunjungan dengan senang hati tanpa mengorbankan terlalu banyak sapi atau menguras harta kerajaan. Konon kabarnya, itulah asal muasal sandal..... Seorang pintar berkata : Bila kamu tidak menyukai
sekelilingmu, berusahalah merubahnya. Namun bila kamu tidak mampu merubahnya,
ubahlah dirimu sendiri agar dapat menerima dan menyukai sekelilingmu. ** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya maupun di luar diri saya ** ** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh ** ** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian ** ** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari, membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta sahabat-sahabat kami ** YAHOO! GROUPS LINKS
|
