Kalo si pendeta pertama 'melihat' penerusnya......pastilah 
terpingkel-pingkel.....

tda

On Wed, 28 Sep 2005, Rudi wrote:

> Tradisi
>
> Kepala pendeta merasa sangat terganggu dengan meongan kucing disekitar biara. 
> Dia telah berusaha mengusir kucing-kucing liar tersebut dari sekitar biara, 
> namun kucing-kucing tersebut akan kembali lagi. Kucing-kucing akan makin 
> berulah saat seluruh pendeta harus berdoa, yang membutuhkan suasana yang 
> khusuk.
>
> Akhirnya, kepala pendeta memelihara seekor anjing. Cukup efektif memang, 
> karena anjing tersebut akan menghalau kucing-kucing yang datang. Karena 
> pemikiran efektifitas, anjing diikat didepan pintu ruang doa, sehingga 
> kucing-kucing enggan mendekat saat doa.
>
> Waktu terus berjalan. Kepala pendeta sudah tua, namun tradisi mengikat anjing 
> di depan ruang doa masih berjalan. Anjing pun sudah berganti beberapa 
> generasi sejak anjing pertama. Anjing yang saat ini ternyata lebih berisik, 
> tapi para pendeta masih bisa mentolelir.
>
> Akhirnya kepala pendeta meninggal, digantikan oleh yang lain. Kepala pendeta 
> yang baru juga mempertahankan tradisi memelihara anjing dan mengikatnya di 
> depan ruang doa. Kali ini malah dengan beberapa ekor anjing dan tentunya 
> dengan suara gongongan anjing yang lebih berisik.
>
> Beberapa ratus tahun kemudian - setelah pergantian beberapa kepala pendeta - 
> tradisi mengikat anjing tetap berjalan. Tidak ada perubahan apapun. Yang 
> berubah hanyalah tradisi berdoa. Kini dibuat peraturan baru : kehadiran 
> anjing di depan ruang doa dan gongongannya menjadi suatu prasyarat doa yang 
> khusuk dan benar .....
>
>
> Dikutip dari buku Doa Sang Katak
>




------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Get fast access to your favorite Yahoo! Groups. Make Yahoo! your home page
http://us.click.yahoo.com/dpRU5A/wUILAA/yQLSAA/UlWolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya 
maupun di luar diri saya **

** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman 
hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta 
kasih yang kokoh **

** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami 
secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas 
dari belenggu kelahiran dan kematian **

** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas 
asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari,  
membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan 
kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, 
para guru, serta sahabat-sahabat kami ** 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/Dharmajala/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke