Senin, 10 Oktober 2005

Sedikitnya 19.136 Orang Tewas di Pakistan
Gempa di India Menelan 465 Jiwa

Islamabad, Minggu - Gempa bumi yang melanda Asia
Selatan, Sabtu (8/10), hingga Minggu kemarin telah
menewaskan belasan ribu orang. Korban jiwa
diperkirakan akan terus bertambah karena masih banyak
yang terperangkap di bawah reruntuhan gedung dan
longsoran tanah.

Gempa yang titik episentrumnya diyakini berada di
Muzaffarabad, sekitar 100 kilometer timur laut
Islamabad, Pakistan, menghancurkan sejumlah tempat di
Pakistan dan wilayah Kashmir. Sementara itu, kerusakan
di wilayah India dan Afganistan terbilang kecil
dibandingkan dengan yang terjadi di Pakistan.

Pemerintah Pakistan kemarin mengumumkan waktu
berkabung nasional tiga hari bagi para korban gempa
bumi itu. Kemarin hingga pukul 21.00 WIB korban tewas
yang telah ditemukan 19.136 orang, sedangkan korban
luka 42.397 orang.

”Ini adalah sebuah situasi menghebohkan yang tidak
seorang pun bisa membayangkannya. Jumlah korban terus
meningkat setiap jam,” ungkap Menteri Dalam Negeri
Pakistan Aftab Sherpao yang mengumumkan waktu
berkabung nasional dan jumlah korban sementara gempa
bumi itu.

Presiden Pakistan Pervez Musharraf menyatakan musibah
gempa bumi itu sebagai ”ujian bagi bangsa”, sebuah
tragedi terbesar dalam sejarah Pakistan.

Melihat luas dan beratnya kerusakan akibat gempa itu,
Musharraf meminta masyarakat internasional agar
membantu rakyat Pakistan dengan segala cara.

Presiden Pakistan itu secara khusus menyebutkan adanya
kebutuhan obat-obatan, tenda, dan helikopter
pengangkut untuk mencapai warga yang berada di
tempat-tempat yang kini terisolasi akibat jaringan
jalan ke tempat mereka hancur akibat gempa.

Ungkapan dukacita

Ungkapan dukacita dan keprihatinan pun disampaikan
banyak pemimpin negara maupun Sekretaris Jenderal
Perserikatan Bangsa-Bangsa Kofi Annan. Bantuan tim
penyelamat, dana segar, peralatan dan tenaga medis,
obat-obatan, tenda, selimut, serta bantuan darurat
lainnya segera dikirimkan sejumlah negara ke Pakistan,
termasuk dari Indonesia.

Gempa-gempa susulan dengan kekuatan tertinggi 6,0
skala Richter (SR) dilaporkan masih terus terjadi
hingga kemarin, dan itu membuat usaha penyelamatan
tidak mudah dilakukan. Gempa susulan tersebut
mengguncang kota-kota besar di Pakistan, yaitu
Islamabad, Rawalpindi, Lahore, Peshawar, dan Quetta.

Paling parah

Juru bicara Pemerintah Pakistan Mayjen Shaukat Sultan
menjelaskan, Rawalakot, Azad Kashmir, dan beberapa
kota di Pakistan terkena guncangan paling parah.
Bahkan di Azad Kashmir beberapa desa hilang total.

”Banyak wilayah dan kota telah rata dengan tanah,
khususnya kota Balakot yang merupakan tempat tinggal
ribuan orang. Tempat itu seluruhnya rata dengan
tanah,” paparnya.

Dari laporan BBC yang sudah berada di Muzaffarabad,
ibu kota wilayah administrasi Kashmir-Pakistan,
situasi di kota itu sangat mengenaskan karena banyak
gedung kini berubah menjadi puing-puing. Warga yang
selamat diungsikan ke stadion kriket, sementara yang
terluka menunggu giliran untuk diterbangkan ke
Islamabad. Tiga perempat bagian kota itu dilaporkan
telah hancur total. Pemakaman massal para korban pun
terlihat di kota pusat gempa tersebut.

Situasi lebih parah tampak di kota Bagh, sekitar 40
kilometer tenggara Muzaffarabad. Hanya satu gedung
yang terlihat masih berdiri.

Seorang menteri di wilayah administrasi
Kashmir-Pakistan menyebutkan, di wilayah itu saja
sekitar 30.000 orang tewas akibat gempa bumi yang
guncangannya pertama kali dirasakan pada pukul 08.55
waktu Pakistan, selama tiga menit tanpa henti.

”Orang-orang telah ditelan bumi,” papar Menteri
Komunikasi dan Lapangan Kerja Tariq Farooq.

Apartemen roboh

Upaya penyelamatan terhadap para korban yang
kemungkinan masih hidup di bawah reruntuhan bangunan
dilakukan intensif, terutama di Islamabad. Di kota ini
satu kompleks apartemen berlantai 19 yang dihuni
banyak warga asing, Margala Tower, roboh. Seratusan
orang diperkirakan masih terperangkap di reruntuhan
bangunan tersebut, sedangkan 20 mayat telah ditemukan
dari reruntuhan apartemen itu.

Warga Pakistan beserta anggota militer negara tersebut
bekerja keras untuk mengeluarkan para korban dari
reruntuhan gedung-gedung yang runtuh dengan peralatan
seadanya.

Dari India dilaporkan, jumlah korban tewas akibat
gempa bumi Sabtu lalu sudah 465 orang. Di antara
korban tewas itu terdapat 54 anggota militer dan
paramiliter India yang bertugas di Kashmir.
Korban-korban tewas itu umumnya dari wilayah Tangdar,
105 kilometer utara Srinagar yang merupakan ibu kota
wilayah India, Jammu-Kashmir.

Bangunan rumah dan toko-toko yang hancur terlihat
sepanjang pinggir jalan kota-kota yang berada di
sekitar lembah Tangdar, seperti Uri, Punch, dan
Srinagar. Sekitar 900 warga di kota-kota itu terluka
akibat gempa bumi.

Kepala Negara Bagian Jammu-Kashmir Vijay Bakaya
mengatakan, lebih dari 1.000 tenda telah diturunkan ke
desa-desa yang terisolasi akibat gempa.

Meski demikian, banyak warga mengeluh karena belum
menerima bantuan dari badan-badan pemerintah dan
militer. Akibatnya, kemarin sekitar 200 warga yang
marah melakukan aksi protes dengan menutup jalan-jalan
utama antara Baramulla dan Uri, yang merupakan kota di
perbatasan dengan Pakistan, selama 45 menit.

Cuaca buruk

Menteri Keuangan Kashmir India Muzaffar Hussain Baig
menyatakan, pemerintah berusaha melakukan yang
terbaik. ”Gempa bumi itu menyebabkan banyak sekali
kerusakan infrastruktur dan komunikasi.

Cuaca di sana juga buruk sehingga menghambat
penyampaian bantuan sementara,” ungkapnya sambil
menyebutkan hujan lebat turun pada Sabtu malam hingga
Minggu dini hari.

Lumpur serta reruntuhan pohon dan bangunan akibat
tanah longsor menutup sejumlah jalan, menyebabkan
banyak desa menjadi terisolasi.

Pakar gempa dari Survei Geologi Amerika Serikat, David
Applegate, menjelaskan, gempa yang terjadi di Pakistan
termasuk gempa dangkal, sekitar 10 kilometer di bawah
permukaan tanah. Karena itu, guncangannya terasa
sangat keras dan menjangkau wilayah luas. (AP/AFP/Reuters/OKI)


                
__________________________________ 
Yahoo! Music Unlimited 
Access over 1 million songs. Try it free.
http://music.yahoo.com/unlimited/


------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Click here to rescue a little child from a life of poverty.
http://us.click.yahoo.com/rAWabB/gYnLAA/i1hLAA/UlWolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya 
maupun di luar diri saya **

** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman 
hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta 
kasih yang kokoh **

** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami 
secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas 
dari belenggu kelahiran dan kematian **

** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas 
asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari,  
membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan 
kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, 
para guru, serta sahabat-sahabat kami ** 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/Dharmajala/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 




Kirim email ke