50.  Singa dengan Pikiran Teguh
         
        Demikianlah yang telah saya dengar pada suatu ketika
Buddha berdiam di kota Rajagrha di Puncak Burung
Heriang. Pada saat itu Devadatta yang terus menerus
dipenuhi pikiran jahat terhadap Buddha, Devadatta
berpikir: "Saya harus menyingkirkan Tatahagata dan
menjadikan diriku sebagai Buddha." Dia berkata kepada
Pangeran Ajatasatru sebagai berikut: "Pangeran, akan
baik jika engkau membunuh ayahmu dan naik tahta. Itu
akan menjadi baik jika seorang Buddha baru dan seorang
raja baru memerintah negeri ini dengan benar."
Kemudian Pangeran Ajatasatru membunuh ayahnya dan
merebut tahta. Raja mempengaruhi rakyatnya agar
menumbuhkan rasa benci terhadap parar bhiksu, ketika
para bhiksu datang ke kota itu untuk memohon, mereka
tidak diberikan apapun dan kembali dengan patta yang
kosong.
         Para bhiksu kemudian pergi ke Puncak Burung
Heriang dan melaporkan hal ini kepada Buddha:
"Bhagava, Devadatta telah membuat tuan pemberi hadiah
menjadi jahat. Mereka sekarang tidak menyukai para
bhiksu dan menolak untuk memberikan persembahan.
"Bhagava kemudian berkata kepada Ananda: "Ananda,
ketika makhluk hidup memiliki pikiran awal kejahatan
kepada para bhiksu yang telah mengenakan jubah merah,
mereka juga memiliki pikiran jahat kepada para Buddha,
Pratyekabuddha, dan arahat di masa lalu, sekarang, dan
akan datang. Ketika mereka memiliki pikiran awal jahat
terhadap Yang Suci tiga masa, buah dari kejahatan ini
tidak terbayangkan dan tidak ada habisnya. Mengapa
demikian? Hal ini karena jubah suci adalah lambang
Penakluk tiga masa. Mereka yang mencukur rambut dan
jambangnya dan mengenakan jubah yang telah dicelup
akan segera terbebaskan dari penderitaan, akan
menghentikan hawa nafsu, dan akan mencapai
Kebijaksanaan Transendental, dan akan menjadi
perlindungan, seorang penjaga dan seorang pahlawan
untuk semua makhluk hidup. Dia yang membawa pikiran
awal keyakinan terhadap mereka yang telah menjadi
bhiksu dan mengenakan jubah akan memperoleh kebajikan
tak hingga. Sebelumnya, Ananda, dengan menghormati
para bhiksu yang mengenakan jubah suci, saya menjadi
seorang Buddha Sempurna." Ananda berkata: "Bhagava,
saya mohon engkau menceritakan bagaimana penghormatan
yang sebelumnya Engkau lakukan terhadap para bhiksu
yang mengenakan jubah."
         Buddha berkata: "Ananda, dengarkan dengan
seksama dan ingatlah. Di masa lampau, berkalpa lalu
tak terhitung, ada seroang raja di Jambudvipa yang
bernama Sankara yang memerintah 84.000 raja kecil.
Pada saat itu tidak ada ajaran Buddha di dunia, dan
para Pratyekabuddha yang tinggal di gunung-gunung dan
hutan-hutan akan terbang melalui udara untuk menolong
makhluk dan sering merawat binatang-binatang liar.
Pada suatu waktu, hiduplah di gunung seekor singa
berambut emas bergelimangan dipanggil Pikiran Teguh
yang hanya memakan tumbuh-tumbuhan dan buah-buahan dan
tidak melukai makhluk hidup. Seorang pemburu, melihat
singa ini, senang dan berpikir: 'Saya sangat
beruntung. Saya akan membunuh singa ini dan mengambil
rambut emasnya untuk dipersembahakan kepada raja, yang
akan memberi hadiah kepada saya dan saya akan menjadi
kaya. 'Mencukur rambut dan jambangnya, dia mengenakan
jubah keagamaan, menyembunyikan busur dan panahnya di
bawah lengannya, dan pergi ke tempat singa itu.
Menemukan dia tertidur, dia memanahnya dengan panah
beracun. Singa itu bangun dan menerkam untuk
menyerang, tapi melihat jubah keagamaan, berpikir:
'Pria ini tidak akan lama di dunia. Dia akan segera
dibebaskan dari semua penderitaan. Mengapa demikian?
Hal ini karena jubah ini adalah lambang dari semua
Yang Suci di masa lalu, sekarang, dan yang akan
datang. Jika saya melukai dia, hal ini akan melukai
Yang Suci tiga masa. 'Menyingkirkan segala pikiran
membunuh, dia berkata ketika dia akan meninggal di
kehidupan ini: 'A-la-la, ba-sa-sa, svaha!' Segera
langit dan bumi bergetar, dan meskipun tidak ada awan,
hujan turun. Para dewa mencari penyebab hal ini dan
ketika mereka melihat dengan mata dewa mereka bahwa
seorang pemburu telah membunuh seorang raja
bodhisattva hidup di hutan dalam bentuk seekor singa,
mereka menurunkan hujan bunga dari para dewa dan
menghormati jasad singa.
         "Pemburu itu menguliti singa itu dan
mengambil kulit bulu untuk Raja Sankara dan meminta
hadiah sebagai balasan. Raja berpikir: 'Di dalam
cerita suci tertulis bahwa seekor binatang dengan
rambut emas merupakan seorang bodhisattva atau Orang
Suci. Suatu hal yang tidak benar untuk memberikan pria
ini hadiah. Jika saya melakukan hal ini, saya akan
sama salahnya dengan dia. 'Dia memberikan pria itu
sebuah hadiah tak berharga dan bertanya: 'Ketika
engkau membunuh singa ini apakah ada tanda-tanda yang
tidak wajar?' Pemburu itu berkata: 'Ketika singa ini
terbaring mati dia berkata delapan kata, surga dan
bumi bergetar dan hujan turun dari langit yang tak
berawan. Para dewa juga menurunkan hujan bunga.
'Ketika raja mendengar hal ini dia sangat sedih dan
keyakinan serta rasa hormat timbul dari pikirannya.
Dia memanggil para menterinya dan orang-orang
bijaksana dan menyelidiki kata-kata singa itu, tetapi
tidak seorang pun dapat menjelaskan mereka. Raja
kemudian mengundang rshi bijaksana yang bernama Syama
yang tinggal di pertapaan terpencil. Ketika rshi itu
telah datang, raja bertanya kepadanya arti perkataan
singa itu. Rshi berkata: 'A-la-la berarti hanya orang
yang telah mencukur rambut dan mengenakan jubah
keagamaan akan dengan cepat terbebas dari kelahiran
dan kematian. Ba-sa-sa berarti mereka yang mencukur
rambut dan jambangnya dan mengenakan jubah keagamaan
telah dekat dengan kebijaksanaan Yang Suci dan
kebahagiaan Nirvana. Svaha berarti mereka yang
mencukur rambut dan jambangnya dan mengenakan jubah
keagamaan dihormati oleh para dewa dan manusia di tiga
dunia11.' Ketika rshi telah menjelaskan hal ini, raja
bersukacita dan memanggil 84.000 raja-raja kecil. Dia
kemudian membangun sebuah kereta dari tujuh permata
berharga, menempatkan kulit singa itu, dan
memerintahkan untuk menunjukkan itu kepada semuanya
dan menghormatinya dengan bunga dan dupa. Dia membuat
sebuah peti mati emas, menaruh kulit itu didalamnya
dan menutupnya dengan sebuah stupa. Semua yang
melakukan kebajikan ini terlahir kembali diantara para
dewa ketika mereka meninggal.
         "Ananda, karena singa ini membawa pikiran
awal kebajikan terhadap pria yang menggunakan jubah
keagamaan, dia terlahir sebagai raja cakravartin
selama ratusan ribu kalpa. Karena dia memberikan
kebahagiaan kepada semua makhluk dan melakukan
perbuatan bajik, dia menjadi seorang Buddha. Engkau
jangan berpikir bahwa singa itu adalah orang lain.
Saya adalah singa itu. Raja yang menghormati kulit
singa itu, dilahirkan sebagai pemimpin para dewa dan
manusia selama 10 kalapa lamanya dan yang berbuat
kebajikan sempurna sekarang adalah Bodhisattva
Maitreya. Sariputra adalah rshi itu. Pemburu yang
membunuh singa itu adalah Devadatta."
         Ketika Buddha telah berkata demikian,
kumpulan besar sangat berbahagia dan berkata:
"Bhagava, dikarenakan tidak mengerti kebajikan besar
Buddha, kami melakukan perbutaan jahat, bahkan
dihadapanmu. Tetapi kami menyesal dan mengakui
perbuatan jahat ini." Dengan penuh welas asih, Buddha
kemudian mengajarkan Empat Kebenaran sesuai dengan
kekuatan penyebab masing-masing bhiksu. Beberapa
menjadi Pemenang Arus, beberapa Sekali Kembali Lagi,
beberapa Tidak Pernah Kembali, beberapa menjadi
arahat. Beberapa membawa pikiran awal pencerahan
sempurna. Kemudian Ananda dan empat kelas pendengar
berkeyakinan pada perkataan Buddha dan bersukacita.
         

-----------------------------------------------------
Jika Ingin menyebarkan Naskah ini, mohon mencantumkan 
sumber dan pengalih bahasa

Sumber:
Sutra of the Wise and the Foolish [mdo mdzangs blun]
atau
Ocean of Narratives [uliger-un dalai]

penerbit:
Library of Tibetan Works & Archieves

Alih Bahasa Mongolia ke Inggris:
Stanley Frye

Alih Bahasa Inggris ke Indonesia:
Heni [Mhsi Universitas Indonesia]

Editor:
Junaidi
Kadam Choeling Bandung

ps: masih dlm proses edit, maaf jika masih ada
kesalahan
------------------------------------------------------


J u n a i d y  A n w a r
Dept. of Information Technology

PT. Tiara Gaya Arga Kencana
Paint, Road Marking, & Epoxy Manufacturer
Jl. Cimareme No. 185 A Padalarang, West Java - Indonesia

Phone : +62 22 665 1515 [ hunting ]
Fax.: +62 22 665 6555
Mobile: +62 856 219 8835 / +62 22 911 80 855 / +62 22 707 87 555 

----------------------------------------------------------
May I become at all times, both now and forever; a protector for those without 
protection; a guide for those who have lost their way; a ship for those with 
oceans to cross; a bridge for those with rivers to cross; a sanctuary for those 
in danger; a lamp for those without light; a place of refuge for those who lack 
of shelter; and a servant to all in need---Bodhicharyavatara, Shantideva
----------------------------------------------------------

__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around 
http://mail.yahoo.com 


------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Click here to rescue a little child from a life of poverty.
http://us.click.yahoo.com/rAWabB/gYnLAA/i1hLAA/UlWolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya 
maupun di luar diri saya **

** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman 
hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta 
kasih yang kokoh **

** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami 
secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas 
dari belenggu kelahiran dan kematian **

** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas 
asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari,  
membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan 
kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, 
para guru, serta sahabat-sahabat kami ** 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/Dharmajala/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 




Kirim email ke