Rabu, 26 Oktober 2005

Pos Belanja Lain-lain Presiden-Wapres Rp 111 Miliar

Jakarta, Kompas - Kenaikan harga bahan bakar minyak membuat masyarakat kecil harus memperketat anggaran belanjanya, tetapi pemerintah justru memperbesar belanjanya. Belanja presiden dan wakil presiden yang diambil dari pos lain-lain mencapai Rp 111 miliar setahun.

Dana tersebut ditujukan bagi operasional kegiatan khusus presiden Rp 24 miliar; biaya operasional, perawatan, dan carter pesawat kepresidenan Rp 50 miliar; operasional kegiatan khusus wakil presiden (wapres) Rp 12 miliar; dan biaya perawatan dan carter pesawat wapres Rp 25 miliar.

Jumlah itu belum termasuk anggaran yang tertuang dalam rincian belanja lembaga kepresidenan yang besarnya Rp 1,147 triliun dan belanja lembaga wakil presiden sebesar Rp 179,2 miliar.

Alokasi anggaran itu tertuang dalam Rancangan Undang-Undang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RUU APBN) 2006 yang menurut rencana akan disahkan pemerintah dan DPR Jumat (28/10) pekan ini.

Anggota Panitia Anggaran DPR Ramson Siagian mengharapkan pemerintah menyampaikan secara transparan rencana tersebut kepada masyarakat.

Dia mengacu pada UUD 1945, Pasal 23 (1), yang menyebutkan: ”Anggaran pendapatan dan belanja negara sebagai wujud dari pengelolaan keuangan negara ditetapkan setiap tahun dengan undang-undang dan dilaksanakan secara terbuka dan bertanggung jawab untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat”.

Sekretaris Kabinet Sudi Silalahi di Istana kemarin mengemukakan, kenaikan anggaran Kantor Kepresidenan 57,7 persen untuk tahun 2006 proporsional. Kenaikan itu, katanya, sesuai dengan program-program yang realistis direncanakan.

Menteri Keuangan Jusuf Anwar, yang ditanya masalah ini seusai mendampingi Komisaris dan Direksi PT Dipasena Citra Darmaja bertemu dengan Presiden, menyatakan, alokasi anggaran untuk Kantor Kepresidenan naik sampai Rp 419 miliar karena lembaga itu dinilai penting dan vital. ”Dana yang dialokasikan itu ada breakdown (rincian)-nya dan sudah diteliti oleh komisi yang menjadi mitra DPR. Saya kira itu ada urgensinya,” ujar Jusuf. (SUT/INU/HAR/dik)


Yahoo! FareChase - Search multiple travel sites in one click.

** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya maupun di luar diri saya **

** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh **

** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian **

** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari,  membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta sahabat-sahabat kami **




SPONSORED LINKS
Religion and spirituality Spirituality


YAHOO! GROUPS LINKS




Kirim email ke