|
Jivika JIVIKA adalah purta
Salavati, seorang pelacur di Rajagaha,
ibu Ketika Pangeran Abhaya, salah seorang putra Raja Bimbisara melewati jalan itu, Pangeran Abhaya mendengar tangisan bayi, dan kemudian membawanya ke istana dan merawatnya dengan penuh cinta kasih hingga dewasa. Ketika Jivika dewasa, dia belajar di Universitas Taxila (di Pakistan) dan menjadi dokter terkenal. Dia diangkat menjadi dokter kerajaan oleh Raja Bimbisara. Dia juga melayani Sang Buddha dan Sangha. Setelah banyak berdiskusi tentang Dhamma dengan Sang Buddha, dia sangat tertarik dan merenungkannya secara mendalam pada ajaran-Nya. Akhirnya, dia mencapai tingkat kesucian Sotapanna (yang telah memasuki arus). Dia membangun sebuah vihara di Ambavana (hutan mangga) dan mempersembahkan vihara tersebut kepada Sang Buddha dan Sangha. Di dekat vihara ini, Sang Buddha terluka oleh pecahan batu yang digelindingkan –yang dilakukan oleh Devadatta dengan tujuan untuk membunuh Beliau. Jivika mengobati Sang Buddha dengan cairan buatannya sendiri, yang dapat menyembuhkan luka dalam waktu yang sangat singkat. Ketika Jivika tinggal di Vesali, dia memperhatikan para bhikkhu yang kelihatan pucat dan kurang sehat. Dia melaporkan masalah tersebut kepada Sang Buddha dan meminta izin agar para bhikhu mengambil beberapa jenis obat untuk kesehatan mereka. Sang Buddha mengizinkannya. Jivika dinyatakan
oleh Sang Buddha sebagai upasaka terkemuka yang cinta kepada oang
lain (aggam puggalapasannanam) (Upasaka-upasika
Terkemuka dalam Buddha Sasana, oleh Ven.
Shanti Bhadra Thera) ** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya maupun di luar diri saya ** ** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh ** ** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian ** ** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari, membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta sahabat-sahabat kami ** YAHOO! GROUPS LINKS
|
