--- In [email protected], kreshna amurwabumi <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Rekan Sartono yth, > > Yang disebut aksioma itu adalah ketentuan/definisi dasar yang kebenarannya tidak boleh dibantah. Terimalah itu jangan banyak tanya. ... ... ... tidak usah dibuktikan. Anda jangan membantah ketentuan ini, bila anda tidak percaya ketentuan ini maka semua teori/ hukum-hukum dalam imu ukur bidang gugur. > > Dalam masalah kepercayaan, agama, isme dll, biasanya ada ketentuan- ketentuan dasar tertentu. Untuk membawa orang ke aliran ... ... ... sampai kita membantah ketentuan-ketentuan tersebut, dimanapun kita ketahuan, dll. > > Yang beragama Budha ... ... ... sendiri. > > Semoga keterangan saya bisa menerangkan kata aksioma yang dimaksud. > > Kreshna > > Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com >
Apa yang anda utarakan diatas adalah Aksioma subyektif dari sisi theologi. Aksioma sendiri adalah berarti "FAKTA" Dalam teori Matematik yang menjadi titik awal sebuah ketentuan seperti 1+1=2, 2*4 = 2+2+2+2 = 8, 4*2=4+4=8, Difrensial-integral, Parabolic equation, Sinus 30 = 1/2 ini adalah aksioma dimana sebuah pernyataan bersama untuk menentukan sistim Logika. yang memudahkan sistim perhitungan. Dalam teori Fisika adalah variabel imajiner untuk memudahkan pemecahan suatu formula. Suatu rumus pembantu (katalist). Dalam sisi Matematik dan Fisika Aksioma tercipta berdasarkan Logika. Ini adalah terbalik dipandang dari sisi religius. Aksioma adalah bersumber dari "DOGMA" bukan oleh logika. KAlau sesuatu bersumber dari "Dogma" maka aksioma Theologi tidak dapat lagi di pandang sebagai Logika namun dipandang sebagai Keyakinan/Faith. Maka aksioma dalam metode religius adalah tidak berdasarkan Fakta. Anda pasti ingat pada saat masih kecil. Tidak boleh nakal nanti Tuhan marah, Tuhan suka sama anak baik, Jangan mencuri nanti di hukum Tuhan, kalau kamu murah hati nanti Tuhan juga akan kasih hadiah, dll...dll. Dari kecil secara naluri mereka yang bukan Buddhis-Tao-Hindu mereka akan mengajatkan hal tentang ini. Dari kecil sampai hampir dewasa terus menerus di cekoki mengenai "Everything all about God". So bagi mereka yang kemudian menjalani kehidupan religius nasrani maupun muslim maka mereka akan menemukan Tuhan Yang mMaha Kuasa ini sebagai kebenaran. Tapi bagi Buddhis Aksioma Tuhan tsb adalah hanyakah pandangan yang di tanam sejak kecil dimana dasar-dasarnya adalah bukan Fakta tapi "Dogma" yang masih mengambang asal usulnya. Inilah maksud saya Beda antara Aksioma di bidang sains dan Aksioma di bidang religi. Anda menggunakan aksioma tapi kalau askioma tsb adalah berdasarkan "Dogma" maka Aksioma tsb hanya berlaku bagi yang percaya atas "Dogma" tsb. Dan aksioma tsb tidak punya kualitas dalam inter religius debate. Bisa jadi Kristen punya aksiomanya sendiri, Kita Buddhis juga punya aksioma sendiri. Aksioma dalam dunia religius harus berdasarkan "Reason", harus beralasan, dan alasan inilah yang biasanya di perdebatkan. Selama ini saya rasa Buddhist selalu dapat mempertahankan kepercayaan nya tanpa perlu mengandalkan aksioma. ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Click here to rescue a little child from a life of poverty. http://us.click.yahoo.com/rAWabB/gYnLAA/i1hLAA/UlWolB/TM --------------------------------------------------------------------~-> ** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya maupun di luar diri saya ** ** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh ** ** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian ** ** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari, membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta sahabat-sahabat kami ** Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/Dharmajala/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
