Sdr. Yamin yang budiman,

Benar sekali pendapat Anda bahwa kita memang harus menyelaraskan 
antara sains (dan sebenarnya tidak hanya sains saja) dengan 
Buddhisme. Untuk itulah kita memerlukan hermeneutika. Buddhisme tidak 
pernah melarang seseorang untuk berkutat dengan hal-hal duniawi. Yang 
saya pertanyakan, banyak orang yang mengatakan semacam itu, tetapi ia 
mengirimkannya pada saya melalui e-mail. Nah, bukankah e-mail itu 
adalah juga "barang duniawi"? Memang benar bahwa pembebasan, 
meditasi, dll juga merupakan aspek Buddhisme yang sangat tinggi, 
tetapi kehidupan sosial, ritual, dan lain sebagainya juga bagian dari 
Buddhisme. Di dalam Sigalovada Sutta, Sang Buddha juga membahas 
masalah ekonomi dan hubungan kemasyarakatan. Selain itu mahaguru Zen 
juga mengatakan bahwa Dharma tidak terpisahkan dari aktifitas duniawi.

Salam metta,

Tan


--- In [email protected], Yamin Prabudy <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Saya ingin coba diskusi dengan kk cong ik/ djoni...
> saya banyak snip snap ya ...
> 
> [snip] 
> >  Ingat, bahwa menjadi penganut Buddha sangat berbeda
> > dengan menjadi 
> > penganut agama lain, itulah sebabnya mengapa
> > praktisi Buddha merasa 
> > bahwa Buddhisme bukan sebagai sebuah agama seperti
> > yang diperkirakan 
> > oleh penganut agama lain. Menjadi umat Buddha tidak
> > sekedar menjadi 
> > umat Buddha saja. Tidak seperti penganut agama lain,
> > menjadi Kristen 
> > ya menjadi Kristen lalu berkutat dengan kajian2 hal
> > hal duniawi, 
> [/snap]
> Apakah seorang yang mempelajari Ajaran Buddha tidak
> boleh berkutat dengan kajian2 dan hal-hal duniawi ?
> OK jangan pake kata "tidak boleh" deh rasanya extrim
> Apakah seorang yang mempelajari Ajaran Buddha sudah
> sudah tidak terlalu mengurus masalah duniawi ??
> Emangnya yang mempelajari Ajaran Buddha itu tinggal di
> mana ?? 
> 
> 




------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Click here to rescue a little child from a life of poverty.
http://us.click.yahoo.com/rAWabB/gYnLAA/i1hLAA/UlWolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya 
maupun di luar diri saya **

** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman 
hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta 
kasih yang kokoh **

** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami 
secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas 
dari belenggu kelahiran dan kematian **

** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas 
asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari,  
membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan 
kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, 
para guru, serta sahabat-sahabat kami ** 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/Dharmajala/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke