Namo Buddhaya,

Ya benar, atau bisa juga set account Anda, pilih no-email (seperti 
yang saya lakukan), dan bila Anda ingin membaca posting2 bisa 
langsung saja ke website mailing listnya, jadi tidak perlu terima e-
mail tiap hari. Bila ada yang kurang jelas silakan japri saya, akan 
saya bantu. 
Semoga bermanfaat,

Metta,


Tan

--- In [email protected], Chen Kuang <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Bung Gunawan, kalau masalah anda disebabkan kesulitan mendelete 
email
> diyahoo anda
> mungkin sebaiknya anda menset dengan cara langganan yahoogroups 1 
email
> perhari, caranya 
> dengan mengirimkan email kosong ke dharmajala-
> <mailto:[EMAIL PROTECTED]> [EMAIL PROTECTED]
> 
>  moga-moga bisa membantu
>  
> Salam
> CK
> 
> -----Original Message-----
> From: Gunawan Garuda Nusa [mailto:[EMAIL PROTECTED]
> Sent: Sunday, November 06, 2005 8:39 PM
> To: [email protected]
> Subject: Re: [Dharmajala] Re: Matinya Hermeneutika Buddhis (untuk 
sadar
> dong)
> 
> 
> Tabekkkkkkkkk,3x
> 
> Yang budiman para netter yg membahas masalah ini,
> Semoga niat kalian yang mulia dapat menyebar dan tercerap oleh 
anggota milis
> ini.
> Semoga pendapat saya juga tidak menyinggung moderator.
> 
> Maaf... maaf .... sekali lagi maaf jika 
> pertanyaan dan peryataan saya menyinggung keberadaan media ini. 
Kalau toh
> akhirnya opini saya 
> dianggap bodoh dan atau tidak mengerti keberadaan milis ini anggap 
saja
> KENTUT yang di buang 
> tapi kebanyakan lingkungan(orang) tidak menerima karena bau.
> 
> Pertanyaan dan peryataan saya adl:
> 
> 1.Jika memang jawaban ini ditujukan pribadi apakah tidak sebaiknya 
> teman2 budiman sekalian, apakah tidak sebaiknya via Japri saja?? 
> Kalau ini memang aturan main milis ini mohon maaf bagi moderator 
sekalian
> atas kebodohan saya.
> Setelah berkembang pembicaraan yg jauh atau tidak saya tidak 
merasakan 
> adanya pembatasan oleh moderator. Mengapa?? 
> 
> 2.Jika untuk kebebasan untuk pencerahan atau apapun itu MOnggo 
mawon...
> Tapi Ego saya keluar, mengatakan yang tertulis seperti ini.
> Apakah tidak sebaiknya ada pembatasan. 
> Akhirnya saya (atau kami jika diperkenankan) yang tidak merasa perlu
> menanggapi merasa 
> tersentuh pemikirannya: Apakah netter mengerti Etika bermilis atau 
saya yg
> tidak mengerti etika
> ber
> milis :O mohon penjelasan dari tang budiman sekalian.
> 
> Terus terang saya merasa lelah menghapus posting2 yg sifatnya 
pribadi,
> meskipun
> saya mengatakannya tanpa mempertimbangkan adanya karma baik yang 
dihasilkan
> dari mendelete 
> mail/posting tsb. 
> 
> Selanjutnya ada kalimat yang akan dapat menghancurkan tujuan milis 
yang
> mulia ini.
> Namun tak sanggup Ambo mengatakannyo.....
> 
> Mohon arahannya dari yang budiman sekalian yang lebih/telah terbuka
> wawasannya...
> 
> Salam,
> 
> Yang bertanya ....
> 
> 
> --- Yamin Prabudy <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> 
> > [snip]
> > > Wawasan tataran bawah dalam buddhisme bukanlah visi
> > > utama apa yang 
> > > ingin disampaikan oleh Buddha. Wawasan tataran bawah
> > > Buddhisme itu 
> > > hanya sebagai sebuah upaya kausalya dari sang Buddha
> > > dalam 
> > > membimbing semua makhluk hidup secara bertahap. Jika
> > > mengatakan 
> > > bahwa mau masuk surga silahkan, utk apa sang Buddha
> > > memperingatkan 
> > > bahwa Triloka bagaikan rumah yang sedang terbakar?
> > > Itulah sebabnya 
> > > sang Buddha lalu mengatakan bahwa orientasi utama
> > > ajarannya secara......
> > [/snap]
> > 
> > bukankah kalimat seperti ini merupakan penafsiran ?
> > 
> > Beberapa hari yang lalu saya ada menonton acara Dialog
> > Today di Metro TV, kebetulan yang dibahas adalah
> > masalah Islam masa depan.. pembicaranya cukup
> > bonafid..
> > trus ada muncul masalah penafsiran...
> > 
> > sang pembicara mengatakan....
> > penafsiran satu ayat Al-Quran bisa banyak tergantung
> > pemahaman masing-masing.... dan itu adalah hal yang
> > wajar-wajar saja (perbedaan pendapat boleh dong) yang
> > tidak boleh adalah mem-fatwa atau klaim penafsiran
> > satu kelompok/golongan yang paling benar karena ini
> > bisa menyesatkan
> > 
> > saya sebagai pemula (terutama saya...saya tidak tahu
> > istilah-istilah bahasa Pali/ Sanskrit yg keren2)
> > membutuhkan penafsiran-penafsiran yang disampaikan
> > dalam bentuk buku, ceramah dharma, diskusi dharma
> > supaya saya mudah mencernanya... saya rasa kalau
> > dikasih Tripitaka/Tipitaka tidak akan saya baca karena
> > kebodohan saya yang tidak mampu menterjemahkannya
> > dalam bahasa sehari-hari...
> > 
> > [snip]
> > > Tidakkah disadari bahwa kita2 ini pada masa kalpa
> > > yang tak terhitung 
> > > sudah terlalu lama berpijak pada bumi. Ternyata
> > > benar apa yang 
> > > dikatakan sang Buddha bahwa dunia ini disebut
> > > sebagai dunia Saha. 
> > > 
> > [/snap]
> > 
> > sayang saya tidak menyadari sedang menginjak bumi,
> > saya tidak menyadari sedang berjalan di atas bumi,
> > saya tidak menyadari bahwa kita hidup di atas bumi,
> > menurut saya kalau kita bisa menyadari segala hal ini
> > (menginjak bumi, berjalan di atas bumi, hidup di atas
> > bumi) sepertinya sudah lama sekali saya akan berada di
> > alam surga atau nibanna.......
> > 
> > padahal Thay pernah bilang 
> > Berjalan di atas air, berjalan di udara, berjalan di
> > atas awan...bukan merupakan keajaiban, keajaiban
> > terbesar adalah berjalan di bumi, di atas rumput yang
> > hijau
> > 
> > [snip]
> >  Socially 
> > > Engaged Buddhism akan menjadi tidak relevan juga
> > > jika tidak 
> > > mengaitkanya dengan upaya mengikis noda batin,
> > > membebaskan diri dari 
> > > belenggu samsara. Untung saja misi dari organisasi
> > > yang diprakarsai 
> > > oleh YM  Thich Nhat Hanh  tidak mengabaikan upaya
> > > ini.
> > [/snap]
> > 
> > Yup, Thay mengajarkan kita harus melakukan SEB dengan
> > landasan mindfulness (perhatian murni).. menyadari apa
> > yang sesungguh terjadi saat ini di dalam dan di luar
> > diri kita....
> > pada saat kita bernafas kita menyadari kita sedang
> > bernafas, dengan memperhatikan nafas kita, maka tubuh
> > dan pikiran kita menyatu..dengan cara ini kita akan
> > berada pada kekinian yang menakjubkan
> >  
> > [snip]
> > > Taruhlah hermeneutika 
> > > Buddhisme telah mati sejak Nagarjuna, bukankah itu
> > > lebih baik karena 
> > > penafsiran2 ajaran Buddha oleh orang dijaman akhir
> > > dharma seperti 
> > > sekarang  justru semakin membuat orang bingung
> > > karena tidak adanya 
> > > pencapaian spiritual utk menafsirkan ajaran Buddha,
> > > bukannya 
> > > memajukan buddhisme tetapi mendistorsinya.
> > [/snap]
> > 
> > artinya tidak ada orang yang berani menterjemahkan apa
> > yang pernah diajarkan oleh Sang Buddha dong ya ??
> > kalau tidak ada yang berani menterjemahkan dengan
> > alasan taktu mendistorsi bukankah jadinya
> > kemunduran...
> > karena tidak ada pemahaman lagi
> > saya umat awam mana ngerti kalau di suruh baca
> > Tripitaka/Tipitaka apalagi memahami sendiri.. membaca
> > aja aku sulit
> > 
> > dan itulah yang terjadi di Indonesia.....
> > kita sempat membanggakan kalau dulu (dulu ni ye)
> > Indonesia adalah tempat orang2 belajar Agama
> > Buddha....
> > sekarang Indonesia adalah tempat orang-orang
> > mempelajari agama Buddha.....
> > kita membeo karena tidak berani mengeluarkan buah
> > pikiran.. sementara apapun yang kita baca, pemahaman
> > apapun yang kita baca itu semua adalah produk
> > import...
> > lihat saja buku-buku terbitan Karaniya,BiP, dll..
> > Import semua
> > karena takut mendistorsi...maka tidak ada penulis yg
> > orang Indonesia... apakah orang2 Indonesia bodoh dan
> > tidak punya pemahaman akan Buddhism?? wah saya rasa
> > tidak...saya yakin ada yang punya kemampuan seperti
> > itu...cuman belum keluar dari pertapaan/sarangnnya
> > saja 
> > 
> > Kalau begitu saya angkat 1 contoh...
> > "Tidak akan ada guru ilmu pengetahuan apapun, karena
> > setiap orang (guru) takut kalau apa yang disampaikan
> > itu akan terjadi distorsi, takut salah mengajar.
> > karena tidak ada guru yang memiliki *sedikit*
> > pemahaman, maka murid-murid belajar sendiri dari buku2
> > yang ada...dan tanpa adanya bimbingan akhirnya tidak
> > ada yang mengerti sama sekali, atau pemahamannya
> > jauh-jauh lebih sedikit dibandingkan sang guru yang
> > ketakutan mendistorsi ilmu pengetahuan .. lama
> > kelamaan lama kelamaan akhirnya ilmu pengetahuan itu
> > hilang dengan sendirinya"
> > 
> > Nah ini sih mental tahu.....
> > 
> > Pendapat saya, memang kita bisa melakukan
> > kesalahan..kita bisa salah menyampaikan sesuatu..kita
> > bisa salah memahami sesuatu....karena tahu akan batas
> > kemampuan kita, tentu kita tidak boleh berhenti
> > mengasah diri (belajar).
> > 
> > demikian juga dalam hal penafsiran, kita tahu batas
> > kemampuan kita...tapi bukan berarti kita tidak boleh
> > menyampaikan apa yang kita pahami dan takut akan
> > terjadi distorsi...malah kita harus mengeluarkan apa
> > yg kita pahami, diskusikan dengan orang lain .. dengan
> > cara seperti ini bukankah akhirnya kita memiliki
> > tambahan ilmu,tambahan pemahaman??
> > 
> > salah itu wajar, distorsi dalam penafsiran itu sah-sah
> > saja.. yang tidak wajar adalah tidak belajar dari
> > kesalahan dan tidak berani mengemukakan pemahaman
> > (akhirnya sesat sendiri), dan ngotot benar sediri
> > 
> > ini lah pendapat dari pemahaman saya...
> > wajar kalau salah (membela diri dulu) karena saya
> > masih pelajar yang belajar....
> >     
> > 
> > metta, 
> > 
> > 
> > yamin
> > 
> > 
> >       
> >             
> > __________________________________ 
> > Yahoo! Mail - PC Magazine Editors' Choice 2005 
> > http://mail.yahoo.com <http://mail.yahoo.com> 
> > 
> > 
> > 
> > ** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di 
dalam diri
> saya maupun di luar
> > diri saya **
> > 
> > ** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk 
menanami
> taman hati kami
> > benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta 
kasih
> yang kokoh **
> > 
> > ** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan 
memahami
> secara mendalam agar
> > mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas dari 
belenggu
> kelahiran dan kematian **
> > 
> > ** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi 
penuh
> welas asih, menjadi
> > perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari,  
membawa
> akar-akar suka cita ke
> > banyak tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan tuk 
menanggapi
> dengan penuh rasa syukur
> > kebajikan orang tua, para guru, serta sahabat-sahabat kami ** 
> > Yahoo! Groups Links
> > 
> > 
> === message truncated ===
> 
> 
> 
>             
> __________________________________ 
> Yahoo! FareChase: Search multiple travel sites in one click.
> http://farechase.yahoo.com <http://farechase.yahoo.com> 
> 
> 
> 
> 
> 
> ** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam 
diri
> saya maupun di luar diri saya **
> 
> ** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk 
menanami
> taman hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi 
pengertian dan
> cinta kasih yang kokoh **
> 
> ** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan 
memahami
> secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga 
terbebas
> dari belenggu kelahiran dan kematian **
> 
> ** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi 
penuh welas
> asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore 
hari,
> membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama 
melepaskan
> kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan 
orang tua,
> para guru, serta sahabat-sahabat kami ** 
> 
> 
> 
>   _____  
> 
> YAHOO! GROUPS LINKS 
> 
> 
>       
> *      Visit your group " Dharmajala
> <http://groups.yahoo.com/group/Dharmajala> " on the web.
>   
> 
> *      To unsubscribe from this group, send an email to:
>   [EMAIL PROTECTED]
> <mailto:[EMAIL PROTECTED]> 
>   
> 
> *      Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of 
Service
> <http://docs.yahoo.com/info/terms/> . 
> 
> 
>   _____
>









------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Click here to rescue a little child from a life of poverty.
http://us.click.yahoo.com/rAWabB/gYnLAA/i1hLAA/UlWolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya 
maupun di luar diri saya **

** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman 
hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta 
kasih yang kokoh **

** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami 
secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas 
dari belenggu kelahiran dan kematian **

** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas 
asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari,  
membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan 
kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, 
para guru, serta sahabat-sahabat kami ** 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/Dharmajala/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke