Saya kutipkan salah satu Tanya Jawab dari dari Forum Tanya Jawab www.samaggi-phala.or.id ( bisa baca beberapa penjelasan lainnya di Forum Tanya Jawab tsb tentang berbagai pertanyaan tentang relik dengan ketik 'relik' di : cari sesuatu di tanya jawab ) :
 
Namo Buddhaya,
Apa sebenarnya relik itu ?
Seperti apa bentuknya ?
Benarkah menghormat pada relik / stupa tempat penyimpanan dapat berbuah kebahagiaan ?


Jawaban:
Istilah 'relik' dalam Dhamma disebut sebagai Saririka Dhatu. Istilah ini terdiri dari dua kata yaitu: Saririka = Jasmani, Dhatu = susunan. Jadi, pengertian 'relik' atau saririka dhatu ini adalah sisa jasmani seseorang yang dipercaya telah mencapai tingkat kesucian tertentu dalam melaksanakan Buddha Dhamma.

Relik dapat berbentuk sisa pembakaran, sisa tulang, gigi, rambut dsb.
Penghormatan kepada tempat yang terdapat relik di dalamnya telah diajarkan oleh Sang Buddha dalam Mahaparinibbana Sutta bagian EMPAT TEMPAT UNTUK BERZIARAH yang dapat dilihat pada website Samaggi Phala, Tipitaka, Digha Nikaya. Di sana disebutkan:
"Ada empat macam manusia, Ananda, yang sepantasnya dibuatkan stupa. Yang manakah keempat macam manusia itu?" "Seorang Tathagata Arahat Samma Sambuddha pantas dibuatkan stupa, demikian pula seorang Pacceka Buddha, seorang siswa dari Tathagata dan seorang Raja Dunia.
Ananda, mengapa seorang Tathagata Arahat Samma Sambuddha itu pantas dibuatkan sebuah stupa? Sebab bilamana orang-orang melihat stupa dan merenung: 'Ini adalah stupa Sang Bhagava Arahat Samma Sambuddha.' Hati para penganut itu akan menjadi tenang dan berbahagia, dengan ketenangan yang demikian serta pikiran yang penuh dengan kepercayaan pada semua itu, mereka pada penghancuran jasmaninya sesudah kematian akan tumimbal lahir dalam suatu keadaan yang penuh dengan kebahagian Surga.
Demikian pula bila mereka merenungkan. "Ini adalah stupa dari Pacceka Buddha atau ini adalah stupa dari Siswa Sang Tathagata Arahat Samma Sambuddha, atau inilah stupa raja yang adil yang memerintah sesuai dengan Dhamma." Maka dengan perenungan ini, hati mereka akan menjadi tenang dan bahagia; dengan ketenangan demikian serta dengan penuh kepercayaan pada semua itu, mereka pada penghancuran jasmaninya, sesudah kematian, akan tumimbal lahir di suatu keadaan yang bahagia. Karena alasan-alasan ini keempat macam manusia itu pantas dibuatkan sebuah stupa."

Semoga penjelasan ini dapat memberikan manfaat dan kebahagiaan.
Salam metta,
B. Uttamo


---------------------------

ana medan <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Namo Buddhaya
Kalyanamitta, saya mau nanya dikit neh. tau gak kira2
di buku apa ada membahas tentang relik?
atau mungkin ada dari kalyanamitta sekalian yang bisa
memberikan komentar2 dan penjelasan ilmiah tentang
relik ini.
terimakasih,
Namo Buddhaya


     
           
__________________________________
Yahoo! Mail - PC Magazine Editors' Choice 2005
http://mail.yahoo.com




Yahoo! FareChase - Search multiple travel sites in one click.

** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya maupun di luar diri saya **

** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh **

** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian **

** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari,  membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta sahabat-sahabat kami **




SPONSORED LINKS
Religion and spirituality Spirituality


YAHOO! GROUPS LINKS




Kirim email ke