21 November
Sang Buddha mengunjungi Bharadvaja pada upacara
menanam padi dan berdiri di dekat tempat pembagian
makanan para petani yang ikut menanam padi. Melihat
Sang Buddha, Bharadvaja menegur agar Sang Buddha pun
harus ikut membajak dan menanam padi, sebagaimana ia
sendiri juga turut bekerja untuk dapat makan hasilnya.
Percakapan yang menarik itu dapat kita ikuti seperti
di bawah ini (S.I-171):
Pertapa, aku membajak dan menanam bibit. Setelah
bekerja, aku makan. Apakah Anda juga membajak dan
menanam bibit dan setelah membajak dan menanam bibit
lalu makan?
Betul, Aku juga membajak dan menanam bibit, dan
setelah membajak dan menanam bibit, Aku makan.
Tetapi kami tidak pernah melihat regu Guru Gotama,
bajaknya, pengunjam bajak, cambuk atau sapinya.
Meskipun demikian Guru Gotama masih berani mengatakan
bahwa, Aku juga membajak dan menanam bibit, dan
setelah membajak dan menanam bibit Aku makan.
Sang Buddha menjawab,
Keyakinan adalah bibit-Ku dan hujan adalah tata
tertib-Ku.
Pandangan terang adalah bajak-Ku disertai kayu
lengkung yang sesuai.
Tahu malu (hiri) adalah tiang bajak-Ku dan pikiran
adalah talinya..
Pemusatan pikiran adalah pengunjam bajak-Ku dan
cambuk-Ku.
Waspada dalam perbuatan, waspada dalam ucapan.
Dan sederhana dalam makan dan minum.
Aku mencabut rumput dengan Kesunyataan dan
menyelesaikan tugas,
Adalah apa yang Aku selalu dambakan.
Kemauan keras adalah regu penopang beban-Ku,
Yang menarik bajak-Ku menuju pelabuhan yang aman,
Selalu maju dan tak pernah mundur.
Dan di tempat yang dilalui tak akan ada lagi yang
menangis.
Itulah cara-Ku membajak.
Buah yang akan dipetik adalah makanan abadi.
Siapa saja yang melaksanakan cara membajak seperti
ini,
Akan terbebas dari penderitaan dan kesedihan.
Bharadvaja merasa gembira sekali dan segera
menghanturkan sebuah mangkuk besar berisi nasi campur
susu.
Tetapi Sang Buddha menolak pemberian tersebut dengan
mengatakan bahwa seorang Buddha tidak pernah menerima
imbalan untuk berkhotbah. Atas saran Sang Buddha,
Bharadvaja membuang makanan tersebut ke sungai karena
tidak ada orang yang dapat mencernakan makanan yang
pernah dipersembahkan kepada Sang Buddha. Ketika
makanan itu menyentuh air sungai, terdengar suara
gemercak dan api serta asap terlihat di atas air.
Bharadvaja menjadi kagum sekali dan sambil berlutut
di kaki Sang Buddha menyatakan dirinya sebagai
pengikut Sang Buddha untuk seumur hidup. Tidak lama
kemudian, ia menjadi bhikkhu dan berhasil mencapai
tingkat kesucian Arahat.
(Judul : Riwayat Hidup Buddha Gotama)
(Penyusun : Maha Pandita Sumedha Widyadharma)
(Penerbit : Cetiya Vatthu Daya)
__________________________________
Yahoo! FareChase: Search multiple travel sites in one click.
http://farechase.yahoo.com
------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
Fair play? Video games influencing politics. Click and talk back!
http://us.click.yahoo.com/u8TY5A/tzNLAA/yQLSAA/UlWolB/TM
--------------------------------------------------------------------~->
** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya
maupun di luar diri saya **
** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman
hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta
kasih yang kokoh **
** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami
secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas
dari belenggu kelahiran dan kematian **
** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas
asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari,
membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan
kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua,
para guru, serta sahabat-sahabat kami **
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/Dharmajala/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/