Dear all,

Mohon bantuan untuk menyebarkan informasi ini.

salam
maitri,


*****************************************************************
-----------------------------------------------------------------
Nammo Buddhaya,

Rekan-rekan se-Dharma jangan lewatkan Dharma Teaching
dari YM Dagpo Rinpoche, seorang Guru Dharma yang
sangat berkualitas, di Jakarta

Rabu- Kamis, 21-22 Desember 2005
Jam       :  19.00-selesai
Tempat    :   Grand Duta Merlin
              Ruang Akhaya Lantai 4
              (Diatas Carrefour Harmoni)
              Jl  Gajah Mada - Jakarta

Topik Dharma: "Batin dan faktor-faktor mental"


Berlaku untuk Umum dan tidak dipunggut biaya.

KETERANGAN:
Topik ini adalah lanjutan dari topik ceramah Rinpoche
tahun lalu di
Jakarta (Hotel Red Top). Bagi yang pernah ikut ada
baiknya dapat
menghadiri ceramah ini lagi, sedangkan yang belum
pernah ikut pada
tahun lalu tidak usah kuatir sebab Rinpoche biasanya
mengulas kembali secara singkat topik yang tahun lalu.


Untuk lebih jelas Hubungi:
Samsul A        : 0816-144.9293,  021-30.128.678
Grace           : 0811-13.9294,    021-70.69.6789
Wieneke         : 0811-85.7748,    021-39.00.270
Jhony           : 0815-504.7913

Dengan Metta,
Samsul Angweita
Yayasan Serlingpa



RIWAYAT SINGKAT DAGPO RINPOCHE

Dagpo Rinpoche, dikenal pula dengan nama Bamcho
Rinpoche, lahir pada
tahun 1932 di distrik Kongpo, sebelah Tenggara kota
Lhasa di Tibet.
Pada usia 6 tahun Dagpo Rinpoche telah tinggal di
Vihara Bamcho di
distrik Dagpo. Disini beliau belajar membaca, menulis
dan mulai
belajar tentang ritual, Sutra serta Tantra. Pada umur
13 tahun beliau
pergi ke Vihara Dagpo Shedrup Ling (Dagpo Dratsang)
untuk mempelajari
5 naskah utama tentang filsafat.

Dagpo Shedrup Ling (atau sebutan lain Dagpo Dratsang)
adalah perguruan
tinggi keviharaan yang didirikan oleh Je Lotros Tempa,
siswa penerus
ke-enam Je Tsongkapa.  Pelajaran di perguruan ini
sangat tinggi
tingkatnya, baik mengenai 5 Naskah Utama (Logika,
Paramita,
Madhyamika, Abidharma, Vinaya) maupun mengenai Tantra,
namun perhatian
khusus diberikan pada pelajaran Lamrim.

Tahun 1403 Je Tsongkapa baru saja menyelesaikan
penulisan Lamrim
Chemmo (Penjelasan Utama Tentang Tingkatan Jalan
Pencerahan) di Rating
ketika Je Lotros Tempa menemui beliau.  Je Tsongkapa
memberkati Je
Lotros Tempa dengan menaruh Lamrim diatas kepalanya. 
Beliau berikan
satu salinan naskah, menyuruhnya pergi menuju ke Dagpo
dan mendirikan
Vihara agar orang-orang dapat mempelajari 5 Naskah
Utama dan Lamrim
serta melaksanakan ajaran-ajaran ini.  Oleh karena itu
Dagpo Dratsang
disebut juga Lamrim Dratsang.
 Banyak Ganden Tripa (para penerus Je Tsongkapa dan
kepala Vihara)
lahir di Vihara ini.  Juga banyak pendeta Vihara ini
mencapai
penerangan spiritual yang tinggi dengan samadhi mereka
atas ajaran
Lamrim.  Sesudah tahun1959 para pendeta Dagpo Dratsang
yang melarikan
diri dari Tibet ke India mula-mula berkumpul kembali
di Assam,
kemudian di Madyapradesh.  Di tempat kedua ini mereka
mencoba
mengabadikan tradisi Vihara yang khas dari perguruan
mereka, meskipun
mengalami bermacam kesulitan materi.

Sesudah belajar selama sebelas tahun di Dagpo Shedrup
Ling, Dagpo
Rinpoche meneruskan belajar di universitas vihara yang
penting di
Drepung dekat Lhasa.  Disini beliau memasuki salah
satu dari
fakultasnya, Gomang Dratsang, untuk mendalami
pelajaran tentang
falsafah.  Beliau studi disana hingga invasi komunis
tahun 1959,
ketika beliau menyusul Yang Mulia Dalai Lama menuju
pengasing di
India.

Dagpo Rinpoche mengikuti 34 Guru Buddhis termasuk Yang
Mulia Dalai
Lama dan dua orang pembimbingnya, Kyapje Ling Rinpoche
dan Kyapje
Trijang Rinpoche.  Dibawah bimbingan mereka beliau
mempelajari 5
Naskah Utama, Tantra juga mempelajari astrologi,
tatabahasa.
Kesusasteraan dan sejarah.

Tahun 1960 Dagpo Rinpoche diundang ke Perancis. Beliau
mengajar bahasa
Tibet dan sejarah agama Buddha di sebuah Kejuruan
Ketimuran yang ada
hubungannya dengan Universitas Sorbonne di Paris. 
Beliau mengerjakan
riset dan aktif mengambil peranan penulisan sejumlah
buku tentang
Tibet dan Buddhisme.  Pada usia 27 tahun Dagpo
Rinpoche mendapat
beasiswa dari Yayasan Rockefeller untuk membantu para
cendekiawan
Perancis dalam riset mereka mengenai agama dan budaya
Tibet. Tahun
1978 beliau mendirikan Pusat Dharma (Centre Bouddhiste
Tibetan Guepele
Tchanchoup Ling – atau Ganden Ling Institute) di Paris
untuk
memberikan ajaran agama Buddha, doa dan meditasi.
Dagpo Rinpoche
sebagai pendiri pertama dari Aliran falsafah Buddhist
Gelugpa di
Perancis ini  di kenal sebagai salah satu dari Guru
Buddhisme Tibet
yang paling dihormati (Qualified Master) untuk
pelajaran "Lamrim"
(Tahapan Jalan Ke Pencerahan).

Dagpo Rinpoche sering mengadakan perjalanan untuk
memberikan ceramah
dan pelajaran-pelajaran umum di pusat-pusat Dharma di
Italia, Swiss,
Belanda, Belgia dan kota-kota lain di Perancis.  Dan
sejak tahun 1989
di beberapa negara di Asia.

Kehidupan Masa Lampau Dagpo Rinpoche

Dagpo Rinpoche dikenal oleh Dalai Lama ke-13 sebagai
reinkarnasi dari
Dagpo Lama Rinpoche Jamphel Lhundrup yang mana telah
di kenal dan
diidentifikasi  sebagai reinkarnasi dari Mahaguru
Indonesia yang
bernama Suvarnadipa Dharmakirti (Serlingpa). Serlingpa
adalah seorang
pangeran dari Wangsa Sailendra yang membangun Candi
Borobudur, dan
juga bisa di hubungkan dengan Perguruan Tinggi Agama
Buddha dan
Kebudayaan yang berkembang dibawah pemerintahan
Kerajaan Sriwijaya
pada abad ke-7 hingga abad ke-10 di Indonesia.
Serlingpa memberikan
pelajaran penting tentang membangkitkan bodhicitta
atau aspirasi untuk
mencapai pencerahan demi kebaikan semua mahluk hidup
kepada Atisha
Dipamkara, seorang yang sangat terpelajar yang datang
dari India.
Sekembalinya ke India Atisha kemudian di undang ke
Tibet. Disana
beliau memainkan peranan yang sangat penting untuk
membawa pembaharuan
bagi Agama Buddha. Dia menjadi salah satu Mahaguru
yang sangat di
hargai dalam agama Buddha Tibet.

Dagpo Lama Rinpoche Jhampel Lhundrup mempunyai peranan
yang sangat
penting bagi Buddhisme Tibet dengan jalan menghidupkan
kembali ajaran
Lamrim di bagian Selatan Tibet dengan melatih murid
utamanya,
Pabongkha Rinpoche yang kemudian menjadi salah satu
Mahaguru
Buddhisme Tibet yang paling utama di abad ini.

Kedua guru ini, Serlingpa dan Atisha, muncul dalam
hubungan guru dan
murid akhir-akhir ini dalam arti Atisha lahir kembali
sebagai
Phabongka Rinpoche (guru dari Kyapje Trijang Rinpoche
dan Kyapje Ling
Rinpoche) dan menerima pelajaran Bodhicitta dari Dagpo
Lama Rinpoche
Jamphel Lhundrup.

Silsilah kelahiran kembali Dagpo Rinpoche lainnya jauh
mencapai
sejarah yang lalu termasuk para Guru misalnya Taknuku
Bodhisattva yang
menjual daging diri sendiri agar dapat memberikan
sesaji kepada
gurunya. Di Tibet silsilah kelahiran kembali Dagpo
Rinpoche termasuk
para maharesi antara lain Marpa Lotsawa (penterjemah
ulung, guru
Milarepa abad ke 12), Lodrol Lama Rinpoche (1719-1805)
dan sejumlah
kepala vihara Dagpo Sherup Ling.

Note: Sampai saat ini selama 17 Tahun, setiap tahun
(kecuali waktu
kerusuhan 1998) Y.M. Dagpo Ripoche selalu datang ke
Indonesia
memberikan pelajaran Lamrim dan memberikan Inisiasi.
Saat ini telah
banyak ceramah beliau yang sudah dibukukan. Sebagian
masih dalam
transcrip bahasa Inggris (Kotbah di Indonesia,
Malaysia dan Eropa).



Oleh:  Rosemary Patton (dibawah petunjuk Dagpo
Rinpoche),
Alihbahasa: Willy Sim, Wieneke De Groot, Samsul
Angweita.



--
Samsul Angweita
Hp    : 0816.144.9293
Star1: 021-30128.678
------------------------------------------------------------------
******************************************************************


J u n a i d y  A n w a r
Dept. of Information Technology

PT. Tiara Gaya Arga Kencana
Paint, Road Marking, & Epoxy Manufacturer
Jl. Cimareme No. 185 A Padalarang, West Java - Indonesia

Phone : +62 22 665 1515 [ hunting ]
Fax.: +62 22 665 6555
Mobile: +62 856 219 8835 / +62 22 911 80 855 / +62 22 707 87 555 

----------------------------------------------------------
May I become at all times, both now and forever; a protector for those without 
protection; a guide for those who have lost their way; a ship for those with 
oceans to cross; a bridge for those with rivers to cross; a sanctuary for those 
in danger; a lamp for those without light; a place of refuge for those who lack 
of shelter; and a servant to all in need---Bodhicharyavatara, Shantideva
----------------------------------------------------------


        
                
__________________________________ 
Yahoo! Mail - PC Magazine Editors' Choice 2005 
http://mail.yahoo.com


------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Get fast access to your favorite Yahoo! Groups. Make Yahoo! your home page
http://us.click.yahoo.com/dpRU5A/wUILAA/yQLSAA/UlWolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya 
maupun di luar diri saya **

** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman 
hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta 
kasih yang kokoh **

** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami 
secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas 
dari belenggu kelahiran dan kematian **

** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas 
asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari,  
membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan 
kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, 
para guru, serta sahabat-sahabat kami ** 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/Dharmajala/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke