BOCAH NEPAL DIPERCAYA SEBAGAI REINKARNASI BUDDHA
23/11/2005 23:33 - Internasional/Metro Malam
Ram Bahadur Banjan dipercaya sebagai reinkarnasi dari Buddha.
(Metro TV)

Metrotvnews.com, Kathmandu: Ram Bahadur Banjan, seorang anak laki-laki warga Nepal, dipercaya sebagai reinkarnasi dari Buddha. Hal itu bukanlah tanpa alasan. Pasalnya, anak yang baru berusia 15 tahun itu telah melakukan meditasi di tengah hutan selama enam bulan tanpa makan dan minum. Sejak 17 Mei silam, dia duduk bersila tanpa emosi dengan mata tertutup di tengah-tengah akar sebatang pohon di hutan Bara, sekitar 160 kilometer sebelah selatan Ibu Kota Nepal, Kathmandu.

Para pengikutnya mencegah anak ini dilihat oleh orang banyak pada malam hari. Pada siang hari, orang-orang yang ingin melihatnya harus berdiri di samping jalur tali sekitar 25 meter dari lokasi Banjan bermeditasi. Seorang wartawan sebuah surat kabar lokal mengatakan ia pernah menghabiskan waktu dua hari di tempat Banjan bermeditasi. Menurut wartawan tersebut, sekitar 10 ribu orang mengunjungi anak ini setiap hari. Tentara telah ditempatkan di lokasi itu untuk menjaga keamanan.

Banyak orang percaya Banjan merupakan reinkarnasi dari Gautama Siddharta yang lahir tidak berapa jauh di sebelah selatan Nepal, sekitar 500 tahun Sebelum Masehi. Siddharta kemudian dipuja sebagai Buddha yang artinya seseorang yang mendapat penerangan.

Buddhisme mengajarkan cara berpikir benar dan mengendalikan diri yang memungkinkan orang mencapai Nirwana yaitu keadaan damai dan bebas dari nafsu. Dewasa ini, Buddhisme memiliki sekitar 325 juta pengikut yang sebagian besar tersebar di Asia.



** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya maupun di luar diri saya **

** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh **

** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian **

** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari,  membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta sahabat-sahabat kami **




YAHOO! GROUPS LINKS




Kirim email ke