--- In [EMAIL PROTECTED], Jimmy Lominto <[EMAIL PROTECTED]...> wrote:
Dear all,
Sekuntum teratai untuk anda semua, para calon Buddha.
Bravo atas semua yang sedang berlangsung.
Yang tanggal 11 Des ini aku juga ga bisa ikut. Yang pertengahan Januari juga belom tentu bisa karena sudah ada jadwal lain.
Eniwei,
Please keep up the good work.
Ohya,
Ini ada sekilas info en tolong dibaca secara mendalam biar kaga salah persepsi.
So...
Breath for a while...
en...
Hari sabtu lalu aku sempat
ketemu dengan Pak Krishnanda dan Pak Kris menyampaikan pesan agar Dharmajala jangan terjebak melakukan "Baksos" seperti yang lain2. Hanya memberi ikan tanpa memberi peralatan dan mengajari masyarakat yang bersangkutan untuk mancing ataupun menjala atau bahkan membudidayakan.
Singkat kata, kalo baksos aja mah, udah banyak rame dilakukan Buddhis2 lain. Kalo mau baksos aja, kenapa ga ikut Tzu chi aja yang sekarang udah identik dgn baksos itu?
Jadi berdasarkan membaca imel2 yang ada di ramu, Pak Krish rada khawatir kita terjebak di tataran itu. Yang dia wanti2 adalah agar kita mengembangkan sistim yang dapat mengajarkan dan memberdayakan orang2 lokal untuk kemudian turun ke masyarakat ybs. Contoh:
a. Pengobatan massal. Yang perlu kita lakukan adalah membentuk team yang mampu membuat program kesehatan yang kemudian melatih orang2 setempat untuk kemudian memberikan penyuluhan
kesehatan dan mengorganisir pengobatan massal, bukan kita sendiri yang turun tangan melakukan pengobatan massal tersebut.
b. Demikian juga baksos, yang diperlukan adalah kita membuat program yang mendidik dan memberdayakan orang2 setempat yang kemudian tergerak untuk menanggani permasalahan2 sosial di komunitas mereka sendiri.
Aku minta agar Pak Krish menuliskan pandangannya ke ramu tapi beliau bilang biar aku aja yang menyampaikannya pada Bro en Sis.
Pada prinsipnya aku menghargai masukan Pak Krish dan itu sangat diperlukan untuk memastikan kita berada di jalur yang tepat.
Aku jelaskan pada Pak Krish bahwa tidak demikian halnya dan Pak Krish perlu melihat keseluruhan Program Dharmajala dan bahkan aktif mengalami bersama kita untuk memahaminya.
Sebenarnya, apa yang ada di benak Pak
Krish adalah apa yang kita mau lakukan di Dharmajala, hanya saja tidak sekarang, tidak dalam tahap ini. Melihat kondisi kita saat ini jelas tidak dimungkinkan. Ingat, kita membangun dari nol.
Masih ingat tidak program Aksi Lapangan Dharmajala yang ditampilkan di presentasi "Membawa Dharma Kembali ke Tengah Masyarakat"?
Aksi lapangan kita terbagi jadi dua:
1. Social welfare. Ini adalah program yang bersifat tensoplas. Luka tidak diobati, hanya ditempeli tensoplas aja. Contohnya adalah baksos, pengobatan massal, dsbnya. Melalui program ini, orang2 yang sudah bergabung di KPD kita, orang2 yang tadinya belum memiliki kepedulian sosial, kesetiakawanan sosial, diajak untuk berlatih kesadaran langsung di lapangan, sebulan sekali, menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi saat ini di dalam maupun di luar dirinya. Jadi, bodhicitta orang tersebut
ditumbuhkembangkan dan disertai dengan pembekalan info2 tentang apa yang sesungguhnya sedang terjadi saat ini di luar dirinya dan tentu saja juga diberikan pembekalan pengetahuan dan ketrampilan yang akan menghantarkan dirinya untuk melakukan perubahan sosial, bukan lagi sekadar memberikan ikan tapi sudah memberikan kail, jala, dan bahkan memberikan pengetahuan dan ketrampilan membudidayakan kepada masyarakat ybs. Transformasi ini akan membutuhkan waktu. Dan di Dharmajala, kita secara jelas dan konkret memecahkan masalah ketidakpedulian dan kurangnya manusia2 Buddhis yang mau secara aktif melakukan perubahan sosial dengan mendidik dan melatih orang2 yang tergabung dalam KPD kita dari yang tidak/kurang peduli, tidak mau aktif, hingga menjadi manusia2 yang akan secara aktif melakukan perubahan sosial dan itu membutuhkan waktu.
Jadi ,secara tampak luar, program social welfare kita ini akan kelihatan sama seperti yang dilakukan organisasi2 Buddhis lainnya,
tapi landasan. tujuan, dan bahkan metodenya jelas berbeda.
Ini yang perlu diketahui oleh Bro en Sis sekalian. Jadi harap perhatikan hal2 berikut ketika sedang mengorganisir dan saat sedang melakukan baksos nanti di lapangan.
* Gunakan kesempatan tersebut untuk berlatih kesadaran. Amati gerak-gerik batin kita saat kita sedang melakukan aktivitas persiapan maupun saat baksos nanti.
* Sadarilah bahwa baksos ini baru permulaan saja. Kita sedang melatih diri kita untuk melakukan sesuatu yang lebih fundamental, esensial, dan krusial lagi yaitu Perubahan Sosial di komunitas tempat kita berbaksos tersebut.
2. Social change. Ini adalah program yang memberdayakan komunitas atau masyarakat setempat agar bisa berdiri di atas kaki mereka sendiri. Contoh yang sangat konkret dari upaya seperti ini adalah yang dilakukan oleh
Sarvodaya Srilanka. Kita sedang menyiapkan diri kita ke arah sana. Dalam Program Dharmajala, ketika kita sudah berada di tahapan Dharmawira dan Dharmacharya, kita sudah aktif melakukan perubahan sosial.
Mudah2an sedikit orat-oret ini bisa semakin mengobarkan bodhicitta dan semangat kita untuk belajar, berlatih, dan berbagi hidup berkesadaran.
Bravo Bro en Sis, para Phusa sekalian.
Keep up the good work.
Salam Perjuangan
JL
Jen <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Teman-teman,Kebetulan di hari minggu, 27 Nov, saya ketemu pengurus cetiya Dhamma Dvipa dan mereka minta kepastian tanggalnya kapan. Sebelumnya mereka udah pernah kecewa karena ada beberapa group yang udah survey baksos tetapi kemudian tidak jadi ataupun ditunda. Well, untuk mereka, baksos itu memberikan semangat kepada penduduk setempat 'untuk rajin datang ke vihara'.
Yahoo! Music Unlimited - Access over 1 million songs. Try it free.
** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya maupun di luar diri saya **
** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh **
** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian **
** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari, membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta sahabat-sahabat kami **
SPONSORED LINKS
| Religion and spirituality | Spirituality |
YAHOO! GROUPS LINKS
- Visit your group "Dharmajala" on the web.
- To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
- Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.
