Dear all, saya yakin agama apapun bisa membuat dia baik dan bertata krama sopan santun. dan yang paling penting adalah person yang menangani orang tersebut.
kalo seorang bhiksu/i (maaf), tidak menguasai basic psikologi tentang human behavior, dan tak mampu mengintegrasikan ajaran buddha sesuai dgn kebutuhan sang orang tersebut, sanggupakan bhante tersebut secara konsisten membantunya? namun sebaliknya, seorang pendeta yang hebat mengintegrasikan ajaran kristus lalu menyesuaikan dengan kondisi orang tersebut, terus dia bisa secara gradual berubah, dan menjadi lebih baik tanpa harus meditasi, belajar apapun tentang sutra atau dharma, itu sanggatlah mungkin terjadi. yah, ini bisa terjadi vicee versa (bolak balik) jadi, punyakah kalangan buddhis yang bener2 bisa seperti teman2 kita di ajaran kristus yg mana ada orang khusus atau pendeta khusus yg menangani hal demikian, setelah itu mereka bisa meng-konvert agama sang orang itu. seperti buddha yg mencapai pencerahan, bahkan hanya dengan datang dan melihat fisiknya saja, kita bisa mencapai tingkat kesucian entah level ke berapa, jadi menurut saya, ini faktor penentu yang lumayan signifikan, selain faktor internal sang orang tersebut. semoga iini jadi renungan bagi kita semua, dan kita juga strive to achieve that state, that is full englightenment, the buddhahood, atau minimal tingkat2 yang mampu berbuat lebih banyak daripada sekedar manusia biasa. maitri, Jun > > > On 12/1/05, Jimmy Lominto <[EMAIL PROTECTED] > > <mailto:[EMAIL PROTECTED]>> wrote: > > >> Dear all, > > >> > > >> > > >> Sekuntum teratai untuk anda semua, para calon Buddha. > > >> > > >> Saya mau minta pandangan Bro en Sis yang berkenan berbagi, mana > > yang > > >> lebih > > >> baik: > > >> > > >> Tetap ngotot pertahankan seseorang menjadi "Buddhis" walaupun > > ucapan dia > > >> suka sembarangan, kasar, nyakitin orang mulu, perbuatan tubuh > > dia suka > > >> sembarangan, menyakiti diri dan orang2 lain, pikiran dia suka > > ngawur dan > > >> tidak baik? > > >> > > >> atau > > >> > > >> Biarkan dia berubah menjadi orang Kristen tapi kualitas ucapan, > > perbuatan > > >> tubuh, dan pikirannya berubah menjadi lebih baik? > > >> > > >> Kalau "ngotot" pertahankan dia sebagai "Buddhis", apa jalan > > keluar yang > > >> sebaiknya diberikan kepada dia dan bagaimana caranya? > > >> > > >> Terima kasih sebelumnya bagi yang bersedia berbagi dan mohon > > maaf, jika > > >> saya > > >> belum tentu bisa menanggapi. > > >> > > >> Anumodana > > >> > > >> JL > > > > > > > ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Get fast access to your favorite Yahoo! Groups. Make Yahoo! your home page http://us.click.yahoo.com/dpRU5A/wUILAA/yQLSAA/UlWolB/TM --------------------------------------------------------------------~-> ** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya maupun di luar diri saya ** ** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh ** ** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian ** ** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari, membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta sahabat-sahabat kami ** Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/Dharmajala/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
