Kompas,  Senin, 05 Desember 2005
Protes Besar Pemanasan Global
Ribuan Orang di Seluruh Dunia Turun ke Jalan
Montreal, Minggu - Ribuan orang turun ke jalan di kota-kota di seluruh dunia. Mereka menuntut secepatnya diambil tindakan guna mengatasi pemanasan global. Sementara itu, delegasi dari berbagai negara menghadiri Konferensi Perubahan Iklim PBB untuk mengkaji ulang dan memperbarui Protokol Kyoto.
Di Montreal, tempat berlangsungnya konferensi internasional itu, Sabtu (3/12), ribuan orang berdemonstrasi menuntut pemerintah di seluruh dunia mengambil langkah-langkah konkret terhadap pemanasan global.
Demonstrasi serupa, menurut penyelenggara, juga dilakukan di sekitar 30 kota di seluruh dunia mulai Sydney sampai London untuk mendesak pemerintah menurunkan emisi gas rumah kaca.
”Waktu hampir habis,” begitu bunyi spanduk dalam demonstrasi yang mirip karnaval itu, dengan sebagian peserta menabuh genderang atau memakai kostum beruang kutub di pusat Kota Montreal. Banyak demonstran menuduh Gedung Putih (pemerintahan Amerika Serikat/AS) menghalangi kemajuan dalam perubahan iklim.
”Kami akan menggerakkan dunia untuk maju. Kami tidak akan menunggu (Presiden AS) George Walker Bush,” kata Elizabeth May dari kelompok lingkungan Sierra Club.
”Secara bersama kita bisa menyelamatkan iklim. Secara bersama kita bisa menghentikan bahan bakar fosil yang menghancurkan masa depan kita,” katanya di luar balai sidang Montreal. Pada konferensi itu, delegasi dari 189 negara bertemu mulai 28 November hingga 9 Desember untuk menemukan cara-cara menghentikan perubahan iklim global.
Para utusan dalam konferensi itu membicarakan bentuk fase berikut dari perjanjian iklim Protokol Kyoto. Namun, pembicaraan terhambat antara mereka yang mendukung sasaran reduksi emisi dan pihak luar, seperti Washington, yang menentang pembatasan.
Lima kelompok lingkungan, termasuk Greenpeace dan Climate Crisis Coalition, hari Sabtu menyerahkan sebuah petisi yang ditandatangani 600.000 warga AS kepada Konsulat AS di Montreal. Petisi itu mendesak Presiden Bush dan Kongres AS untuk membantu memperlambat pemanasan global. ”Kami mewakili rakyat AS yang menginginkan tindakan,” kata Ted Glick dari Climate Crisis Coalition.
”Enam puluh persen rakyat Amerika menginginkan diambilnya tindakan terhadap pemanasan global,” kata Glick yang menyebutkan 600.000 tanda tangan itu datang dari 190 kota di AS.
Bush dan Blair jadi sasaran
Menteri Luar Negeri Kanada Pierre Pettigrew dan Menteri Lingkungan Kanada Stephane Dion ikut serta dalam demonstrasi di Montreal itu. Beberapa demonstran mengejek para menteri itu, menuduh mereka bertindak terlalu sedikit, tetapi kritik terkeras ditujukan pada Bush.
”AS, Bangunlah!” kata sebuah spanduk. ”George, kamu tidak sendirian di planet ini!” kata sebuah spanduk lain.
Di London, sekitar 10.000 orang turun ke jalan. Mereka berjalan melewati tempat tinggal Perdana Menteri Tony Blair di Downing Street. Mereka menyampaikan sebuah surat yang menuntut pemerintah menegaskan kembali komitmennya terhadap Protokol Kyoto.
Para demonstran mengecam Blair dan Bush atas kegagalan program lingkungan. Sebagian membawa spanduk yang menyebut Bush sebagai ”Dicari, untuk kejahatan terhadap planet ini” dan menyarankan ”Singkirkan Blair, jangan Kyoto”.
Bush selama ini banyak dikritik karena mundur dari kesepakatan Kyoto yang mengharuskan negara-negara industri menurunkan emisi gas rumah kaca. Pada demonstrasi di Boston, AS, para pembicara mengimbau Massachusetts untuk bergabung dengan tujuh negara bagian AS lainnya guna membuat pembatasan emisi karbon dioksida dari pembangkit listrik. (AP/Reuters/AFP/DI


Yahoo! DSL Something to write home about. Just $16.99/mo. or less

** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya maupun di luar diri saya **

** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh **

** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian **

** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari,  membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta sahabat-sahabat kami **




SPONSORED LINKS
Religion and spirituality Spirituality


YAHOO! GROUPS LINKS




Kirim email ke