"Reshuffle" yang Masih Meragukan
Yudi Latif
Reshuffle kabinet terbatas yang baru digulirkan menuai respons beragam.
Meski demikian, ada kekhawatiran. Tim Ekonomi tidak mencerminkan komitmen kuat pada pemberdayaan sektor riil.
Padahal, sektor riil adalah kunci dalam menentukan konsolidasi demokrasi di Indonesia.
Dampak sosial-psikologis krisis ekonomi di Indonesia lebih dahsyat ketimbang yang dialami (bekas) negara-negara sosialis- komunis di Eropa Timur. Dampak parahnya krisis ekonomi-politik yang dialami Indonesia setara Depresi Besar bagi AS dan Inggris tahun 1930-an.
Terbajak oligarki
Transisi demokrasi dalam krisis ekonomi yang akut melahirkan banyak ranjau bagi konsolidasi demokrasi. Tesis bahwa demokrasi tumbuh subur dalam sistem ekonomi pasar memiliki paradoks tersendiri yang harus dipahami. Dalam ekonomi pasar, diasumsikan, pelaku ekonomi bisa tumbuh subur karena perekonomian tidak didikte negara.
Tumbuh-suburnya
pelaku ekonomi memberi basis kuat bagi kemandirian dan partisipasi politik. Di sisi lain, logika modal (kapitalis) selalu berpihak pada upaya mengoptimalkan keuntungan dan kepentingannya sendiri (self-interest) dengan mengabaikan arti kemaslahatan bersama. Jika hal itu terjadi, demokrasiyang bermaksud memberdayakan demos (secara etimologis berarti rakyat jelata atau miskin)bisa terbajak aneka kepentingan segelintir orang.
Di negara-negara demokrasi maju, situasi paradoks ini dipecahkan dengan konsepsi negara kesejahteraan. Intinya, makin tinggi pertumbuhan ekonomi dan penetrasi kapital, makin intens regulasi negara membatasi aspek destruktif dari ekspansi pasar.
Di Indonesia, pergeseran ke arah sistem politik demokratis yang membawa gelombang aspirasi neoliberal dalam perekonomian terjadi saat tradisi negara kesejahteraan belum berjejak.
Penetrasi kapital dan kebijakan pro-pasar di tengah perluasan korupsi serta lemahnya regulasi negara dan pelaku ekonomi kebanyakan memberi peluang merajalelanya para predator raksasa, memangsa pelaku ekonomi menengah dan kecil. Ekspansi predator besar tak hanya dunia usaha, tetapi menyusup ke perumusan perundang-undangan bahkan sampai pemilihan pejabat pemerintah di daerah.
Lemahnya komitmen pemerintah terhadap pemberdayaan sektor riil mengandung konsekuensi kelumpuhan ekonomi, terutama usaha menengah dan kecil, yang menimbulkan angka pengangguran tinggi. Maka, pembiayaan kontestasi demokrasi yang padat modal tidak bisa melibatkan gotong royong dalam skala luas, tetapi lebih dikuasai sejumlah kecil pemodal besar. Situasi inilah yang menimbulkan isu, transisi demokrasi di Indonesia terbajak oligarki.
Kebebasan warga
Benar, dari prosedur demokrasi, Indonesia mencatat kemajuan penting. Namun, konsolidasi demokrasi menghendaki perhatian pada segi-segi substantif. Di benak rakyat yang mengalami penindasan, ketidakadilan, dan kemiskinan, demokrasi melambangkan lebih dari sekadar penghapusan institusi politik yang represif dan penggantian para pemimpin otoriter.
Demokrasi merepresentasikan kesempatan dan sumber daya bagi perbaikan kualitas hidup serta bagi kehidupan sosial yang lebih adil dan manusiawi. Karena itu, konsolidasi demokrasi harus menjamin terwujudnya esensi demokrasi: pemberdayaan rakyat (popular empowerment) dan pertanggungjawaban sistemik (systemic responsiveness).
Demokrasi yang sehat menghendaki kesederajatan hingga taraf tertentu dari basis ekonomi dan sosial. Demokrasi tidak hanya berhubungan
dengan politik. Dengan demokrasi proseduralnya, Dahl memisahkan demokrasi sebagai ranah politik dan ranah sosial. Demokrasi poliarkis, disebut Amy Gutmann demokrasi non-ideal, harus mampu memberi kepuasan kebutuhan pokok. Inilah yang menyebabkan Gutmann menghubungkan demokrasi dengan kesejahteraan.
Amy Gutmann bisa jadi terinspirasi oleh Alexis de Tocqueville. Bagi De Tocqueville, demokrasi memiliki makna di luar politik, yaitu kesederajatan kondisi sosial dan ekonomi ditambah semangat egalitarianisme dan keinginan merdeka. Dari kesetaraan kondisi ekonomi-sosial, menurut Tocqueville, ada kecenderungan membentuk perkumpulan.
Di negara-negara tempat warganya sederajat, tanpa perbedaan berdasar silsilah, banyak berdiri perkumpulan yang dibentuk warga guna mengasah kekuasaannya. Dari asosiasi-asosiasi ini, timbul rasa dan pemahaman kesetaraan,
kesederajatan. Perkumpulan ini melindungi kesetaraan dengan mencegah kelompok lain menjadi dominan dan hegemonial. Sehingga, bagi Tocqueville, dalam sistem politik egalitarian, perkumpulan memiliki dua fungsi: berasal dan menjaga demokrasi. Demokrasi tanpa kesederajatan kondisi sosial dan ekonomi adalah demokrasi timpang.
Jelas, arti penting kebijakan ekonomi tidak berhenti pada segi makro-ekonomi dan pertumbuhan, tetapi harus mendukung konsolidasi demokrasi. Seperti diingatkan Amartya Sen dalam Development as Freedom, inti pembangunan bukan hanya pertumbuhan ekonomi, tetapi memperluas kebebasan warga dan kapabilitas yang menyertainya.
Elemen terpenting dalam pembangunan legitimasi politik adalah membuat sistem politik responsif terhadap usaha warga mendapat kebebasan dasarnya. Stabilitas dan pertumbuhan ekonomi menjadi tidak berarti tanpa
perlindungan atas hak-hak ekonomi (untuk bekerja dan berusaha), sosial dan budaya warga.
Tanpa komitmen pada kebebasan dasar, tirani negara bisa diganti tirani pasar. Inilah inti teriakan publik yang menghendaki reshuffle kabinet.
Yudi Latif Deputi Rektor Universitas Paramadina
Yahoo! Shopping
Find Great Deals on Holiday Gifts at Yahoo! Shopping
** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya maupun di luar diri saya **
** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh **
** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian **
** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari, membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta sahabat-sahabat kami **
YAHOO! GROUPS LINKS
- Visit your group "Dharmajala" on the web.
- To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
- Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.
