|
Sdr. JL:
"Relatif, tapi dari yang saya
pernah bersentuhan, rata-rata menunjukkan hal itu. Apa penyebabnya? Saya juga
tidak jelas." Makanya sudah saya berikan saran; jika Sdr. JL ingin
diskusi & buat polling, setidaknya mulai dari dgn investigavi org2
bersentuhan dgn Sdr. JL. Dgn begitu menunjukkan Sdr. JL serius, peduli, &
mengambil leading diskusi tersebut. Jadi, cobalah cari tahu supaya lebih jelas
apa penyebabnya.
"Setelah tahu "Dharma" malah
jadi lebih sering debat en ngotot sama orang. Apa penyebabnya?" Ini juga
sami-mawon, cobalah Sdr. JL cari tahu dulu & mulai paparkan di sini. Kalo
cuma tahu begitu & tidak cari tahu, yah itu mah karakter org2 pada umumnya,
yakni tidak mau tahu atau sok tidak tahu.
"Tetap ngotot pertahankan seseorang menjadi "Buddhis" walaupun
ucapan dia suka sembarangan, kasar, nyakitin orang mulu, perbuatan tubuh dia
suka sembarangan, menyakiti diri dan orang2 lain, pikiran dia suka ngawur dan
tidak baik?" Itu namanya: ngotot tidak pada sasaran; lha apa
hubungannya mempertahankan status sebagai Buddhis dgn "ucapan dia suka sembarangan, kasar, nyakitin orang mulu,
perbuatan tubuh dia suka sembarangan, menyakiti diri dan orang2 lain, pikiran
dia suka ngawur dan tidak baik"??? Bukan Buddhis pun karakter ini
bisa diperbaiki; tuh lihat trainer2 MLM yg jago banget merubah karakter &
peri-laku individu negatif menjadi positiv nan pro-aktiv. Jadi, kalo ada Buddhis
yg "ucapan dia suka sembarangan, kasar, nyakitin
orang mulu, perbuatan tubuh dia suka sembarangan, menyakiti diri dan orang2
lain, pikiran dia suka ngawur dan tidak baik", maka mempertahankannya
tetap Buddhis tidaklah memperbaiki kekurangan itu, tidak ada
relevansinya.
"ucapan dia suka sembarangan,
kasar, nyakitin orang mulu, perbuatan tubuh dia suka sembarangan, menyakiti diri
dan orang2 lain, pikiran dia suka ngawur dan tidak baik" Ini tidak bisa
dinilai sepihak lho; ada 2 penilaian:
1] Org2 tsb yg memang dengan sengaja bicara
sembarangan/menyakiti/ngawur terhadap semua pihak [termasuk Sdr. JL
sendiri]; atau
2] Sdr. JL & teman2 lain yg merasa diperlakukan
demikian?
Contoh, isi e-mail saya ini kan utk berdiskusi dengan jelas
terbuka & apa adanya; itu menurut motivasi saya. Nah, tapi kalo Sdr. JL
merasa & berpendapat tulisan saya: sembarangan, kasar, nyakitin, &
ngawur... Lantas gimana? Contohnya:
1] Ada 2 org non-pribumi sedang berbisik2 sambil tertawa dgn
menggunakan dialek daerah. Ada seorang pribumi didekat mereka yg merasa
disinggung, karena tidak tahu atau mengerti bahasa yg
mereka gunakan. Makanya dia tersinggung!!! Tapi kedua
org non-pribumi tsb sebenarnya tidak menyinggung!!!
Padahal, meskipun benar disinggung, bisa saja toh si pribumi menganggap tidak
disinggung? Lha wong dia toh tdk mengerti arti dialek bahasa yg
dipakai...
2] Ada 2 gadis pribumi sedang berbisik2 sambil tertawa dgn
menggunakan dialek daerah. Ada seorang pribumi didekat mereka. Kira2 apa
prasangka di pria? 2 gadis itu tertarik dgn aku toh... Bangga.
KETIDAKMAMPUAN KITA MENERIMA KEKURANGAN ORANG LAIN ADALAH
BENTUK KEKURANGAN KITA SENDIRI! KEKURANGAN KITA SENDIRI PULA LAH YG AKHIRNYA
MENJADI PENYEBAB KITA SELALU MENGANGGAP ORG LAIN SELALU KURANG. PADAHAL
PERMASALAHANNYA CUMA KARENA KITA TIDAK ATAU BELUM BISA MENERIMA
KEKURANGANNYA...
Lagi pula, perubahan sikap ketika org berpindah wadah adalah
sangat normal. Coba tanya eks PDI yg pindah ke PDIP, tentang PDI itu sendiri.
Isi pidato si eks PDI itu pun sdh tdk mengulang lagi apa yg dia nyatakan ketika
dulunya di PDI. Atau: dia menyatakan bahwa PDI yg dulu di mana dia bernaung tdk
lah komit. Sama juga ketika dia dirikan lagi Partai Pembaruan Demokrasi
Indonesia; bunglonnn... Saya yakin kita tahu
jawabannya.
Coba tanya Ray Sahetapy tentang Dewi Yull yg menolak utk
dipolygamy. Apakah mesranya [tutur kata & bahasa tubuh] dia kepada Dewi Yull
selama 2 thn belakangan ini sama dengan yg dia berikan kepada sang calon [ato
si calon yah?] bini kedua, yg waktu itu tentunya sudah
pacaran [alias affair]? Saya yakin kita tahu
jawabannya. Kira2 apa sih yg dikatakan Ray tentang Dewi
di depan cem-cemannya itu? Ga mungkin dia bilang Dewi lebih baik, betul? Dan
ketika cem-cemannya tanya: "Tapi ntar Dikau juga akan menduakan aku toh
Mas?"... Jawaban Ray terdiri dr 2 pilihan:
1] "Ah, Yang... masih sih Dikau seperti Dewi yg tidak mau
dipolygamy, Dikau tentunya lebih tawakal & bisa menerima kenyataan ini.
Tidak seperti Dewi!"
2] "Ah, Yang... Dikaulah tambatan tubuh & hati ini hingga
maut atau kiamat memisahkan kita berdua.
Lha bigitu juga ketika wartawan/wartawati infotainment
bertanya kepada Ray: lebih bahagia mana ketika dengan Dewi atau istri yg
sekarang. Ray pasti dengan tersipu2 menjawab "Saya yakin Anda2
tahu lah jawabannya..."
Akhir2 ini, malah Ray kembali aktiv di dunia sinetron, baca
puisi, & senyumnya lebih merona dibandingkan dengan tahun2 terakhir dia dgn
Dewi.
Begitu juga halnya dengan seorang karyawan/karyawati yg sudah
kepalang basah mau dikeluarkan dari perusahaan [elektronik, misalnya] sebulan ke
depan [krn menunggu pengganti saja]. Sering telat masuk, laporang tdk
dibikin, main game, balas2 e-mail milis, bahkan adu domba selagi sempat.
Nah, bisa dibayangkan ketika dia diwawancara oleh perusahaan elektronik
lain [kompetitor perusahaan sekarang bakal memecatnya]; ketika ditanya tentang
kesediaannya utk membongkar semua rahasia perusahaan sebelumnya, pasti dia
bersedia dgn senang hati. Bulan berikutnya, di perusahaan baru apakah dia masih:
masuk kantor telat? tidak rajin, berbicara dgn tidak sopan? Saya
yakin kita tahu jawabannya.
Dan jika menurut pendapat Sdr. JL bahwa dengan "Biarkan dia berubah menjadi orang Kristen tapi
kualitas ucapan, perbuatan tubuh, dan pikirannya berubah menjadi lebih
baik?" seakan2 [makna yg saya
baca] sebagai jaminan kepastian "kualitas ucapan, perbuatan tubuh, dan pikirannya berubah menjadi
lebih baik". Sedangkan pd statement awal "Apa penyebabnya? Saya juga tidak jelas" => tuh,
membingungkan, bukan?
Artinya kesimpulan kita sederhana [sesederhana pola
matematisnya Si Oneng alias Sang Oneng], opsinya cuma dua:
1] Merubah Buddhisme menjadi seperti Kristen, sehingga output
org2 tsb berubah spt yg diinginkan; atau
2] Buddhis yg sejenis itu, dipindahkan ke Kristen
saja.
|
