21 Desember

Kesabaran seseorang seharusnya diperkuat dengan
berpikir,
“Mereka yang tidak memiliki kesabaran akan menderita
akibat ketidaksabarannya sendiri, dan melakukan
sesuatu yang akan membawa penderitaan pada kehidupan
selanjutnya.”

Ia seharusnya berpikir,
“Sekalipun penderitaan ini timbul akibat perbuatan
salah orang lain, tetap tubuhku merupakan tempat
berlangsungnya penderitaan ini dan perbuatan yang
menimbulkan penderitaan ini, dan perbuatan yang
menimbulkan penderitaan tersebut merupakan milikku
(akibat kamma yang berbuah).”

Ia juga seharusnya berpikir, 
“Penderitaan yang aku terima akan membebaskan aku dari
hutang-hutang (buah) kamma burukku.”
“Bila tidak ada seorangpun yang berbuat kesalahan,
bagaimana aku dapat melatih dan menyempurnakan
kesabaranku ?”
“Sekalipun saat ini ia berbuat kesalahan tetapi ia
mungkin seorang yang murah hati terhadapku.”

Selanjutnya ia seharusnya berpikir,
“Semua mahkluk bagaikan anak-anakku sendiri dan
orang-tua manakah yang menjadi marah dan dendam karena
kesalahan yang dilakukan oleh anak-anaknya.”

Akhirnya ia seharusnya berpikir,
“Ia berbuat salah kepadaku (mungkin) karena kesalahan
yang ada dalam diriku, aku harus berusaha untuk
melenyapkan kesalahan itu (bukan sebaliknya berbuat
kesalahan yang baru).”

(Cariya Pitaka Athakatha-290)

__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around 
http://mail.yahoo.com 


------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Join modern day disciples reach the disfigured and poor with hope and healing
http://us.click.yahoo.com/lMct6A/Vp3LAA/i1hLAA/UlWolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya 
maupun di luar diri saya **

** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman 
hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta 
kasih yang kokoh **

** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami 
secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas 
dari belenggu kelahiran dan kematian **

** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas 
asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari,  
membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan 
kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, 
para guru, serta sahabat-sahabat kami ** 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/Dharmajala/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke