Namo Buddhaya,
 
Hari ini kami kedatangan 'tamu istimewa', seorang bhiksu Mahayana ( pakaian abu-abu ), usia sekitar 30-an tahun datang ke kantor ( sekitar Mangga Dua ). Dengan bahasa Mandarinnya, bhiksu tersebut menawarkan liontin Buddha. Sayang sekali, saya terlalu buru-buru hingga kurang mengetahui kelanjutan ceritanya.
 
Saya kuatir kasus 'bhiksu' di Makkasar beberapa saat lalu, dimana ada 2 orang Taiwan yang mengaku bhiksu 'berjualan'. Setelah diproses, diketahui bahwa mereka adalah bhiksu palsu. Sedihnya, uang umat yang mereka terima digunakan untuk berfoya-foya, mabuk-mabukan dan ( maaf ) untuk WTS.
 
Yang menggelitik saya, apakah bhiksu boleh berjualan, terutama door to door ? Bagaimana pengawasan Sangha dalam hal ini ? Ada yang bisa memberikan pencerahan, apa yang perlu dilakukan untuk mengetahui bhiksu palsu atau bhiksu benaran ?
 
 
Salam,
Rudi


** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya maupun di luar diri saya **

** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh **

** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian **

** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari,  membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta sahabat-sahabat kami **




SPONSORED LINKS
Religion and spirituality Spirituality


YAHOO! GROUPS LINKS




Kirim email ke