|
"Pada awalnya murid Guru Buddha
semua adalah arahat, sehingga tak dibutuhkan aturan tata tertib biku, semua
adalah orang suci, semua adalah orang bijaksana, sehingga tindak tanduk
mereka tak dilandasi tiga akar kejahatan loba moha dan dosa, keserakahan,
kebencian dan kebodohan." Apakah ini asumsi, kutipan, atau aspirasi?
Hati2 lah dgn statement yg akan keluarkan, karena bisa memberikan pandangan
keliru bg pihak lain [begitu pula sebaliknya].
----- Original Message -----
Sent: Tuesday, January 03, 2006
16:34
Subject: [Dharmajala] GOOD BYE SANGHA,
YOU ARE ONLY HISTORY
GOOD BYE SANGHA, YOU ARE ONLY HISTORY
Sangha sebagai
komunitas atau komuniti dan bukan komoditi sangat jelas dari awalnya.
Sangha adalah persaudaraan para Arya, organisasinya para Biku.
Sejak
2500 tahun lalu, Guru Buddha dengan unlimitted wisdom, unlimited loving
kindnes dan future visionnya telah melihat kesulitan yang bakal dialami
murid-muridnya yang meninggalkan rumah tangga dari masa ke masa.
Pada
awalnya murid Guru Buddha semua adalah arahat, sehingga tak dibutuhkan
aturan tata tertib biku, semua adalah orang suci, semua adalah orang
bijaksana, sehingga tindak tanduk mereka tak dilandasi tiga akar kejahatan
loba moha dan dosa, keserakahan, kebencian dan kebodohan.
Namun
perkembangan ajaran Buddha yang pesat kemudian mendatangkan kesulitan
tersendiri. Tak sedikit yang menjadi Biku karena mengikuti tren, mencari
popularitas atau untuk mendapatkan keuntungan tertentu. Dengan kata lain,
banyak juga yang pikirannya masih dikuasai tiga akar kejahatan ini. Yang
tentu saja selain merugikan diri sendiri juga sangat merusak citra Ajaran
Buddha, banyak umat awam yang konplain langsung akan kondisi ini pada Guru
Buddha.
Dengan kebijaksanaannya, sebagai antisipasi kondisi ini
munculah apa yang dinamakan vinaya Biku. Konon, butir-butir vinaya baru
selalu muncul setiap terjadi sebuah pelanggaran oleh Biku yang mana
diketahui oleh Guru Buddha entah lewat mata kebijaksanaan atau juga lewat
protes umat berumahtangga dan laporan Biku lain.
Tak jarang vinaya
yang muncul perlu dijelaskan dengan sangat rinci, misalnya tidak boleh
memberikan persembahan pada Biku berupa pelayanan seks, Biku tidak boleh
memasukkan alat kelaminnya ke dalam alat kelamin wanita, pantat, mulut dan
juga ke dalam alat kelamin hewan betina. Biku tak boleh
bermastubasi.
Setiap kali ada vinaya baru muncul, itu pasti didasari
adanya sebuah pelanggaran yang berhubungan dengan vinaya itu, dengan kata
lain pelanggaran-pelanggaran tersebut pernah terjadi sehingga
menciptakan vinaya tersebut.
Melihat sebab lahirnya vinaya, orang
seringkali berkata, andaikata Guru Buddha masih ada, pasti saat ini sudah
lahir beribu-ribu atau ratus-ratus vinaya baru.
Dengan future
visionnyalah, Guru Buddha melihat kesulitan-kesulitan tak terhingga yang
harus dipikul murid-muridnya yang meninggalkan rumah tangga di masa depan.
Secara fisik sebagai sosok yang sangat manusiawi, yang masih
dikuasai usia tua, sakit, dan kehancuran tubuh kasar ini, Guru Buddha tak
bisa mendampingi murid-murid terkasihnya memasuki jaman berikutnya,
seperti jaman edan sekarang ini.
Meskipun demikian, secara batin
sebagai pribadi yang telah terbebaskan pancaran spirit dan belas kasihnya
tak akan dan tak pernah musnah, selalu dia pancarkan untuk membantu mereka
yang tengah melatih kesadaran selama 24 jam.
Menyadari kondisi di
masa depan inilah, ketika secara fisik dia tak bisa mendampingi mereka,
Guru Buddha membuat aturan-aturan berhubungan dengan keBikuan, yang tak
lain untuk melindungi murid-murid yang ia kasihi ini. Yang mana
aturan-aturan ini secara tidak langsung merepresentasikan kehadiran dirinya
dalam melindungi murid-muridnya yang tengah berlatih.
Secara tak
langsung juga, aturan-aturan ini kemudian membuat komunitas Sangha,
organisasi yang ia dirikan menjadi sebuah komunitas yang unik, komunitas
yang sangat berbeda dengan komunitas-komunitas yang ada di sekitarnya,
seperti komunitas petani, komunitas pedagang, komunitas pemerintahan dan
masyarakat umum lainnya.
Sangha adalah komunitas orang yang tengah
melatih diri dengan meninggalkan kehidupan berumah-tangga. Hidup mandiri
jauh/ memutuskan ikatan dari keluarga biologis, tidak memiliki
apa-apa, tidak bermata pencaharian, semua ini tentulah tak mudah. Terlebih
lagi di saat mereka mengalami sakit secara fisik, maupun psikis bisa
berupa depresi, keputusasaan, kecewa, sedih, marah maupun tengah
dikuasai nafsu duniawi lainnya. Dengan kata lain, menjadi anggota Sangha
tidak otomatis menjadi Arahat atau Buddha, tapi manusia biasa yang
tengah berlatih yang masih akan mengalami hal-hal seperti di
atas.
Di sisi lain meninggalkan dan melepaskan semua kepemilikan
duniawi ini adalah syarat mutlak untuk menjadi komunitas Sangha, sebuah
syarat untuk mengikuti latihan melihat dan mendapatkan batin yang
tenang, jernih, bersih. Karena kemudian hanya dengan batin yang jernih
pula kita bisa melihat /menyadari muncul, datang dan perginya
akar-akar kejahatan di dalam batin ini, untuk kemudian
membersihkannya.
Dan dalam proses latihan, sudah sewajarnya
kondisi-kondisi tidak nyaman ini akan selalu datang dan
pergi.
Menyadari kondisi ini pulalah, Guru Buddha mewajibkan patimokha,
dimana pada tiap-tiap awal dan tengah bulan, Biku-Biku yang
sibuk berlatih berkumpul untuk mendengarkan kembali tekat dan aturan
yang harus mereka jalankan, menyegarkan batin mereka. Mereka
merefleksi diri apakah mereka sudah berlatih cukup baik. Apakah ada
pelanggaran yang telah mereka lakukan. Apabila itu dilakukan mereka bisa
mengaku pada komunitas mereka dengan tujuan untuk saling menjaga dan
membantu, bagaimana mereka bisa keluar dari kesulitan mereka.
Teguran-tuntunan dan nasehat yang diberikan pun semua datang dari belas
kasih, perhatian, kasih sayang dan keperdulian.
Hidup berkumpul
dengan ragam orang yang berbeda tentu juga tak mudah, tak jarang
terjadi konflik diantara mereka. Untuk itu kesempatan ini bisa mereka
gunakan saling mengaku dan memaafkan. Dengan kata lain Sangha adalah sebuah
persaudaraan mereka yang tengah berlatih. Dengan kata lain lagi, Sangha
dibangun, dibesarkan dan diagungkan karena belas kasih, penerimaan,
pemahaman yang tak lain adalah refleksi dari sifat Guru Buddha sendiri.
Maka, seharusnya semangat yang menjiwai adalah saling memaafkan, saling
mengasihi.
Sangha dibangun Guru Buddha karena dan dengan belas kasih,
seharusnya yang dominan dalam segala aturan maupun teguran di dalam Sangha
adalah belas kasih, cinta kasih. Sangha adalah organisasi
persaudaraan orang yang belatih diri yang unik, mengambil sumpah suci,
menjalani hidup suci dan memiliki aturan-aturan suci yang tentu jauh
berbeda dengan mereka yang bukan menjadi anggota Sangha.
Di jaman
Guru Buddha, Komunitas Sangha tinggal terpisah dari komunitas umat awam.
Tak terlalu dekat, juga tak terlalu jauh. Tak terlalu dekat, maksudnya agar
para Biku bisa berlatih dengan baik tidak bercampur/ dikotori atau
tertanggu pandangan-pandangan/kesibukan-kesibukan sebagai umat awam.
Tidak terlalu jauh, karena Biku tak bermata pencaharian, jadi mereka
hidup dari dana umat dan juga sebagai guru yang mengajarkan tentang
kebaikan pada umat, sehingga jarak yang jauh bisa menyulitkan hubungan
ini. Selain itu juga, karena aturan dalam Sangha tentu berbeda
dengan aturan dalam umat perumah tangga. Dengan kata lain, komunitas
Sangha berbeda dengan komunitas umat awam. Komunitas Sangha adalah
komunitas guru yang mengajarkan kebijakan hidup, menjadi contoh kebaikan
pada komunitas umat awam.
Sebagai komunitas berbeda tetapi saling
membutuhkan, maka terdapat juga aturan-aturan dalam Sangha yang berfungsi
menjembatani hubungan itu, di dalam vinaya Sangha terdapat juga
aturan-aturan yang mengatur hubungan antara umat awam dan Sangha. Semua ini
tak lain untuk kebaikan umat awam dan komunitas Sangha itu sendiri.
Tetapi di jaman modern ini, ketika lahan semakin sempit, budaya
atau pandangan hidup yang sudah berubah sangat drastis, mau tidak
mau aturan-aturan ini tak bisa seidialis dulu. Tak jarang lahan
yang sempit membuat komunitas Sangha harus hidup bercampur baur
dengan komunitas umat awam, terutama di kota-kota besar.
Akibat
percampuran dua komunitas yang memang aturan dasar `GBHN'nya berbeda ini,
mau tidak mau terjadi juga percampuran nilai. Yang terus terang dalam
banyak kasus, melemahkan Sangha sebagai sebuah komunitas. Nilai-nilai,
aturan-aturan yang bertujuan melindungi Biku sebagai orang yang berlatih
diri makin bias. Dengan kata lain, Biku yang menjalankan disiplin dengan
baik akan menjadi sosok alien, makluk aneh di tengah komunitas yang sudah
tak jelas.
Ketika komunitas Sangha sudah bias dan tak jelas, tak ada
lagi yang bisa melindungi Biku, sebagai pribadi yang tengah melatih diri.
Yang ada cuma umat awam yang bergaya seperti Biku, atau merasa lebih
hebat dari Biku, atau Biku tidak jelas yang berkelakuan seperti umat
awam.
Bila saat itu terjadi, kita cuma bisa bilang: "Good bye Sangha,
you are only history."
Bogor, 3 Januari 2006 Harpin
R
------------------------ Yahoo!
Groups Sponsor --------------------~--> Join modern day disciples reach
the disfigured and poor with hope and healing http://us.click.yahoo.com/lMct6A/Vp3LAA/i1hLAA/UlWolB/TM --------------------------------------------------------------------~->
** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam
diri saya maupun di luar diri saya **
** Kami kembali tuk hidup dalam
kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan;
serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh **
** Kami
mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami secara
mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas dari
belenggu kelahiran dan kematian **
** Kami belajar tuk: berbicara
dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas asih, menjadi perhatian terhadap
pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari, membawa akar-akar suka cita ke
banyak tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi dengan
penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta sahabat-sahabat kami
** Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go
to: http://groups.yahoo.com/group/Dharmajala/
<*>
To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED]
<*>
Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya maupun di luar diri saya **
** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh **
** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian **
** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari, membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta sahabat-sahabat kami **
YAHOO! GROUPS LINKS
|