Trims Buat Semangatnya: Saya Jelas Suka Dengan Jenis Peertanyaan Seperti Ini, Salut Buat Anda !

ching ik/ djoni <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Ada yang ingin saya tanyakan:
Dalam Sutra2 tentang Amitabha Buddha menyebutkan bahwa terdapat
Buddha yang memiliki lingkaran cahaya sejauh satu depa, sepuluh
depa, seratus depa,bahkan sejauh satu Buddha-ksetra, sepulu Buddha-
ksetra, seratus, seribu, sejuta, semiilyar Buddh-ksetra, masing2
berbeda tergantung ikrarnya. Namun diantara para Buddha itu,
lingakran cahaya Buddha Amitabha adalah yang paling jauh/ tak
terbatas, yang paling unggul di antara para Buddha bahka menyebutkan
sebagai "rajanya" para Buddha dalam hal lingkaran cahayanya.
Bagaimana tanggapan anda terhadap hal ini, dan pesan apa yang ingin
disampaikan Buddha Sakyamuni kepada kita dengan menyanjung kemuliaan
Buddha Amitabha? 
Mohon pencerahannya, thanks

Cg ik


> Namo Buddhaya,
>
> Sdr. Ika Polim yang budiman,
>
> Sebenarnya tidak ada Buddha yang lebih atau kurang. Menurut saya
> pemilihan Buddha Amitabha itu adalah berdasarkan tradisi semata,
> mengingat pada zaman dahulu di Tiongkok dan Jepang, aliran
Sukhavati
> sangatlah populer, sehingga akhirnya di antara seluruh Buddha-
Buddha
> kosmis, maka yang diambil sebagai wakil adalah Amitabha. Alasan
> kedua, yang mendasari pemilihan ini barangkali adalah ikrar-ikrar
> Bhikshu Dharmakara (yang kelak menjadi Buddha Amitabha) semasa
masih
> menjalankan jalan Bodhisattva.
> Meskipun demikian semua aliran Mahayana merupangkan Amitabha.
Aliran
> Shingon Mikkyo (Zhenyan Mizong) atau Tantra Timur biasanya
merupakan
> Vairocana (Dari Rulai = Tathagata Matahari Agung) sebagai wujud
atau
> embodiment seluruh Buddha. Aliran Tiantai yang mendasari ajarannya
> pada Sutra Teratai merupangkan Buddha Prabhutaratna (Duobaofo =
> Buddha Banyak Mustika). Jadi semua ini tergantung alirannya,
demikian
> semoga bermanfaat.
>
> Metta,
>
> Tan
>
> 





Yahoo! DSL Something to write home about. Just $16.99/mo. or less

** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya maupun di luar diri saya **

** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh **

** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian **

** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari,  membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta sahabat-sahabat kami **




SPONSORED LINKS
Religion and spirituality Spirituality


YAHOO! GROUPS LINKS




Kirim email ke