Rekan-rekan yang terkasih dalam Dharma,
Saya menemukan suatu kasus yang sangat menarik dari
buku "Abhidhamma Sehari-hari" karya Ashin
Janakabhivamsa yang saya dapat kemarin dari Gramedia.
Di dalamnya saya baca kasus mengenai Raja Bimbisara
yang harus mengalami luka fatal di kakinya, karena
berjalan dengan alas kaki dalam sebuah vihara pada
kehidupan lampaunya. Selanjutnya tidak ada keterangan
tambahan mengenai hal ini.
Yang menjadi pertanyaan saya, mengapa berjalan dalam
vihara dengan alas kaki merupakan sesuatu yang buruk
(akusala kamma)? Saya tidak tahu apakah motivasi
kehidupan masa lampau Raja Bimbisara untuk berjalan
dengan alas kaki di vihara. Apakah benar ia berjalan
dengan alas kaki dalam vihara karena niatan buruk?
Misalnya untuk menghina Buddha? Adakah yang mengetahui
kisahnya dengan pasti? Bila tidak ada niatan buruk
semacam itu, apakah lupa melepas sepatu atau sandal
dalam vihara dapat membuahkan karma buruk? Bila memang
demikian, siapakah yang kita rugikan bila kita memakai
alas kaki dalam vihara, sehingga tindakan itu dapat
disebut sesuatu yang "buruk"?
Jika ada seorang turis yang karena ketidak-tahuannya
tetap mengenakan alas kaki saat memasuki vihara,
apakah ia telah melakukan karma buruk? Jika demikian
halnya, apakah kita harus mematuhi istiadat saat
memasuki tempat ibadah dari agama apapun juga?
Maafkan kalau kali ini saya memiliki banyak
pertanyaan. Mohon pendapat rekan-rekan sekalian.
Salam metta,
Tan
__________________________________________
Yahoo! DSL Something to write home about.
Just $16.99/mo. or less.
dsl.yahoo.com
------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
Join modern day disciples reach the disfigured and poor with hope and healing
http://us.click.yahoo.com/lMct6A/Vp3LAA/i1hLAA/UlWolB/TM
--------------------------------------------------------------------~->
** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya
maupun di luar diri saya **
** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman
hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta
kasih yang kokoh **
** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami
secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas
dari belenggu kelahiran dan kematian **
** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas
asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari,
membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan
kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua,
para guru, serta sahabat-sahabat kami **
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/Dharmajala/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/