Dearest Bro Giri,
 
Sy Mohon Tanya Mengenai "Lidah Yg Harus Di Tempelkan Ujungnya Ke Langit2 Rongga Mulut". Apa Guna Dari Posisi Ini?

Giri <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
RUBRIK SELINGAN
Buletin Maya Indonesia Dharma Mangala, edisi 9 Januari 2006, tahun III, no
29
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Petunjuk Berlangganan:

a. Dapat mengirim email kosong ke :
[EMAIL PROTECTED]

b. Atau dapat langsung join melalui web :
http://groups.yahoo.com/group/Dharma_mangala
Surat-menyurat, kritik atau saran, dapat ditujukan ke
alamat redaksi : [EMAIL PROTECTED]

Redaksi menerima sumbangan naskah atau cerita
yang berhubungan dengan ajaran Sang Buddha
Gotama. Redaksi akan menyeleksi naskah, mengedit
tanpa merubah maksud dan tujuan naskah tersebut.

Semua artikel dapat diperbanyak tanpa ijin, namun
harus mencantumkan sumbernya.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Dasar- Dasar Meditasi Ch'an

Ringkasan dari Zuo Chan (Tso-Ch'an) - sebuah artikel yang aslinya
diterbitkan dalam Jurnal Institut Studi Buddhis Chung Hwa edisi
October 1998 Istilah bahasa Cina "zuo chan" ( zazen) sebenarnya
sudah dipakai di antara praktisi Buddhis bahkan sebelum munculnya
tradisi Chan (Zen) itu sendiri. Melekat pada istilah tersebut adalah
kata 'chan', sebuah turunan dari kata India dhyana, yakni praktik yogi
untuk mencapai samadhi dalam meditasi. Kalau diterjemahkan secara harafiah,
zuo
chan berarti "chan duduk" dan memiliki arti yang komprehensif dan
khusus.

Makna komprehensif mengacu ke setiap bentuk meditasi dengan
posisi duduk; sedang makna yang khusus merujuk ke metode-metode
latihan yang di kemudian hari memberi karakter pada Buddhisme
Chan.

Aspek Dasar Zuo Chan Zuo Chan (meditasi) dipraktikkan di Cina
lama jauh sebelum munculnya Buddhisme Chan.
Guru-guru masa lalu berpraktik sesuai dengan metode dari Sutra-Sutra
Buddhisme Awal,-- mereka menekankan teknik yang umumnya
dikenal sebagai samatha-vipasyana. Secara umum ini adalah metode-metode
untuk mencapai samadhi melalui tiga aspek, yakni:

Menyelaraskan tubuh, nafas, dan pikiran
Menyelaraskan Tubuh dengan Duduk

jika pantat sedikit ditinggikan [dengan ditunjang oleh bantal
meditasi]. Letak-kan matras alas persegi yang lebih besar
[dari bantal meditasi], seperti 'zabuton' (khas jepang) di
bawah bantal meditasi. Duduklah dengan posisi pantat
pada setengah bagian depan dari bantal meditasi, lutut
bersandar pada matras persegi.

Kunci Kedua: Tulang Belakang
Tulang belakang harus tegak. Ini bukan berarti dengan
menyorongkan dada ke depan, tetapi maksudnya agar
lebih memastikan bahwa punggung bagian bawah anda
tegak, bukannya malah bungkuk ke depan. Dagu ditarik
sedikit ke dalam. Kedua poin ini bersama akan membuat
anda secara alamiah menjaga tulang punggung yang
tegak. Tulang punggung yang tegak berarti juga tulang
punggung yang lurus, tidak miring ke belakang atau ke
depan, kanan atau kiri.

Tangan membentuk posisi yang di sebut Mudra Samadhi
Alam Dharma.
Telapak tangan kanan yang tergeletak terbuka lalu telapak
tangan kiri tergeletak terbuka bertumpu pada telapak kanan.
Kedua ibu-jari menyentuh dengan ringan, membentuk
lingkaran atau oval tertutup. Tangan dengan posisi mudra
tersebut diletak-kan di depan pusar, menggeletak santai
di atas paha.

Kunci Keempat: Bahu
Biarkanlah bahu relax dengan lengan menggantung santai.
Jangan ada rasa keberadaan bahu, lengan atau tangan.
Manakala anda merasakan sensasi dari ketiga bagian ini,
barangkali ada ketegangan pada daerah ini.

Kunci Kelima: Lidah
Ujung lidah menyentuh-ringan langit-langit mulut pas di
belakang gigi depan. Kalau banyak air liur keluar, anda
dapat mengabaikan posisi koneksi ini. Apabila air ludah
sama sekali tidak keluar [pada posisi ini], anda dapat
memberikan sedikit tekanan pada ujung lidah (menekan
langit-langit).

Kunci Keenam: Mulut
Mulut harus selalu dalam posisi relax-tertutup. Setiap saat,
bernapas melalui hidung bukan melalui mulut.

Kunci Ketujuh: Mata
Mata terbuka sedikit, menatap ke bawah dalam sudut 45
derajat. Relax, sangat penting menjaga agar jangan ada
ketegangan di sekitar bola-mata,-- istirahatkan mata pada
arah tersebut, janganlah mencoba untuk menatap sesuatu.
Untuk menyelaraskan tubuh dengan duduk [meditasi],
seseorang harus mengikuti kaidah yang disebut "Tujuh
Kunci Posisi Duduk Vairocana" . Ini merujuk pada tujuh
aturan akan postur duduk-meditasi yang tepat. Setiap
kriteria ini telah lama sekali dipakai tanpa ada perubahan
sejak masa-masa kuno

Kunci Pertama: Kaki
Duduk di atas lantai dengan kaki menyilang baik dalam
posisi teratai penuh atau setengah teratai. Untuk membuat
posisi teratai penuh, letak-kan kaki kanan di atas paha kiri,
kemudian letakkan kaki kiri, menyilang di atas kaki kanan
[di atas paha kanan]. Boleh juga membalik arah posisi kaki.
Untuk mengambil posisi setengah teratai membutuhkan
satu kaki disilangkan menumpu ke paha kaki yang lain;
sementara kaki yang satunya tersebut diletak-kan menyilang
di bawah kaki yang terangkat.

Posisi teratai-penuh atau setengah-teratai adalah postur
meditasi duduk yang bagus sesuai dengan metode-tujuh-kunci.
Kendatipun begitu, kita akan membahas beberapa
postur alternatif karena tidak semua orang [oleh karena
pelbagai alasan] mampu duduk dengan posisi setengah
teratai atau teratai penuh

Sebuah posisi, disebut posisi Burma, mirip dengan posisi
setengah-teratai, terkecuali satu kaki disilangkan ke atas
kaki, bukannya ke paha dari kaki sebelahnya. Posisi yang
lain adalah berlutut. Pada posisi ini, berlutut dengan kedua
kaki. Bagian atas dari tubuh dapat tegak langsung dari kaki
ke kepala atau pantat dapat berada di atas tumit. Apabila
masalah fisik menjadi halangan untuk duduk dalam posisi-posisi
yang telah disebut di atas, maka duduk pada sebuah
kursi bisa juga dilakukan, tetapi seyogianya ini hanya
sebagai pilihan terakhir setelah posisi-posisi di atas.

Posisi-posisi di atas diberikan dalam urutan pilihan, dengan
posisi teratai penuh sebagai yang paling stabil dan paling
kondusif untuk hasil yang baik. Duduk dengan kaki
menyilang adalah yang paling kondusif untuk duduk dalam
waktu panjang dengan konsentrasi efektif. Posisi yang
dapat dipilih tergantung dari banyak faktor seperti kondisi
fisik, kesehatan dan usia. Namun seseorang harus memilih
posisi dimana ia bisa nyaman duduk dalam waktu yang
cukup panjang [paling sedikit dua puluh menit atau lebih].
Kendati demikian, janganlah menggunakan posisi yang
cuma memerlukan usaha sedikit, atau bahkan paling sedikit
saja [misal duduk di atas kursi], karena tanpa adanya cukup
usaha, tidak bakal ada hasil baik yang bisa dicapai.
Jika duduk [meditasi] di atas lantai, duduklah di atas bantal
meditasi yang bundar [zafu: bantal meditasi yang khas
Jepang] atau dengan bantal yang lain, dengan tebal 7 ~.9
cm. Sebagian alasan adalah untuk kenyamanan dan juga
karena lebih mudah menjaga tulang-belakang yang tegak
Menutup mata mungkin akan menyebabkan kantuk atau
ilusi-ilusi visual. Walaupun demikian, jika mata anda terasa
llelah anda boleh saja menutupnya sejenak.

Menyelaraskan Napas
Menyelaraskan napas itu sederhana sekali. Ini hanya
sekedar napas alamiah anda saja. Jangan coba mengontrol
napas. Napas itu cuma sekedar digunakan sebagai alat
untuk mengkonsentrasikan pikiran. Dengan kata lain, kita
membawa dua hal - menyelaraskan
napas dan pikiran secara bersama.

Menyelaraskan Pikiran dengan
Menghitung Napas
Metode dasar menyelaraskan pikiran adalah dengan
menghitung-napas dengan siklus berulang sepuluh napas.
Ide dasarnya adalah dengan berkonsentrasi pada teknik
simpel [menghitung-napas], membuat pemikiran melamun
jadi berkurang. Dimulai dari satu, secara mental (bukan
dengan suara) menghitung setiap napas keluar sampai
dengan napas ke-sepuluh dengan menjaga perhatian tetap
pada proses menghitung. Setelah mencapai sepuluh,
mulailah lagi hitungannya kembali dari satu. Jangan
menghitung napas masuk, tetapi cukup hanya
memperhatikan masuknya udara dari hidung.

Andaikata pemikiran-melantur menyebabkan anda
kehilangan hitungan, atau mungkin melewati angka sepuluh
-- tatkala anda menyadarinya -- kembalikan saja hitungan
mulai dari satu lagi. Kalau anda mempunyai banyak
pemikiran-melamun sehingga sulit atau tidak mungkin
menjaga hitungan-nya, anda dapat juga membuat variasi
pada metode, seperti misal: menghitung-napas dibalik ke
belakang dari sepuluh ke satu, atau menghitung setiap
kelipatan dua dari angka dua sampai duapuluh. Dengan
memberi beban tugas [& upaya] tambahan, maka anda
bakal bisa lebih berkonsentrasi pada metode dan pemikiran-pemikiran
melantur pun bakalan menyurut.

Menyelaraskan Pikiran dengan Memperhatikan Napas
Bilamana pemikiran-melamun telah mereda, dan anda
dapat menjaga hitungan dengan cermat tanpa kelewatan,
anda boleh melepas hitungannya dan cukup hanya
memperhatikan napas keluar dan masuk. Jaga perhatian
anda pada ujung hidung. Bila [tanpa usaha yang dibuat-buat]
napas anda secara alami mengendap turun
menggunakan otot perut bagian bawah, biarlah perhatian
anda turun mengikuti napas di daerah tersebut. Jangan
mencoba mengontrol tempo pernapasan, cukuplah sekedar
perhatikan dan mengikutinya secara alamiah.
Metode lain lagi yang tidak begitu sulit, yang juga kondusif
untuk pikiran yang sudah tenang, yakni: hanya sekedar
menjaga perhatian anda pada napas masuk dan keluar
dari rongga hidung. Lagi, abaikanlah segala pemikiran-melantur.
Begitu anda sadar bahwa anda telah dinterupsi
oleh pemikiran-pemikiran (thoughts, buah-buah pikir),
cukuplah sekedar kembalikan pikiran (mind) ke metode.

Menyelaraskan Pikiran dengan
Memperhatikan "Tian-Tien"
Metode ketiga dari menyelaraskan pikiran adalah dengan
mengkonsentrasikan perhatian pada Tian Tien, titik yang
terletak sekitar tiga-jari di bawah pusar. Tian Tien bukanlah
organ tubuh, tetapi pusat dari energi fisik yang mirip
dengan Cakra (India). Metode ini paling baik digunakan
pada saat napas secara alami telah turun ke bagian bawah
perut (abdomen). Teknik ini hanya secara sederhana
mengikuti gerakan Tian Tien pada saat abdomen bergerak
naik dan turun sebagai konsekuensi dari pernapasan.
Metode ini lebih energetik daripada metode menghitung
atau mengikuti napas, dan hanya digunakan setelah anda
menguasai metode menghitung dan mengikuti napas.
Dalam setiap kasus, metode tidak boleh dipaksakan.
Menyelaraskan Tubuh dengan Berjalan [Meditasi-Jalan]
Menyelaraskan tubuh dengan berjalan terdiri dari berjalan
pelan dan cepat. Meditasi berjalan biasanya bermanfaat
untuk variasi perubahan ritme pada waktu melakukan
duduk [meditasi] panjang, seperti dalam retret personal
maupun grup. Meditasi berjalan bisa dikerjakan di antara
meditasi-meditasi duduk.

Dalam meditasi jalan-lambat, tubuh bagian atas musti
pada postur yang sama seperti dalam meditasi duduk,
bedanya adalah cuma pada posisi tangan. Telapak tangan
kiri harus dengan ringan melingkupi telapak kanan yang
mengepal. Kedua tangan diposisikan di depan, tetapi ada
sedikit jarak, tidak menempel perut. Lengan tangan harus
mendatar sejajar tanah. Fokus perhatian harus ada pada
telapak kaki manakala anda berjalan secara perlahan,
dengan langkah pendek kira-kira sejarak panjang tapak
kaki. Bila berjalan dalam ruangan yang tertutup, berjalanlah
dengan arah sesuai putaran jarum jam.
[Meditasi] jalan-cepat dilakukan dengan berjalan secepat
mungkin tanpa menjadi berlari. Perbedaan utamanya dari
postur meditasi jalan-lambat adalah kedua belah lengan
sekarang di biarkan lepas menggelantung di kedua sisi
tubuh, -- bergoyang ke depan dan ke belakang seperti
pada waktu berjalan secara alami. Ambillah langkah-langkah
pendek yang cepat serta tetap menjaga fokus
perhatian pada telapak kaki.

Senam Tambahan
[Meditasi] duduk dan meditasi jalan adalah dua metode
dasar untuk menyelaraskan tubuh. Ada aspek tambahan
yakni melakukan senam untuk waktu pendek, sebelum
duduk, bahkan andaikata anda hanya duduk satu kali saja
dalam sehari. Jenis senam boleh jadi pilihan masing-masing,
tetapi haruslah yang ringan seperti Tai Chi atau
Yoga

Instruksi Umum Walaupun metode metode meditasi yang
diberikan di atas cukup sederhana dan tidak berbelit, yang
paling baik adalah melatihnya dengan di bawah bimbingan
seorang guru. Tanpa seorang guru, seorang meditator tidak
akan mampu mengkoreksi kesalahan-kesalahan awal,
yang jika tidak dikoreksi bisa jadi bermasalah atau tidak
adanya hasil yang bagus .

Dalam berlatih meditasi: penting sekali bahwa tubuh serta
pikiran musti rileks. Apabila seseorang secara fisik atau
mental tegang, maka mencoba meditasi justru bisa menjadi
kontra-produktif. Kadang-kadang memang ada perasaan-perasaan
atau fenomena yang muncul sewaktu meditasi.
Namun kalau anda cukup rileks, maka gejala apapun yang
muncul biasanya baik-baik saja. Hal tersebut bisa berupa
rasa-sakit, perih, gatal, hangat atau dingin, yang
kesemuanya dapat bermanfaat. Tetapi di dalam konteks
situasi tegang, gejala yang sama bisa mengindikasikan
halangan-halangan.

Sebagai contoh, walaupun anda telah rileks pada saat
meditasi, anda mungkin akan merasakan sakit pada bagian-bagian
tertentu dari tubuh. Kebanyakan, ini bisa berarti
ketegangan yang sebelumnya [dalam kehidupan keseharian]
tidak anda sadari, pada bagian tubuh tersebut justru sedang
mendapat manfaat dari sirkulasi darah serta energi yang
dihasilkan oleh meditasi. Masalah yang memang ada
sebelum bermeditasi tersebut bakal dapat disembuhkan.
Sebaliknya, bila anda sangat tegang pada saat bermeditasi
dan kemudian merasa kesakitan, sebabnya mungkin justru
ketegangan itu sendiri yang mengakibatkan rasa sakit.
Jadi, gejala yang sama (rasa-sakit) bisa mengindikasikan
dua penyebab yang berbeda: problem (lama) yang
membaik, atau problem baru yang baru saja dibuat.
Pendekatan yang paling aman serta direkomendasikan
adalah: mula-mula batasi duduk (meditasi) cukup hanya
sepanjang setengah jam saja atau dua kali setengah jam
dengan sikap yang serileks mungkin. Ini bukan saja
mengacu pada kondisi bathin anda, tetapi juga terhadap
lingkungan luar anda. Untuk pemula, jika pikiran dibebani
oleh kekhawatiran dari luar, adalah mungkin lebih baik
menyelesaikan beban-beban ini dahulu sebelum duduk.
Oleh karena alasan ini, yang paling baik adalah duduk awal
awal di pagi hari, sebelum sibuk mengurusi masalah-masalah
keseharian.

Waktu duduk [meditasi] mungkin dapat ditingkatkan sesuai
dengan pengalaman. Tetapi orang-orang yang bermeditasi
pada periode panjang bisa menjadi terbebani dalam usaha
mereka sehingga tidak menyadari ketegangan yang muncul.
Ini sering terjadi karena pikiran mereka dipenuhi dengan
keingingan untuk mencapai hasil. Jadi, bekerja keras dalam
meditasi berarti cukuplah sekedar selalu menempatkan
pikiran anda pada [metode] meditasi itu sendiri. Jika anda
mampu melakukan hal ini, maka ketegangan tidak bakal
muncul,-- sebaliknya, relaksasi yang mendalam serta
tenangnya tubuh dan pikiran bakal diperoleh.


Oleh : Ch'an Master Sheng Yen
Sumber : Buletin Mahayana Indonesia Edisi Juli 2004
Alih bahasa : Junarto M Ifah
Editor : Agus Santoso



YAHOO! GROUPS LINKS






Yahoo! Photos
Ring in the New Year with Photo Calendars. Add photos, events, holidays, whatever.

** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya maupun di luar diri saya **

** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh **

** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian **

** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari,  membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta sahabat-sahabat kami **




YAHOO! GROUPS LINKS




Kirim email ke