Manfaat Meditasi Jalan
Oleh Ven. U Silananda
Buddhist Publication Society , Sri Lanka
Bodhi Leaves BL 137, 1995
Diterjemahkan oleh Siska Marsudy
Diedit oleh Jimmy Lominto
(bag 3)Sekarang mari kita telaah gerakan meditasi jalan secara lebih rinci. Misalnya, seseorang ingin mengambil gambar bergerak dari gerakan mengangkat kaki. Andaikan, gerakan mengangkat kaki berlangsung selama satu detik dan mari kita asumsikan kamera dapat mengambil tiga puluh enam gambar per detik. Setelah pengambilan gambar, jika
kita lihat gambar-gambar terpisah itu, kita akan menyadari bahwa di dalam apa yang kita kira sebagai satu gerakan mengangkat kaki, sebenarnya ada tiga puluh enam gerakan. Citra yang ada di satu gambar sedikit beda dengan citra yang ada di gambar lainnya, meskipun perbedaannya akan sangat sedikit sehingga kita hampir-hampir tidak bisa membedakannya. Tapi, bagaima na jika kamera dapat mengambil seribu gambar per detik? Maka akan ada seribu gerakan dalam satu gerakan mengangkat kaki saja, meskipun gerakan-gerakan itu akan menjadi hampir tidak mungkin untuk dibedakan. Jika kamera dapat mengambil satu juta gambar per detikyang mungkin masih mustahil saat ini,
tapi bisa saja terjadi suatu hari nantimaka akan ada sejuta gerakan dalam apa yang kita anggap sebagai satu gerakan saja.
Upaya kita dalam meditasi jalan adalah berusaha melihat gerakan-gerakan kita sejelas yang dilihat kamera, gambar demi gambar. Kita juga ingin mengamati kesadaran akan gerakan serta niat yang mendahului setiap gerakan. Kita juga dapat menghargai daya kekuatan dari kebijaksanaan dan insight Buddha, yang dengannya Beliau benar-benar melihat semua gerakan. Ketika kita gunakan kata melihat atau mengamati untuk merujuk kepada situasi kita sendiri, maksudnya adalah kita melihat secara langsung dan juga dengan menarik kesimpulan berdasarkan pengamatan langsung; kita belum tentu dapat melihat jutaan gerakan secara langsung seperti yang dilakukan Buddha.
Sebelum para yogi mulai latihan meditasi jalan, mungkin mereka pikir satu langkah terdiri dari satu gerakan saja. Setelah memeditasikan gerakan itu, mereka mencermati setidaknya ada empat gerakan, dan jika mereka masuk lebih dalam lagi, mereka akan mengerti bahwa bahkan salah satu dari keempat gerakan itu terdiri dari jutaan gerakan kecil. Mereka melihat nama dan rupa, batin dan jasmani, muncul dan tenggelam, sebagai ketidakkekalan. Dengan persepsi biasa
kita, kita tidak mampu melihat ketidakkekalannya berbagai hal karena ketidakkekalan itu terhalang ilusi kontinuitas. Kita pikir kita hanya melihat satu gerakan yang sinambung, tapi jika kita cermati kita akan melihat bahwa ilusi kontinuitas itu bisa dipatahkan. Ia bisa dipatahkan dengan mengamati langsung fenomena fisik sepotong demi sepotong, dari satu bagian ke bagian lain, seiring dengan muncul dan tenggelamnya fenomena tersebut. Nilai suatu meditasi terletak pada kemampuan kita untuk menghilangkan jubah
kontinuitas guna menemukan hakikat sejati ketidakkekalan. Para yogi dapat menemukan sifat dasar ketidakekalan secara langsung melalui upaya mereka sendiri.
Setelah menyadari bahwa berbagai hal sebenarnya terdiri dari bagian-bagian, bahwa mereka terjadi dalam potongan-potongan, dan setelah mengamati bagian-bagian ini satu per satu, para yogi akan menyadari bahwa sesungguhnya tiada suatupun di dunia ini untuk dilekati, untuk dihasrati. Jika kita melihat bahwa apa yang dulu kita pikir indah ternyata berlubang, bahwa ia menjadi lapuk dan terurai, kita akan kehilangan
minat atasnya. Misalnya, kita mungkin melihat sebuah lukisan yang indah di atas kanvas. Secara konseptual kita pikir cat dan kanvas itu merupakan sebuah benda solid yang utuh. Tapi jika kita taruh lukisan itu di bawah mikroskop yang kuat, kita akan lihat lukisan itu tidak solidada banyak lubang dan ruang kosong di lukisan itu. Setelah melihat sebagian besar lukisan itu terdiri dari ruang, kita akan kehilangan minat terhadapnya dan kita akan berhenti melekat padanya. Ahli fisika modern tahu sekali gagasan ini. Mereka telah mengamati, dengan peralatan yang canggih, bahwa materi hanyalah getaran partikel-partikel dan energi senantiasa berubahtidak ada substansi apapun di dalamnya. Dengan menyadari ketidakkekalan tanpa akhir ini, para yogi menjadi paham bahwa sebenarnya tiada suatupun untuk dihasrati, tiada suatupun untuk dilekati di seluruh dunia fenomena ini.
Sekarang kita dapat memahami alasan untuk berlatih meditasi. Kita latihan meditasi karena ingin menghilangkan kemelekatan serta nafsu rendah pada berbagai obyek. Dengan memahami ketiga sifat eksistensiketidakkekalan, tidak memuaskan, dan tanpa dirikita hilangkan nafsu rendah. Kita ingin menghilangkan nafsu rendah karena kita tidak ingin menderita. Selama ada nafsu rendah dan kemelekatan, penderitaan akan selalu ada. Jika kita tidak ingin menderita, kita harus hilangkan nafsu rendah dan kemelekatan. Kita harus
memahami bahwa segala hal hanyalah batin dan jasmani yang muncul dan tenggelam, dan bahwa berbagai hal itu tidak mempunyai inti. Begitu kita menyadari ini, kita akan dapat menghilangkan kemelekatan terhadap berbagai hal. Selama kita tidak menyadari ini, tidak peduli seberapa banyak buku mengenai menghilangkan kemelekatan yang telah kita baca ataupun khotbah tentangnya yang telah kita dengar, kita tidak akan mampu menghilangkan kemelekatan. Memang perlu mengalami langsung segala yang berkondisi memiliki ketiga karakteristik itu.
Oleh karena itu, kita harus perhatikan dengan sungguh-sungguh saat sedang jalan, seperti juga ketika kita sedang duduk ataupun berbaring. Saya bukan sedang berusaha mengatakan bahwa meditasi jalan saja sudah bisa memberikan kita pencapaian tertinggi serta kemampuan untuk melenyapkan seluruh kemelekatan, akan tetapi meditasi jalan tetap merupakan latihan yang sama baiknya dengan meditasi duduk atau jenis meditasi vipassana (pandangan terang) lainnya. Meditasi jalan mendukung pengembangan spiritual. Ia sama dahsyatnya dengan nafas berkesadaran atau menyadari naik turunnya perut. Ia merupakan alat yang efisien untuk membantu kita melenyapkan kekotoran batin. Meditasi jalan dapat membantu kita memperoleh pandangan terang tentang sifat dasar berbagai hal dan kita sebaiknya latihan meditasi jalan serajin kita berlatih meditasi duduk ataupun meditasi jenis lainnya. Dengan berlatih meditasi vipassana dalam seluruh sikap tubuh, termasuk berjalan, semoga anda dan seluruh yogi dapat mencapai kesucian penuh di dalam kehidupan ini juga!
Do you Yahoo!?
With a free 1 GB, there's more in store with Yahoo! Mail.
** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya maupun di luar diri saya **
** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh **
** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian **
** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari, membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta sahabat-sahabat kami **
YAHOO! GROUPS LINKS
- Visit your group "Dharmajala" on the web.
- To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
- Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.
