Namo Buddhaya,
Ikutan sharing ya.
Buddha adalah sebutan atau gelar orang yang telah 'sadar' yang telah mencapai pencerahan.Kalau kita berlindung pada Buddha tidak semata-mata kita berlindung pada sosok Buddha tertentu (mis: Sakyamuni Buddha dll) namun lebih pada kualitas Buddha itu sendiri.Ini bersifat universal
Bisa saja ada Buddha Negro atau Buddha barat atau Buddha Tiongkok kalau mereka mencapai pencerahan.
regards
beng
dh4rm4duta <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
dh4rm4duta <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Namo Buddhaya,
Pengertian tentang Buddha sendiri ada bermacam-macam tergantung pada
tingkat wawasan pemahaman masing-masing orang. Kita akan mencoba
untuk mengulasnya satu demi satu.
1.Buddha historis
Buddha historis adalah Sakyamuni Buddha yang terlahir di India
sebagai putera raja Suddhodana dan Ratu Maya pada sekitar abad 6 SM
(sumber lain mengatakan abad 19 SM). Meskipun Sang Buddha adalah
seorang manusia, tetapi semua aliran, baik Theravada, Mahayana,
ataupun Vajrayana sepakat bahwa ia adalah suatu "super human" (lihat
karya Hans Wolfgang Schumann). Semua sumber sepakat bahwa semasa
hidupnya Buddha banyak memberikan pertolongan dan mukjizat bagi umat
manusia, tentu saja setelah ia parinibbana maka masih dapat
memberikan perlindungan bagi umat manusia, meski semuanya tergantung
pada hukum karma.
Selain itu Buddha historis juga banyak memperlihatkan kualitas
unggul dan cinta kasih dalam hidupnya (baca buku Enlightenment in
the Palm of Your Hand karya Pabongka Rinpoche). Karena itu
berlindung pada Buddha historis adalah meneladani seluruh kualitas
kebajikannya, seperti metta, karuna, mudita, upekkha - inilah
pandangan wawasan yang lebih tinggi. Kita meneladani seluruh
kualitas itu agar dapat mencapai pembebasan pula.
Bagi orang yang pemahamannya masih sedikit akan Buddhadhamma, tidak
ada masalah bila ia membawa dupa dan bunga ke vihara atau kuil serta
berdoa agar Buddha melindunginya. Setidaknya perasaannya menjadi
lebih tenang (secara psikologis), inilah juga makna berlindung pada
Buddha.
2.Buddha kosmis dan para Buddha terdahulu
Dalam Mahayana terdapat banyak Buddha-Buddha kosmis. Semasa masih
menempuh jalan Bodhisattva mereka telah mengucapkan ikrar untuk
senantiasa menolong semua makhluk, seperti Amitabha (Amiduo),
Bhaisajyaguru (Yaoshi), Aksobhya (Achu), Prabutaratna (Duobao), dan
lain sebagainya. Dalam wawasan berikutnya kita berlindung pada
mereka dalam artian meneladani ikrar mereka untuk menolong para
makhluk yang menderita - ini wawasan yang lebih tinggi pula. Jadi
sambil mendayung perahu, kita juga membawa serta makhluk lain
menyeberang.
3.Buddha dalam diri sendiri
Kebuddhaan juga hadir dalam diri sendiri - ini adalah wawasan
tertinggi. Kita berlindung pada Buddha dalam diri sendiri dan
menjadikan diri kita pelita bagi diri kita sendiri serta merealisasi
Kebuddhaan tersebut. Nibanna tidak pernah terpisah dengan diri kita
sendiri, tetapi perlu direalisasikan. Inilah yang dimaksud
berlindung pada Buddha dalam pengertian tertinggi. Namun, wawasan
semacam ini harus kita cermati dengan hati-hati agar tidak salah
kaprah. Banyak orang yang menjadi "gila" dan "sombong" ketika
menyadari dirinya adalah Buddha. Seorang murid Hakuin, merobek-robek
kitab suci dan menjadikannya sebagai kertas tisue sehabis buang air
besar. Waktu ditegur ia dengan sombong menjawab, "Apakah salahnya
menggunakan kitab suci Buddha untuk membersihkan pantat seorang
Buddha?" Tindakan ini dilaporkan pada Hakuin yang mengatakan
padanya, "Pendapatmu itu salah! Karena engkau adalah Buddha maka
jangan gunakan kertas yang sudah bertulisan untuk membersihkan
pantatmu, gunakanlah kertas yang masih bersih untuk membersihkan
pantat seorang Buddha!" Kisah ini memiliki makna mendalam, tetapi
jelas sekali memperlihatkan kesombongkan sang murid yang tidak
mengetahui makna "diri sendiri adalah Buddha."
Sebenarnya masih banyak makna berlindung pada Buddha yang bila
dijabarkan akan menghabiskan ribuan lembar halaman, tetapi saya
cukupkan saja sampai di sini. Semoga bisa bermanfaat.
Belajar Buddhisme itu selain butuh intelektual juga butuh insight,
karena begitu luas dan dalam.
Metta,
Tan
--- In [email protected], Ika Polim <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Dearest All,
>
> Maaf Sy Baru Sampai Pada Pendalaman Ttg TriRatna !
>
> Disebutkan Bahwa "Aku Berlindung Kepada Buddha", Yg Dimaksudkan
Disini Buddha Yg Mana? Thx.
>
>
> ---------------------------------
> Do you Yahoo!?
> With a free 1 GB, there's more in store with Yahoo! Mail.
>
YAHOO! GROUPS LINKS
- Visit your group "Dharmajala" on the web.
- To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
- Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.
Do you Yahoo!?
With a free 1 GB, there's more in store with Yahoo! Mail.
** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya maupun di luar diri saya **
** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh **
** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian **
** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari, membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta sahabat-sahabat kami **
YAHOO! GROUPS LINKS
- Visit your group "Dharmajala" on the web.
- To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
- Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.
