27 Januari
        
   Seorang bhikkhu yang telah pergi untuk beristirahat
siang. Inilah cerita peta ibu Uttara. Inilah
penjelasan mengenai artinya.

   Ketika konsili pertama dibuka pada saat Parinibbana
Sang Guru, Y.M.Maha-Kaccayana sedang berdiam bersama
dua belas bhikkhu di suatu tempat di hutan yang tidak
jauh dari Kosambi. Pada saat itu penasehat raja Udena,
yang biasanya mengurusi urusan-urusan di kota,
meninggal dunia. Maka raja memanggil putra penasehat
itu, seorang pemuda bernama Uttara, dan memberinya
wewenang untuk mengurusi manajemen sambil berkata,
‘Sekarang engkau harus menangani urusan-urusan yang
dahulu dikelola ayahmu.’ ‘Baiklah’, dia setuju. Suatu
hari dia pergi ke hutan bersama beberapa tukang kayu,
mencari kayu untuk mengadakan perbaikan-perbaikan di
kota. Sementara di sana, dia datang  ke tempat
kediaman Y.M.Maha-Kaccayana Thera. Dilihatnya Thera
tersebut sedang duduk sendiri, jubahnya terbuat dari
kain buangan dari tumpukan debu. Tergugah pada
(pemandangan) posturnya saja, pemuda itu memberi
hormat, menyampaikan salam persahabatan, dan duduk di
satu sisi. Thera tersebut kemudian membabarkan Dhamma
kepadanya. Ketika pemuda itu mendengar Dhamma, dia
dipenuhi bakti kepada Tiratana. Setelah memantapkan
diri di dalam perlindungan, dia mengundang Thera
tersebut sambil berkata, ‘Bhante, terimalah (undangan)
saya demi belas kasihan. Saya juga mengundang para
bhikkhu untuk makan besok. Thera tersebut setuju
dengan berdiam diri. Pemuda itu kemudian meninggalkan
tempat tersebut, pergi ke kota untuk memberitahukan
umat-umat lain, sambil berkata, ‘Saya telah mengundang
Thera besok. Kalian juga harus datang ke rumah saya di
mana dana akan diberikan. Pagi hari berikutnya dia
menyuruh menyiapkan makanan – makanan pilihan – yang
keras maupun lunak. Ketika diberitahu bahwa makanan
sudah siap, dia pergi menemui Y.M.Maha-Kaccayana Thera
yang sedang mendatangi bersama dua belas bhikkhu. Dia
memberi hormat dan mempersilakan mereka memasuki rumah
di depannya. Kemudian Thera dan para bhikkhu tersebut
duduk di tempat duduk yang dihias kain mahal yang
sesuai. Dia memberikan penghormatan dengan wewangian,
bunga, dupa dan lampu, serta memuaskan mereka dengan
makanan serta minuman pilihan. Dipenuhi dengan bakti
dia merangkapkan tangan untuk memberikan penghormatan
anjali, dan mendengarkan para bhikkhu menyatakan
penghargaan. Thera tersebut beranjak pergi, setelah
penghargaan terhadap makanan ditujukan. Pemuda itu
kemudian mengambil mangkuk Y.M.Maha-Kaccayana Thera
dan mengikuti beliau meninggalkan kota. Dalam
perjalanan, dia memohon beliau untuk kembali, ‘Bhante
harus selalu mengunjungi rumah saya.’ Setelah
mengetahui persetujuan beliau, pemuda itu pun kembali
ke rumahnya. Dengan cara melayani Y.M.Maha-Kaccayana
Thera, dia menjadi mantap karena nasihat-nasihat
beliau dan mencapai buah-sotapatti. Lalu dia menyuruh
membangun vihara dan membuat segenap sanak saudaranya
menemukan keyakinan di dalam Ajaran. Tetapi ibunya
memiliki hati yang dipenuhi noda keegoisan. Dia
mencaci-maki anaknya demikian, ‘Semoga makanan dan
minuman yang engkau berikan kepada para petapa tanpa
persetujuanku ini berubah menjadi darah bagimu di alam
berikutnya!’ Walaupun demikian, dia masih
memperbolehkan sedikit bulu ekor burung merak
diberikan pada Hari Besar vihara tersebut. Ketika
kemudian ibu itu meninggal, dia muncul di kandungan
peta. Sebagai buah dari persetujuannya memberikan
hadiah bulu ekor burung merak tersebut, maka rambutnya
hitam, mulus, bergelombang di ujungnya, lembut dan
panjang. Ketika dia pergi ke sungai Gangga sambil
berpikir, ‘Saya akan minum’, air sungai itu berubah
menjadi darah. Selama lima puluh lima tahun dia
berkelana dengan dikuasai rasa haus dan lapar. Pada
suatu hari dia melihat Kankhareveta Thera duduk di
tepi sungai Gangga ketika beristirahat siang. Dia
mendekati Thera tersebut setelah menutupi dirinya
dengan rambutnya yang panjang itu, dan mohon pada
beliau agar diberi air. Dengan mengacu pada hal ini
maka (yang berikut) ini disebutkan. Dua syair
pembukaan telah diselipkan di sini oleh mereka yang
mengulang teks:

   ‘Peti yang mengerikan dan seram dipandang mata
mendekati bhikkhu yang sedang beristirahat tengah
hari, dan sedang duduk di tepi sungai Gangga.

   Rambutnya luar biasa panjang dan berjurai turun
sejauh tanah. Ditutupi oleh rambutnya, dia menyapa
petapa tersebut demikian.’

   Peti tersebut mendekati Thera dan, sambil memohon
air kepada beliau, mengucapkan syair ini:
        
   ‘Selama lima puluh lima tahun sejak saya meninggal
saya tidak sadar telah makan atau minum air. Tolong
berilah saya air, tuan – saya kering dan menginginkan
air.’

   Dari sini dan selanjutnya adalah syair-syair
percakapan antara Thera dan peti tersebut:
        
   ‘Air sejuk sungai Gangga ini mengalir turun dari
Himalaya – engkau dapat mengambilnya dari sini dan
minum, mengapa minta air dariku?’

   ‘Tuan, jika saya sendiri yang mengambil air dari
sungai Gangga ini, air itu berubah menjadi darah
bagiku. Itulah sebabnya saya memohon air.’

   ‘Kalau demikian, tindakan buruk apa yang telah
dilakukan olehmu melalui tubuh, pikiran atau ucapan?
Sebagai akibat dari tindakan yang manakah maka sungai
Gangga menjadi darah bagimu?’

   ‘Anakku, Uttara, tuan, memiliki keyakinan dan
adalah umat awam; berlawanan dengan kehendak saya, dia
memberikan jubah dan dana makanan, kebutuhan-kebutuhan
dan tempat tinggal bagi para petapa;

   Tetapi, saya merasa jengkel karena egois, dan
mencaci makinya dengan berkata, “Semoga jubah dan dana
makanan, kebutuhan-kebutuhan serta tempat tinggal yang
engkau berikan kepada para petapa tanpa persetujuanku
itu, 
        
   Semoga ini menjadi darah bagimu di alam berikutnya,
Uttara!!” sebagai akibat dari tindakan itulah maka
sungai Gangga menjadi darah bagiku.

   Kemudian Y.M.Revata memberi air sungai kepada
Sangha bhikkhu atas nama peti tersebut, dan pergi
mencari dana serta memberikan makanan yang telah
dikumpulkannya kepada para bhikkhu. Dia mengumpulkan
kain-kain dari tumpukan sampah dan sebagainya,
mencucinya dan membuat kain itu menjadi bantalan dan
karpet. Kemudian semuanya itu diberikannya kepada para
bhikkhu. Dengan cara ini peti tersebut mendapatkan
keelokan surgawi. Dia pergi menghadap Thera tersebut
dan menunjukkan kepada beliau keelokan surgawi yang
telah diperolehnya. Revata Thera lalu menjelaskan hal
tersebut kepada empat kelompok yang telah berkumpul di
hadapannya dan kemudian memberikan khotbah Dhamma.
Orang-orang yang dipenuhi kegelisahan pada saat itu
menjadi terbebas dari noda keegoisan dan bergembira
dalam keadaan-keadaan yang baik, seperti misalnya
keluhuran memberi dan sebagainya.

   Cerita Peta ini dapat dianggap telah dimasukkan ke
dalam koleksi in pada Konsili Kedua.

(Petavatthu 2; Cerita-cerita makhluk Peta)
(II.10 Penjelasan Mengenai Cerita Peta Ibu Uttara)
(Uttaramatupetavatthuvannana)

__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around 
http://mail.yahoo.com 


------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Join modern day disciples reach the disfigured and poor with hope and healing
http://us.click.yahoo.com/lMct6A/Vp3LAA/i1hLAA/UlWolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya 
maupun di luar diri saya **

** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman 
hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta 
kasih yang kokoh **

** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami 
secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas 
dari belenggu kelahiran dan kematian **

** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas 
asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari,  
membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan 
kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, 
para guru, serta sahabat-sahabat kami ** 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/Dharmajala/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke