Maaf kelupaan,

Sebelumnya saya jelaskan bahwa tanggapan saya terhadap kegiatan 
Master Chingkung, hendaknya jangan diartikan bahwa saya merendahkan 
atau mengecilkan usaha Beliau. Tetapi karena Anda sudah menyinggung 
mengenai Beliau, maka izinkanlah saya untuk menyalurkan uneg-uneg 
saya. Mungkin Anda atau rekan-rekan yang lain dapat memberikan 
penjelasan. Yang menjadi pertanyaan saya adalah, fakta memperlihatkan 
bahwa masih banyak para dharmaduta dan pekerja-pekerja Buddhis yang 
hidupnya masih di bawah garis kemiskinan. Tetapi mengapa Master 
Chingkung malah menyumbang organisasi-organisasi agama lain? Saya 
menjadi teringat sebuah peribahasa: "Anak dipangkuan dilepaskan, 
tetapi beruk di hutan disusui." Artinya kita malah menelantarkan 
kerabat atau rekan-rekan kita sendiri. Apakah ini tidak boleh saya 
katakan sebagai "menyuap"? Mengapa bantuan itu harus dalam bentuk 
uang? Bila dalam bentuk uang mengapa tidak dipergunakan untuk 
meningkatkan prasarana Buddhis sendiri terlebih dahulu, seperti 
sekolah dan pendidikan Buddhis? Kapan kita akan memiliki sekolah2 
yang setara dengan Santa Maria, Petra, dan lain sebagainya?
Oleh karena itu, menurut saya hal ini bukanlah perwujudan toleransi 
sejati. Jika uangnya sudah habis apa yang terjadi? Apakah umat 
beragama akan berantem lagi? Saya melihat bahwa Master Chingkung 
telah "membeli" keamanan bagi berkembangnya umat Buddha di Indonesia. 
Padahal "pembelian" semacam itu bukan sesuatu yang baik. Bila uangnya 
sudah habis dan kita tidak punya uang lagi, tidakkah agama Buddha 
jadi beresiko dihambat? Ini adalah hal yang perlu kita pikirkan. 
Jika hendak merangkul semua agama, maka metode yang paling baik 
adalah yang dilakukan oleh, maaf, Yiguandao. Apa yang mereka lakukan 
telah terbukti berhasil dan umat dari agama apa saja kini sudah tidak 
risih untuk masuk Yiguandao. Ajaran Kristennya ada, ajaran Islamnya 
ada, ajaran Buddhisnya ada, ajaran Daonya ada, dan lain sebagainya. 
Nah, kalau tiap orang masuk Yiguandao dijamin dunia ini akan damai 
hanya dengan satu agama saja yang sanggup mewadahi semuanya. Tetapi 
apakah itu mungkin? Tidak tahu deh... saya makin pusing aja hehhhe.!
Mohon maaf kalau saya saya salah. Mohon pencerahannya.

Metta,


Tan






------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Join modern day disciples reach the disfigured and poor with hope and healing
http://us.click.yahoo.com/lMct6A/Vp3LAA/i1hLAA/UlWolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya 
maupun di luar diri saya **

** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman 
hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta 
kasih yang kokoh **

** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami 
secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas 
dari belenggu kelahiran dan kematian **

** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas 
asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari,  
membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan 
kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, 
para guru, serta sahabat-sahabat kami ** 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/Dharmajala/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke