Well, diskriminasi itu ada di negara manapun.
Di Jepang sekalipun, ada diskriminasi antara penduduk Jepang daratan dan penduduk Jepang di Okinawa yang berkulit sedikit gelap. Ini observasi pribadi karena pernah praktek kerja di Jepang dan melihat  bagaimana mereka memperlakukan orang Okinawa seakan-akan mereka orang asing.
 
Janganlah terlalu sensitif. Yang 'merasa' terhina itu apa? Bukannya tidak ada 'aku'?
 
Dulu, waktu masih SMA, ketika jalan kaki dan melewati segerombolan orang, saya juga pernah diteriakkin, "Cina lewat nih", bahkan ada saat dimana saya bahkan tidak berani berbahasa Hokkien kalau naik angkot, karena takut dimaki.
 
Tetapi sekarang saya sangat comfortable dengan status saya sebagai orang Cina keturunan yang tinggal di Indonesia. Dan sama sekali tidak menganggap istilah orang Cina sebagai penghinaan lagi. Karena, bila kita ramah sama siapa saja, umumnya, kalau mereka orang normal, mereka akan ramah. Hanya yang tidak normal saja yang cari gara-gara, berdebat dengan orang tidak normal, itu hanya menghabiskan energy saja.  
 
Dan saya bukannya buta, saya juga pernah melihat dengan mata sendiri kerusuhan mei 1998, karena kantor saya juga diserbu.
Tetapi, please...., di Amerika dan Perancis yang sudah begitu demokratis-pun, kerusuhan tetap terjadi. Itu karena diskriminasi sulit sekali dihilangkan di muka bumi ini. Pernah dengar cerita tentang orang Jawa yang kurang disukai di Lampung karena mereka umumnya pendatang dan pekerja keras?
 
Anyway, Sin Cia Kiong Hi, tentunya anda juga merayakan Sin Cia khan......
 


Yahoo! Mail - Helps protect you from nasty viruses.

** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya maupun di luar diri saya **

** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh **

** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian **

** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari,  membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta sahabat-sahabat kami **




SPONSORED LINKS
Religion and spirituality Spirituality


YAHOO! GROUPS LINKS




Kirim email ke