--- TheHiddenDragon <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Wah, bagus nih. Tapi ada yang tak kumengerti, mungkin ada yg bisa bantu ( untuk item no. 1 aja, krn no. 2 n 3, terus terang cuma kasih pendapat).
No. 1 Hati manusia tidak bekerja sama dengan konsep pikirannya dalam menentukan ke mana ia memandang, apa yang harus ia kejar dan jangan dikejar, apa yang primer dan sekunder, apa yang semestinya disembah secara total dan apa yang silakan disepelekan saja, jelasnya. Tanya : kita sering dengar kata orang hati ku. yg pasti bukan organ "hati" kan. Jadi hati itu merujuk pada apa? kalau merujuk pada arti perasaan kenapa tak disebut perasaan saja? tentunya makna hati itu lebih dari itu? apa ya hati itu? mana yang lebih penting untuk dituruti, hati atau pikiran?. No. 2 Dengan kata lain, kalau Tuhan > menjadi sahabat karib seseorang dalam rumah tangga > dan kehidupan, maka orang itu tidak akan berjalan > sendirian, alias ada penjamin rezeki, kekuatan dan > ketentramannya. Komentar : I don't think so. "Penjamin". Tujuan orang beragama secara umum adalah naik surga. Caranya adalah mengikuti petunjukNya agar berbuat baik. Kan kaga mungkin tanpa mengikuti petunjukNya bisa naik surga. Jadi pointnya adalah Usaha yang benar. So siapa yang berusaha? Yah kita sendiri yang berusaha bukan? Klo kita sendiri yang berusaha, gimana ya bisa disebut penjamin. ????? Tuhan, surga hanyalah motivasi. Gimana menurut Bro & Sis?. No.3 > Tuhan sangat bertanggung jawab sebagai panitia hidup orang yang bersangkutan. Sangat panjang kalau ini saya teruskan, katanya bersemangat. Komentar : Kataku tak bersemangat : Klo Tuhan diibaratkan sebagai panitia tentunya Beliau panitia yang amburadul. Klo bagus itu jasanya. Klo tidak bagus itu bukan bagiannya. He he he, kata panitia ato kata orang orang yang menganggap beliau panitia. Semakin dianggap sebagai " " semakin jauh makna Tuhan itu sendiri. Ilmu apa yang berkesimpulan > bahwa daun itu bisa menyembuhkan sakit perut? > jawab Tuhan. Bukankah tadi Tuhan menyuruhku > mengambil daun ini? sergah Musa. Yang menyembuhkan perutmu adalah perkenan-Ku, bukan daun itu. Ketika sakit pertama kau minta tolong kepada-Ku, tapi kali kedua kau langsung lari mencari daun tanpa meminta tolong kepada-Ku. Kontek ini membuatku sedikit bersemangat krn ternyata sifat Tuhan sama denganku ( he he he ). Maksudnya masih sama sama ego. Menolong aja masih punya tujuan. Welas asih ne masih kurang. Wah, aku ikut Bodhisatva ame Buddha aja deh. Maaf ya klo ada salah kata atawa aku kurang memahami kalimat yang tersirat dari seorang " EMHA " yang sangat dalam artinya. __________________________________________________ Do You Yahoo!? Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around http://mail.yahoo.com ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Join modern day disciples reach the disfigured and poor with hope and healing http://us.click.yahoo.com/lMct6A/Vp3LAA/i1hLAA/UlWolB/TM --------------------------------------------------------------------~-> ** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya maupun di luar diri saya ** ** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh ** ** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian ** ** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari, membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta sahabat-sahabat kami ** Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/Dharmajala/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
