Dearest Bro Erik,
 
Mungkin , Anda Lebih Baik Tahu Lebih Dulu Ttg Filosofi Buddhis Tentang Terjadinya Kelahiran Manusia, & Faktor2 Pendukungnya Sehingga Terjadi Atau Tidak Terjadi !!
Sy Sdh Tulis Juga Di Milis INi Beberapa Waktu Lalu !!

Erik <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Maaf, saya baru saja bergabung dengan milis ini kemarin dan langsung
sudah ikut nimbrung mengomentari diskusi filosofis tingkat tinggi
seperti ini!
Bro Ika, saya setuju dengan anda bahwa ajaran Buddhis tentang
kehidupan adalah terputusnya Lingkaran Kelahiran kembali, untuk
mencapai nirvana.
Tapi, masalahnya di manakah NIrvana itu?
Apakah menurut Anda, konsep "Nirvana" itu kira-kira sama
seperti "Surga" dalam agama Samawi, yakni suatu "Locus" bersifat
material yang terpisah sama sekalai dari dunia yang kita diami
sekarang ini?
Sehingga, bebas dari tunimbal lahir berarti semua mahluk berimigrasi
ke Nirvana, sehingga dunia ini menjadi kosong?


Salam,

Erik
---------------------------------------------------------------------
In [email protected], Ika Polim wrote:

Dear All,
Bro & Sis Semua Yg Berlindung Kpd Dhamma,
   
Menurut Pengetahuan Yg Sy Dpt Smp Saat Ini Adalah : Bahwa Filosofi
Buddhisme Mengenai Konsep Kamma Adalah Agar TERMUTUSNYA  Lingkaran
Kelahiran Kembali (Reinkarnasi), Sehingga (secara ringkas!) Seluruh
Manusia (pd akhirnya) Mencapai NIBBANA !
   
Nah! Kalau Ceritanya Seperti INI, Artinya "Bukankah Filosofi
Buddhisme Mendukung Suatu Konsep "Agar Semua Manusia Tidak Terlahir 
Lagi Di Dunia Ini" ?
"Bukankah Filosofi Buddhisme Menginginkan Agar Bumi Kosong Dari
Manusia '?
"Bukankah Filosofi Buddhisme Berniat Demikian Kpd Kita & Alam
Semesta Ini ?!
Maaf Kpd Semua Yg "Terganggu " Oleh Pemikiran Kritis Ini ! Thx.








Relax. Yahoo! Mail virus scanning helps detect nasty viruses!

** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya maupun di luar diri saya **

** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh **

** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian **

** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari,  membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta sahabat-sahabat kami **




SPONSORED LINKS
Religion and spirituality Spirituality


YAHOO! GROUPS LINKS




Kirim email ke